6 Tips Beli Asuransi Unit Link Supaya Anti Tertipu

Dalam beberapa bulan terakhir, PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan Investasi) atau yang Anda kenal dengan nama unit link, menjadi bahan pembicaraan banyak orang karena ada banyaknya kasus penipuan yang diduga dialami nasabah PAYDI. Lantas apakah memang seburuk itu? Mungkin supaya berimbang, Anda bisa mencari tahu tips beli asuransi unit link yang tepat.

Sebelum mencari tahu seperti apa tips beli asuransi unit link, Anda perlu memahami bahwa maraknya kasus unit link ini dipicu oleh nasabah yang merasa rugi besar, lantaran aset investasi yang dipilih punya kinerja buruk. Nasabah yang merugi mengungkapkan ke media sosial yang membuat dampak semakin luas, dan memicu nasabah-nasabah unit link ramai-ramai menarik polis dan investasinya.

Tak main-main, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) seperti dilansir CNN Indonesia melaporkan bahwa jumlah nasabah unit link melorot dari tujuh juta orang tinggal 4,2 juta pemegang polis di akhir 2020. Kondisi ini dibenarkan oleh Ahmad Nasrullah selaku Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK. Di mana dirinya tak menampik pemberitaan kasus PAYDI di media makin melemahkan unit link.

Baca juga: 7 Pertimbangan Generasi Sandwich Saat Beli Asuransi Kesehatan

Hanya saja OJK ternyata punya pandangan lain di mana mereka berharap kalau ekosistem bisnis unit link bisa kembali kondusif dan memberikan manfaat. Supaya terwujud, OJK berharap calon nasabah mempelajari betul tips beli asuransi unit link supaya tidak mudah tergiur dengan rayuan untung besar, tanpa mempelajari risiko kerugiannya.

mengenal asuransi unit link
© Canva

Agar Anda bisa memahami tips beli asuransi unit link secara tepat, tentu harus tahu terlebih dulu apa sih unit link itu?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, unit link jelas berbeda dengan asuransi jiwa murni, arusansi kesehatan murni bahkan asuransi pendidikan murni. Di mana perusahaan penerbit asuransi unit link, memadukan produk perlindungan alias proyeksi dengan investasi. Hal inilah yang membuat calon nasabah mudah terpikat lantaran tergiur dengan adanya return dalam produk investasi unit link.

Lantaran memadukan dua produk, maka nasabah unit link akan memperoleh perlindungan risiko kematian, sakit hingga cacat, sekaligus return dari alokasi dana investasi, sehingga pemegang polis bisa mencapai tujuan keuangan tertentu.

Lantas, bagaimana cara kerja asuransi unit link?

Semua dimulai saat Anda sebagai pemegang polis, membayarkan premi awal yang sudah disepakati. Nantinya premi tersebut akan dipotong biaya akuisisi. Sekadar informasi, biaya akuisisi merupakan dana operasional perusahaan termasuk komisi agen. Besaran premi yang tersisa akan disalurkan ke beberapa aset investasi mulai dari saham, obligasi hingga reksadana yang semuanya memiliki profit besar.

Nah, hasil dari investasi-investasi efek itulah yang akan digunakan untuk membayar biaya asuransi pemegang polis termasuk pembayaran administrasi perusahaan. Jika seluruh pembayaran yang dibebankan pada nasabah sudah terselesaikan, barulah nilai yang tersisa menjadi hak pemegang polis sepenuhnya dan bisa dicairkan seperti untuk kebutuhan pensiun.

untung rugi unit link
© AAMI

Sebagai produk keuangan, asuransi unit link juga bersifat sama seperti ’rekan-rekannya’ yang lain yakni punya untung-ruginya sendiri. Hanya saja karena unit link memiliki porsi investasi, tentu potensi untung-ruginya bakal berbeda. Seperti apa? Berikut penjelasan singkatnya:

Besar Proteksi Tergantung Investasi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, unit link berbeda dengan produk asuransi lainnya. Di mana hasil investasi itulah yang akan mempengaruhi besar-kecil nilai polis yang Anda miliki di masa depan. Sehingga sudah pasti jika aset investasi yang dipilih punya kinerja positif, maka semua biaya proteksi bakal terpenuhi. Namun jika tidak, nasabah harus menambah dana alias top up agar asuransi aktif.

Anda juga harus tahu bahwa kebanyakan perusahaan yang menawarkan asuransi unit link akan meminta calon nasabah membayar premi di 10 tahun pertama saja, sebelum akhirnya cuti. Namun kondisi ini berdampak di mana untuk premi tahun-tahun berikutnya, akan diambil dari alokasi investasi sehingga bisa saja nilai dan profit investasi Anda bakal berkurang.

Yang patut jadi pertimbangan pula, perusahaan unit link tidak bisa membebaskan pemegang polis untuk mengubah instrumen investasi yang sudah dipilih. Sehingga karena Anda tidak cukup leluasa untuk mengalihkan dana investasi, pilihlah instrumen dengan benar-benar bijaksana supaya memperoleh yang mampu memberikan cuan maksimal.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Cara dan Syarat Klaim Asuransi Kesehatan (Terlengkap)

Tidak Ada Premi Tetap

Berbeda dengan asuransi pada umumnya, besaran premi unit link tidak tetap alias bisa berubah. Namun selama nilai investasi tidak merosot, sudah pasti premi yang dibayar bakal tetap. Sedangkan saat nilai investasi berubah dan terjadi selisih biaya, maka akan diambil dari nilai polis yang dimiliki, tanpa perlu merepotkan nasabah lagi. Tak perlu cemas, jika performa aset positif, selisih biaya bakal tertutup.

Ada Biaya Tambahan

Lagi-lagi karena merupakan paduan asuransi dan investasi, ada sejumlah biaya yang dibebankan kepada nasabah. Meskipun memang peluang untung lebih besar apalagi jika aset yang dipilih tengah gemilang, sejumlah biaya harus diperhatikan. Mulai dari biaya akuisisi yang meliputi komisi agen dan operasional perusahaan, spread jual beli aset investasi, biaya pembelian investasi dan administrasi bulanan.

Tahun Pertama Tanpa Profit

Kendati memang mengalokasikan premi untuk proteksi dan aset investasi, rupanya nasabah tak akan memperoleh keuntungan di tahun pertama. Kenapa begitu? Karena untuk tahun pertama, seluruh premi disalurkan untuk biaya akuisisi (70% untuk perusahaan mengelola polis asuransi, 30% untuk komisi agen). Sekadar informasi, investasi dari unit link baru mulai terlihat di atas tahun kelima.

Jangka Pertanggungan Panjang

Dan inilah hal terakhir yang bisa dibahas dari asuransi unit link yakni memiliki manfaat yang bisa saja bertambah. Yap, asuransi unit link menawarkan manfaat yang cukup fleksibel di mana nasabah bisa menambah sesuai hati. Kemudian jangka waktu pertanggungan perlindungan yakni cukup panjang sampai nasabah berusia 99 tahun (bisa diperhatikan dalam polis).

Tentu dengan memahami untung ruginya, Anda bisa melakukan pertimbangan secara tepat saat hendak membeli asuransi unit link. Nah, supaya Anda bisa memaksimalkan cuan, berikut beberapa tips beli asuransi unit link yang dapat dicoba:

1. Pahami Biaya

biaya unit link
via Blue Topaz

Tips beli asuransi unit link yang pertama dan harus diperhatikan adalah perihal biaya. Banyak nasabah unit link yang mengaku jadi korban dan kecewa karena dikenai biaya tambahan tiba-tiba. Biasanya menurut korban, ini terjadi lantaran pihak perusahaan asuransi tidak transparan.

Namun bisa saja lantaran nasabah tidak mau bertanya lebih lanjut kepada agen mengenai sejumlah biaya yang sebetulnya merupakan kewajiban calon nasabah. Supaya tidak merugi di kemudian hari, tanyakan perihal seluruh biaya yang bakal dibebankan pemegang polis sebelum akhirnya Anda resmi membeli produk asuransi unit link.

2. Polis Wajib Dibaca

pelajari polis asuransi
© First Ireland

Tidak banyak yang sadar bahwa tips beli asuransi unit link berikutnya yang tak kalah penting adalah membaca dengan seksama, polis unit link yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan. Meskipun terlihat begitu panjang dan berlembar-lembar, faktanya dalam dokumen polis memuat banyak hal mulai dari aturan klaim asuransi sampai batas waktu pencairan.

Banyak nasabah asuransi unit link yang keburu emosi dan naik pitam ke pihak perusahaan, menilai pencairan dana begitu berbelit-belit dan luar biasa lama padahal sudah tertera dalam lembaran polis asuransi. Untuk itulah supaya tidak melakukan kesulitan, baca semua informasi di dalam lembaran polis secara teliti.

Baca juga: Jenis, Produk dan Tips Memilih Asuransi Kesehatan Untuk Perempuan

3. Perusahaan Wajib OJK

Dari banyaknya kasus penipuan PAYDI yang dialami masyarakat, ada banyak yang ternyata membeli polis unit link dari perusahaan yang tidak berizin dan diawasi OJK. Hal ini jelas merepotkan karena artinya pihak OJK tidak bisa menindaklanjuti laporan kasus. Sedangkan kalau Anda bergabung dengan perusahaan investasi yang sudah di bawah naungan OJK, bakal mudah meminta pertanggung jawaban.

Untuk itulah ketika hendak membeli polis asuransi unit link, ada baiknya Anda mencari informasi apakah perusahaan asuransi itu sudah berizin dan terdaftar resmi OJK atau tidak. Bahkan jika perlu, lakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui apakah perusahaan pernah terjerat kasus penipuan unit link, supaya Anda bisa lebih tenang terutama dalam hal pencairan polis.

4. Jangan Fokus Imbal Hasil

Tips beli asuransi unit link berikutnya yang kerap tidak dipedulikan adalah perihal imbal hasil. Memang dalam pembelian unit link, bagaimanapun juga Anda pasti akan tergiur pada profit produk investasi. Namun seperti yang Anda tahu, semakin besar peluang untung sebuah aset investasi, sejalan dengan risiko kerugiannya. Dengan begitu Anda bisa lebih waspada.

Terutama jika ada agen atau perusahaan asuransi unit link yang merayu dengan imbal hasil besar serta tetap, tapi premi sangat kecil, Anda jangan mudah percaya. Apalagi dengan unit link yang untuk tahun pertama peluang profit sangat kecil, termasuk adanya kewajiban iuran asuransi, menjanjikan imbal hasil luar biasa besar  dalam waktu sangat singkat terdengar tak masuk akal.

5. Sesuaikan Profil Risiko

profil risiko investasi
© mylighthouseco

Mayoritas mereka yang jadi korban asuransi unit link melakukan kesalahan dengan tidak paham profil risiko diri sendiri. Padahal seperti halnya investasi, asuransi unit link mewajibkan seluruh pemegang polis untuk tahu profil risikonya. Misalkan saja Anda adalah tipe orang konservatif yang cari aman, pihak asuransi akan menyalurkan dana investasi ke reksadana pasar uang.

Namun jika Anda adalah tipe investor yang agresif dan benar-benar ambil risiko, biasanya pihak asuransi unit link akan menyarankan investasi pada saham. Seperti yang Anda tahu, saham punya peluang untung yang sama besarnya dengan potensi kerugian. Sehingga kalau Anda memilih jadi investor agresif, harus bisa berlapang dada saat produk investasinya di asuransi unit link jadi merugi.

6. Agen Wajib AAJI

cek status agen asuransi
via expatica

Tips beli asuransi unit link yang terakhir adalah perkara agen asuransi. Seperti yang Anda tahu, ada banyak sekali agen asuransi yang menawarkan produk unit link di mana saja. Nah, supaya tak tertipu agen abal-abal, ada baiknya kalau Anda memilih agen asuransi unit link yang telah mengantongi sertifikat khusus dari AAJI (Asosiasi Asuransi JIwa Indonesia).

Baca juga: 5 Asuransi Syariah Terbaik 2021, Mana yang Ingin Anda Pilih?

Sebagai calon pemegang polis, Anda berhak bertanya mengenai adanya sertifikat AAJI yang wajib dimiliki agen asuransi. Dengan begitu Anda tahu bahwa uang premi asuransi memang benar-benar akan langsung ke pihak perusahaan dan dikelola tepat baik untuk proteksi maupun investasi.

Dengan cukup memahami seperti apa tips beli asuransi unit link yang tepat, Anda tentu tak akan keliru dalam menjalankan asuransi jenis ini. Karena dengan manfaat ganda yang ditawarkan, asuransi unit link jelas membuat nasabahnya tenang karena selain terlindungi, juga berpeluang untung besar lewat investasi. Jadi, apakah Anda berminat beli asuransi unit link?

Tinggalkan komentar