10 Tips Belajar Saham Bagi Pemula di Tahun 2020

Tahun 2020 sudah dimulai. Tentu banyak di antara Anda yang sudah memiliki resolusi-resolusi kan? Ada yang merancang resolusi pendidikan, resolusi kehidupan asmara, resolusi pekerjaan, resolusi kesehatan, resolusi travelling hingga resolusi keuangan. Berbagai harapan tentu digantung setinggi mungkin supaya 2020 bisa jadi lebih baik daripada 2019.

Khusus untuk resolusi keuangan yang lebih baik, tentu harus dibarengi dengan investasi yang tepat. Kenapa harus investasi? Karena investasi adalah satu-satunya cara dalam meraih cuan (keuntungan) di masa depan. Melalui investasi, Anda sudah memulai tahapan baru dalam pengelolaan keuangan. Beruntung saat ini ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih dengan salah satunya yang begitu digandrungi adalah saham.

Yap, saham memang menduduki peringkat teratas dalam memberikan cuan. Keuntungan dalam investasi saham bisa mencapai puluhan atau belasan kali lipat. Bahkan salah satu orang terkaya di planet bumi adalah Warren Buffett yang merupakan investor legendaris. Hanya saja dengan iming-iming keuntungan yang besar, investasi saham juga memiliki risiko tinggi pula. Namun tenang saja, asalkan Anda cukup memahami seluk beluk saham, pasti bisa cuan.

Baca juga: 10 Investasi Return Terbaik Bagi Anda di Tahun 2020

10 Tips Belajar Saham Untuk Anda Para Calon Investor Pemula

1. Pahami Dulu Soal Saham

tips belajar saham - memahami dunia saham

Tips paling mendasar yang harus dilakukan setiap calon investor saham adalah dengan memahami seluk beluk saham itu sendiri. Anda harus tahu bahwa ketika membeli saham, Anda telah melakukan investasi dalam usaha atau bisnis.

Sama halnya seperti Anda ikut menanamkan modal ke usaha fotokopi saudara, seperti itulah investasi saham bekerja. Sehingga ketika seseorang membeli saham, Anda mempunyai bukti kepemilikan bisnis tersebut. Dengan membeli saham, Anda menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada jajaran manajemen demi meningkatkan nilai perusahaan.

Ketahui juga bahwa dalam investasi saham, satuan pembeliannya adalah 1 lot alias 100 lembar saham. Nantinya setiap investor akan memperoleh dua keuntungan yakni capital gain (keuntungan atas kenaikan harga) serta dividen (pembagian keuntungan perusahaan). Sementara untuk risiko saham adalah capital loss (kerugian atas penurunan harga) dan risiko likuidasi (perusahaan bangkrut).

2. Mulai Dengan Modal Kecil

Sudah memahami seluk beluk saham dan langsung ingin mulai? Bagus! Namun tips yang harus Anda ingat terutama jika masih jadi investor pemula adalah memulainya dengan modal kecil.

Dengan modal yang minim, kerugian yang diderita jelas tak terlalu besar meskipun untungnya juga kecil. Karena langkah awal ini bertujuan agar Anda bisa belajar dunia saham alih-alih untung, sampai melakukan analisis yang sudah pasti butuh waktu.

Ketentuan di bursa saham adalah untuk melakukan investasi minimal harus membeli 1 lot saham. Jika Anda ingin beli saham bank BCA dengan harga per lembar misalnya Rp34 ribu, maka harus menyiapkan modal Rp3,4 juta sebagai modal awal.

Terlalu besar? Pilih saja saham di bank BRI dengan harga per lembar Rp4.400 karena cuma butuh uang Rp440 ribu saja sebagai modal awal. Sangat terjangkau, bukan?

Nantinya jika sudah memulai dengan modal awal, barulah Anda melakukan pengelolaan keuangan yang tepat. Anda harus memiliki budget investasi bulanan misalkan menyisihkan Rp1 juta dari penghasilan per bulan. Jika penghasilan meningkat, usahakan untuk menambah dana khusus investasi saham. Asalkan Anda cukup konsisten dan disiplin, sudah pasti bakal cuan.

3. Pilih Saham Blue Chip

tips belajar saham - beli saham blue chip

Agar meminimalisir kerugian, tips untuk pemula yang mau beli saham adalah memilih saham-saham blue chip. Secara mudah, saham blue chip merujuk pada saham-saham milik perusahaan dengan kualitas terbaik dan fundamental yang positif.

Ciri-ciri pemilik saham blue chip biasanya adalah perusahaan publik yang punya usaha jelas dengan produk yang laku di pasaran, tak banyak hutang dan pastinya manajemen sangat profesional bertanggung jawab.

Beberapa saham blue chip yang tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti BBCA milik bank BCA (Rp34 ribu), BBRI milik bank BRI (Rp4.400) dan UNVR milik perusahaan consumer goods terbaik di Indonesia yakni Unilever Indonesia (Rp8.575).

Salah satu alasan terkuat kenapa investor pemula disarankan membeli saham blue chip adalah ketika pasar saham terkoreksi, saham-saham blue chip biasanya bergerak naik lebih dulu dan lebih cepat.

4. Lakukan Diversifikasi

Tips berikutnya bagi pemula yang masih baru pertama kali mau beli saham di tahun 2020 ini adalah melakukan diversifikasi investasi. Anda tentu ingat dengan kalimat ‘jangan meletakkan seluruh telurmu di dalam satu keranjang’.

Hal ini jika dianalogikan dalam dunia saham bermakna, jangan menempatkan semua uang pada satu saham atau satu jenis instrumen investasi. Kenapa begitu? Supaya ketika merugi, Anda masih memiliki dana cadangan yang ditempatkan di tempat lain.

Membeli saham-saham yang beragam akan membuat risiko Anda jauh lebih kecil daripada hanya fokus membeli satu saham. Karena ketika satu saham di sebuah perusahaan kinerjanya sedang turun, kemungkinan saham lainnya masih memberikan hasil positif.

Begitu pula jika diversifikasi investasi, Anda bisa mulai memperhitungkan membaginya ke saham, emas atau deposito. Sehingga saat investasi saham merugi, masih ada simpanan emas dan deposito.

Baca juga: 10 Cara Beli Saham Online Untuk Investasi Pemula Biar Cuan di 2020!

5. Bijak Pilih Sekuritas

Ketahuilah bahwa ketika Anda ingin berinvestasi dalam bentuk saham, harus membuka rekening efek alias rekening dana nasabah yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sekuritas.

Rekening efek sendiri bekerja selayaknya e-money, karena melalui saldo dalam rekening efek itulah, Anda bisa membeli saham. Setiap kali melakukan jual atau beli saham, Anda harus membayarkan biaya transaksi ke para broker (pialang) perusahaan sekuritas.

Untuk itulah tips supaya tidak kecewa, Anda harus memilih perusahaan sekuritas secara teliti. Mulai dari kinerja perusahaan, pengalaman para investor hingga besaran biaya transaksi yang dibebankan kepada Anda.

Setiap perusahaan sekuritas memiliki biaya yang berbeda-beda bisa 0.15%, 0.19%, 0.20% sampai 0.29%. Tentunya makin kecil biaya transaksi saham membuat investor makin untung. Tapi biasanya makin besar biaya transaksi, sebanding dengan makin memuaskannya layanan perusahaan sekuritas tersebut.

6. Antisipasi Saat Rugi

tips belajar saham - pahami average down

Yang namanya investasi saham tentu harus siap dengan segala risikonya. Bisa saja Anda beli saham di hari Jumat pekan lalu, kemudian ketika pembukaan pasar dibuka pada hari Senin eh tiba-tiba langsung rugi. Normal memang jika Anda begitu cemas, tapi cobalah tidak panik. Apalagi kalau Anda membeli saham blue chip, bisa dipastikan harga saham akan naik kembali.

Namun jika memang kerugian sudah di depan mata, cobalah untuk tetap berpikir jernih dan lakukan aksi average down. Apa maksudnya? Average Down adalah salah satu strategi investasi dengan melakukan pembelian saham secara bertahap ketika harga pasar menurun.

Dengan langkah antisipasti ini, maka nilai investasi tak akan ikut anjlok karena mengikuti harga pasar. Bahkan ketika kondisi pasar pulih, Anda bakal memperoleh return lebih besar.

7. Pahami Saham Jangka Panjang – Pendek

Supaya bisa cuan dalam dunia saham, Anda harus tahu tipe investor seperti apakah diri Anda. Apakah seorang investor jangka panjang atau jangka pendek. Dengan memahami seperti apa karakter investasi, maka Anda akan bisa menerapkan tips dan strategi yang tepat.

Jika Anda lebih suka bermain saham jangka panjang, usahakan untuk konsisten membeli saham setiap bulan sekalipun harganya naik atau turun, asalkan nilai kapitalnya besar.

Untuk mereka yang ingin sukses dalam bermain saham jangka panjang, tips paling utama adalah sabar. Sekadar informasi, BCA pertama kali menjual saham mereka di tahun 2000 dengan harga Rp500 per lembar.

Sekarang dalam waktu 20 tahun, saham BCA sudah melonjak lebih dari 14.000% sehingga sudah pasti mereka yang beli saham BCA dua dekade lalu, bakal meraup untung luar biasa fantastis!

Sementara itu kalau Anda lebih doyan investasi saham jangka pendek, ketahuilah jika risikonya lebih besar. Kenapa begitu? Karena investor jangka pendek harus mengetahui batas rendah harga saham yang menjadi target dan mengincar keuntungan di atas 5%.

Sehingga Anda harus memantau informasi dunia saham di berbagai media, serta mengikuti tren fluktuasi pasar saham. Mereka yang memilih jangka pendek harus siap melakukan trading saham dan tidak terlalu dianjurkan bagi investor pemula.

8. Waspada Saat Trading Saham

Anda seorang pemula tapi ingin mencoba bermain saham jangka pendek melalui trading? Tipsnya hanya satu yakni waspada serta hati-hati. Seseorang yang memilih trading saham alih-alih investasi, harus selalu memantau perdagangan setiap saat bahkan setiap menit, karena Anda jelas mengharapkan nilai perusahaan bisa meningkat sepanjang hari.

Mereka yang fokus melakukan trading saham sudah pasti memiliki market-timing yang tepat, lantaran harus bisa menentukan kapan harga saham anjlok untuk melakukan pembelian dan kapan harga saham melambung untuk melakukan penjualan. Lantaran cukup menyusahkan, mereka yang memilih menjadi trader harus benar-benar rajin belajar dari berbagai media dan platform.

Baca juga: 5 Perusahaan Sekuritas Terbaik di Indonesia

9. Belajar Analisis Saham

tips belajar saham - kenali analisis saham

Informasi memegang peranan yang sangat penting dalam dunia saham. Tips berikutnya bagi pemula adalah Anda harus bisa mengumpulkan informasi pergerakan pasar dari sumber yang tepat. Beruntung saat ini ada informasi yang bisa Anda peroleh secara gratis dari lembaga yang sangat kredibel yakni BEI.

BEI memang membuka akses informasi bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di dalam bursa, kepada publik umum. Bahkan sekalipun Anda tak membeli saham, masih bisa mengakses informasi itu di website resmi mereka.

Beberapa informasi seperti laporan keuangan perusahaan secara berkala, laporan tahunan, aksi korporasi hingga publik expose bisa diperoleh masyarakat umum secara gratis di BEI. Nantinya dengan informasi ini, Anda bisa belajar melakukan analisis dan review portofolio. Usahakan untuk rutin melakukannya secara berkala baik setiap 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan sekali.

Baca juga: 5 Aplikasi Trading Saham Terbaik dan Terpercaya Untuk Pemula

10. Enjoy dan Jangan Stres

Nah, tips terakhir yang harus diterapkan oleh para investor pemula adalah dengan selalu enjoy menikmati investasi saham.

Cobalah untuk tidak melihat pergerakan harga saham setiap hari, karena jika Anda memang memilih saham blue chip, sudah pasti perusahaan itu memiliki jajaran manajemen profesional yang bakal mengelola keuangan perusahaan secara baik.

Dengan tidak mengecek harga saham tiap hari, Anda jelas tak akan pusing dan stres. Jadi, biarkan uang-uang itu bekerja untuk Anda.

Bagaimana? Tidak sulit bukan sebetulnya untuk menjadi seorang investor saham? Asalkan Anda menerapkan tips-tips di atas, maka investasi saham tak akan menjadi sesuatu yang menakutkan.

Ingat, selalu belajar dari berbagai hal soal saham supaya Anda memperoleh keuntungan dan sanggup menghadapi kerugian. Jangan terlalu berharap untung besar di awal, karena seluruh investor saham sukses pasti memulainya dari langkah kecil. Yuk mulai investasi saham sekarang juga!

Apa itu saham?

Merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan.

Apa artinya 1 Lot Saham ?

Satuan pembelian saham adalah 1 Lot (100 lembar)

Keuntungan dan Resiko beli saham ?

Keuntungan, Mendapatkan Capital Gain (Keuntungan dari kenaikan Harga) dan Mendapatkan Dividen (Pembagian keuntungan perusahaan)
Risiko, Capital Loss (Kerugian atas penurunan harga) dan Risiko Likuidasi (Jika perusahaan bangkrut)

Cara beli dan jual saham ?

Beli saham, investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi ke sekuritas (fee broker).

Jual saham, dana yang didapat investor sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh.

Bagikan ;