7+ Tips Atur Keuangan Tetap Sehat Saat PPKM Darurat

© Freepik/vectorjuice

Hampir 1,5 tahun lamanya masyarakat Indonesia harus bergelut dengan pandemi Covid-19. Bahkan terbaru, pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat yang berdampak ke perekonomian, Sehingga membuat siapapun harus mempelajari tips atur keuangan secara tepat supaya bisa bertahan.

Bukan tanpa alasan kenapa kita harus tahu bagaimana sih tips atur keuangan secara tepat saat PPKM Darurat kali ini, karena ternyata memang kebijakan yang berlaku pada 3 – 20 Juli 2021 ini benar-benar menghantam sektor perekonomian. Banyak bisnis terpaksa tutup, mengurangi pegawai sampai imbas daya beli masyarakat yang anjlok.

Di Indonesia, sudah lebih dari dua juta kasus Covid-19 terdeteksi sejak 2020 yang membuat negeri ini disorot oleh masyarakat global. Banyak yang menilai sistem kesehatan Indonesia sudah ambruk karena tak mampu merawat pasien, dipadu dengan sektor ekonomi yang kembang kempis, kondisi finansial siapapun jelas remuk redam.

Baca juga: Panduan Mengelola Keuangan Jika Baru Pertama Bekerja

Daripada terus menyalahkan pemerintah dan bermuram durja karena PPKM Darurat, kita sebagai warga negara memang harus tetap bisa beradaptasi. Mulai melirik bidang usaha yang lebih menjanjikan hingga mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa tips atur keuangan secara tepat, wajib dilakukan agar bisa bertahan hidup dalam situasi kritis pandemi Covid-19.

Inilah 9 Tips Atur Keuangan Agar Tak Bingung Jalani PPKM Darurat

Menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan dalam situasi PPKM Darurat tentu tak pernah mudah. Ada banyak orang yang harus rela kehilangan penghasilan lantaran tak bisa membuka usahanya, atau bahkan terpaksa ’kucing-kucingan’ dari petugas keamanan demi tetap memperoleh penghasilan.

Mendengarkan keluhan PPKM Darurat yang diberlakukan di pulau Jawa dan Bali ini tentu bukanlah sesuatu yang asing. Apalagi jika ditambah dengan kabar-kabar duka para korban yang meregang nyawa karena Covid-19, situasi pandemi saat ini memang membutuhkan mental yang benar-benar kuat dan tubuh sehat supaya virus tidak berhasil menembus antibodi tubuh.

Kini dengan semakin gencarnya program vaksinasi, siapapun tentu memiliki harapan tinggi agar Indonesia lebih baik di bulan Agustus nanti. Nah, supaya bisa bertahan dalam jangka waktu lama, memang diperlukan tips atur keuangan yang tepat supaya kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi, kesehatan terjaga, pikiran tenang dan finansial jangka panjang baik-baik saja.

Apakah bisa seperti itu?

Tentu saja bisa asalkan Anda memahami sejumlah tips atus keuangan saat PPKM Darurat berikut ini:

1. Bikin Rencana Keuangan

© mygoback

Tips atur keuangan yang pertama selama penerapan PPKM Darurat adalah membuat rencana keuangan dengan tepat, dan teliti. Anda sudah tahu bahwa PPKM Darurat berlaku sejak 3-20 Juli 2021, yang artinya adalah 18 hari. Namun jangan bikin rencana selama 18 hari saja, melainkan lebihkan menjadi 21 hari atau selama tiga minggu.

Tulis semua kebutuhan Anda selama tiga pekan tersebut. Lantaran aktivitas banyak di rumah, penuhi seluruh kebutuhan pokok mulai dari beras, air minum, minyak, gula, telur sampai bahan makanan lain baik sayur-mayur atau lauk pauk protein. Jangan lupa lengkapi menu dengan susu dan juga buah-buahan agar makanan dan minumannya memang bernutrisi.

Makanan yang berkualitas tentu akan membantu sistem imun membentuk antibodi untuk melawan virus. Karena masih masa pandemi Covid-19, sediakan juga anggaran khusus untuk sejumlah obat-obatan ringan dan vitamin yang wajib dikonsumsi sehari-hari. Jika perlu, tetapkan biaya darurat untuk situasi buruk seperti keperluan swab tes antigen atau PCR, sampai kebutuhan isolasi.

Bagi Anda yang sudah berkeluarga, ada baiknya berbelanja dalam jumlah besar dalam sekali beli supaya lebih menguntungkan. Untuk Anda yang wajib bekerja atau sekolah online, tentu akan ada biaya wajib bagi listrik dan juga akses internet sehingga harus disertakan dalam rencana keuangan tiga minggu tersebut.

Jangan lupa juga sertakan tagihan rutin bulanan seperti biaya PDAM, iuran sampah warga, tagihan kendaraan bermotor sampai KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dengan sudah menyisihkan penghasilan untuk tagihan wajib bulanan, Anda tentu bisa mengelola penghasilan yang tersisa secara lebih tenang dalam rencana keuangan selama PPKM Darurat.

Baca juga: Panduan Lengkap Menabung dan Trik Traveling dengan Gaji Minim

2. Hindari Pinjaman Online

Ada banyak sekali orang yang merasa finansialnya benar-benar terhantam karena pandemi Covid-19. Dalam kondisi yang serba membutuhkan uang tunai, kadang penawaran pinjaman online alias pinjol jadi pilihan. Pinjol yang seluruh prosesnya bisa dilakukan secara instan lewat internet memang mempermudah siapapun mendapat dana segar.

Namun tips atur keuangan supaya finansial aman selama PPKM Darurat yang wajib Anda lakukan justru malah menghindari pinjol. Secepat apapun dana tunai cair dari penyedia pinjol, justru bisa membebani Anda ke depannya. Sudah situasi keuangan serba sulit dan nekat mengajukan pinjol, Anda tentu harus siap dengan beban tagihan.

Belum lagi saat ini ada banyak pinjol ilegal yang merayu

dengan proses pencairan super kilat dan syarat sangat mudah, tapi ternyata punya bunga luar biasa besar. Mereka bahkan melakukan penagihan tak sesuai dengan aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) termasuk menyebarkan data-data pribadi. Tentu saja hal ini malah bikin Anda makin stres selama pandemi.

3. Beli Asuransi Jiwa

© Lighthouse Insurance Company

Merencanakan keuangan selama PPKM Darurat, sudah. Menghindari keberadaan hutang baru, juga sudah. Nah, tips atur keuangan yang berikutnya adalah mempertimbangkan mempunyai asuransi jiwa. Lebih lagi kalau Anda merupakan Kepala Keluarga (KK), jangan ragu untuk membeli produk asuransi jiwa.

Asuransi jiwa memberikan perlindungan dan santunan kepada hak waris, jika sewaktu-waktu klien meninggal dunia. Meskipun terdengar miris, faktanya asuransi jiwa akan membantu finansial anggota keluarga yang ditinggalkan jika si peserta meregang nyawa karena Covid-19. Lebih baik meninggalkan finansial yang cukup daripada membiarkan orangtua, pasangan dan anak kelimpungan memenuhi kebutuhan saat kita sudah tiada, bukan?

4. Lirik Investasi

PPKM Darurat bukan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Sudah pasti salah besar!

Dalam kondisi PPKM Darurat, Anda tentu harus melirik peluang investasi jika memang ingin memiliki masa depan finansial lebih baik.

Ada banyak instrumen yang bisa dipertimbangkan seperti emas, deposito, P2P Lending, SBN (Suratb Berhaga Negara), reksadana bahkan sampai mata uang kripto. Supaya tidak terbebani, pilih yang sesuai dengan budget dan profil risiko masing-masing.

5. Kurangi Kartu Kredit

© Mozo

Menggunakan kartu kredit memang sangat menyenangkan. Anda bisa memperoleh produk barang atau jasa yang diinginkan tanpa perlu mengeluarkan uang tunai.

Bahkan Anda juga bisa mendapat uang cash dari pihak bank penerbit kartu kredit. Namun tahukah Anda, penggunaan kartu kredit justru harus sangat diawasi selama PPKM Darurat.

Baca juga: 15 Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika yang Harus Dibiasakan

Tak ada yang bisa menjamin apakah Covid-19 bakal terkendali selepas tanggal 20 Juli 2021 nanti. Ada banyak kisah di luar negeri, negara-negara yang sudah menetapkan lockdown terpaksa menambah masa pembatasan sosial lantaran wabah corona yang masih menggila. Bisa saja ketika PPKM Darurat di Jawa-Bali ini terpaksa diperpanjang, bukan?

Akan bikin stres kalau ternyata PPKM Darurat diperpanjang dan Anda sudah terlanjur banyak belanja dengan kartu kredit, tentu bakal dibebani dengan tagihan bulanan.

Tagihan bulanan sudah pasti akan mengurangi penghasilan dan membuat anggaran makin kacau. Untuk itulah daripada bikin pusing di akhir bulan, coba kurangi penggunaan kartu kredit.

Bahkan jika perlu, Anda anggarkan secara khusus sebagian dari penghasilan untuk membayar hutang-hutang yang dimiliki. Entah hutang konsumtif atau produktif, terutama tagihan kartu kredit supaya Anda bisa melalui masa PPKM Darurat ini lebih tenang dalam hal finansial.

6. Selektif Pilih Pengeluaran

Seluruh tips atur keuangan yang dibahas kali ini tak akan pernah berhasil kalau Anda masih suka menggunakan penghasilan untuk hal yang tidak dibutuhkan.

Misalkan saja, belanja online padahal produk yang diinginkan tidak bersifat urgent. Anda harus dapat berpikir logis bahwa PPKM Darurat bukanlah akhir dari pandemi Covid-19.

Seperti yang sudah disinggung, tak ada yang tahu kapan wabah corona ini berlangsung, jadi supaya kehidupan tetap nyaman, finansial harus dikelola dengan baik.

Kurangi pengeluaran yang tidak perlu seperti biaya beli minuman boba, pergi ke salon sampai nongkrong di cafe. Daripada pengeluaran yang tak berguna, alokasikan penghasilan ke pembelian masker dan bahan baku makanan bernutrisi tinggi.

7. Punya Asuransi Kesehatan

© The Manomet Current

Dengan jumlah total kasus 2,31 juta per hari Selasa (6/7) siang, Indonesia mencatat penambahan Covid-19 terbesar kedua di dunia pada Senin (5/7) kemarin yakni 29.745 kasus.

Hal ini tentu seolah jadi alarm bahwa wabah corona bisa menyerang siapapun dan tinggal tunggu waktu. Dalam kondisi seperti ini, Anda harus bisa memberikan perlindungan pada kesehatan diri.

Untuk itulah tips atur keuangan berikutnya yang wajib diterapkan adalah dengan mempunyai asuransi kesehatan. Selalu bayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu untuk seluruh anggota keluarga, dan jika perlu beri tambahan asuransi kesehatan swasta yang memberikan perlindungan atas Covid-19.

Tunggu, bukankah pengobatan pasien Covid-19 ditanggung oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan)?

Benar.

Namun itu berlaku jika Anda menjalani perawatan inap di rumah sakit. Sedangkan karena saat ini kondisi rumah sakit sudah penuh dan semakin menggilanya varian baru Covid-19, bisa saja Anda yang bergejala ringan-sedang menjalani isoman dan memenuhi sendiri seluruh pengeluaran yang dibutuhkan. Untuk itulah, adanya asuransi kesehatan swasta akan membantu.

Baca juga: Cara Atur Penghasilan dan Pengeluaran Tahunan yang Sering Terlupakan

8. Cari Tambahan Penghasilan

Meskipun terdengar klise, tips atur keuangan supaya tetap nyaman dalam hal finansial selama PPKM Darurat adalah mencari tambahan penghasilan baru.

Yap, Anda yang mungkin saat ini menjalani WFH (Work From Home), bisa melirik sejumlah pekerjaan sampingan yang menjanjikan seperti berjualan pulsa, kuliner online sampai dropshipper, supaya dapat penghasilan tambahan.

9. Sisihkan Dana Darurat

© Shutterstock/ChristianChan

Tips atur keuangan selama PPKM Darurat yang terakhir adalah dengan tetap menyisihkan dana darurat. Yap, seberat apapun beban pengeluaran yang Anda miliki, dana darurat penting untuk disiapkan. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 yang serba tidak menentu ini, kalau memang ingin finansial tetap sehat, dana darurat sangat wajib dimiliki.

Tak ada yang bisa menduga bagaimana kondisi keuangan di masa depan, sehingga daripada menyerahkan takdir kepada situasi tak menentu, jauh lebih bijaksana menyisihkan penghasilan. Untuk dana darurat biasanya wajib menyimpan minimal lima persen dari penghasilan. Jika Anda memiliki gaji bulanan Rp2 juta, setidaknya Rp100 ribu sudah disisihkan secara rutin.

PPKM Darurat bukanlah alasan bagi Anda untuk melewati dana darurat, karena justru kondisi ini menjadi pengingat betapa bergunanya punya dana darurat. Apalagi kalau mendadak ada anggota keluarga yang menjadi sumber penghasilan ternyata positif terjangkit Covid-19 dan harus isoman (isolasi mandiri), dana darurat tentu akan membantu finansial tetap stabil.

Kesimpulan

Bagaimana? Sangat menarik sekali bukan membahas sejumlah tips atur keuangan supaya tetap sehat dalam hal finansial selama PPKM Darurat ini? Dengan masih menyisakan sekitar sepekan, Anda tentu harus siap kalau pembatasan ini bakal diperpanjang pemerintah. Namun karena persiapan keuangan sudah maksimal, Anda bisa menghadapi Covid-19 lebih tenang.

Arai Amelya: Pecinta seni yang harus menikahi jurnalistik dan penulisan