10 Tips Beli Reksadana Murah, Mudah dan Menguntungkan

Ketika semakin banyak orang paham pentingnya investasi, informasi tips beli reksadana murah memang banyak dibutuhkan. Seperti yang diketahui, reksadana memang cukup banyak peminatnya terutama di kalangan investor pemula.

Dibandingkan instrumen investasi yang lain, reksadana dipandang jauh lebih efektif dan efisien. Anda tak perlu ribet mempelajari seluk belum pasar ekuitas, karena ada MI (Manajer Investasi) yang bertanggung jawab atas pengelolaan portfolio reksadana Anda.

Keberadaan MI ini membuat para investor pemula yang tak tahu sama sekali soal investasi dan harus disibukkan dengan pekerjaan sehari-hari, begitu tertolong. Belum lagi modal yang dikeluarkan untuk investasi reksadana tidak sebesar saham atau properti, menjadikan instrumen ini sangat layak dipilih bagi Anda yang hendak mengawali diri sebagai investor.

Baca juga: Apa itu Reksadana? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Supaya investasi reksadana bisa jadi kegiatan yang makin menarik, berikut akan kami bahas beberapa tips beli reksadana murah yang bisa dipertimbangkan. Bukan hanya murah, tips-tips berikut ini akan membuat Anda bisa beli reksadana dengan sangat mudah dan pastinya menguntungkan.

Inilah 10 Tips Beli Reksadana Murah dan Pasti Untung

1. Beli Reksadana Secara Online

Beli Reksadana Secara Online
© The Economic Times

Tips beli reksadana murah yang pertama adalah manfaatkan betul internet. Maksudnya adalah Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan pembelian aset investasi ini secara online.

Lhoh, memang bisa? Tentu saja!

Perkembangan zaman yang serba online membuat reksadana ikut berubah semakin efektif dan efisien. Jika dulu untuk membeli reksadana harus datang ke perusahaan sekuritas, menemui MI atau ke bank kustodian, saat ini semua dilakukan secara mudah lewat aplikasi atau website resmi agen penjual reksadana.

Dengan membeli reksadana secara online, Anda tak perlu repot-repot keluar rumah apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit. Lagipula beberapa MI biasanya menggratiskan biaya pembelian reksadana secara online, Anda pun bakal lebih untung.

2. Awali dengan Modal Kecil

Kendati reksadana dianggap sebagai instrumen investasi yang cukup aman, tetap saja supaya lebih merasa nyaman, Anda bisa memulai investasi reksadana dengan modal kecil.

Seolah menjawab kebutuhan masyarakat, kini agen-agen penjual reksadana pun menawarkan pembelian instrumen yang satu ini dengan modal yang sangat terjangkau. Yap, Anda bahkan bisa mulai berinvestasi dengan Rp100 ribu.

Dengan modal awal pembelian reksadana yang sangat terjangkau ini, Anda tentu akan merasa makin tenang karena tak perlu bingung kehilangan jika reksadana yang dibeli bakal merugi.

Modal pembelian Rp100 ribu juga dapat dimanfaatkan kalangan first jobber atau investor pemula, karena Anda bisa lebih menggunakan selembar uang kertas berwarna dominan merah itu secara bijaksana.

Baca juga: 4 Jenis Investasi Reksadana Menguntungkan dan Aman

3. Baca Dokumen Prospektus

Baca Dokumen Prospektus
© DBS Bank

Tips beli reksadana murah yang mudah dan menguntungkan berikutnya adalah dengan memastikan diri untuk membaca dokumen prospektus secara teliti.

Sekadar informasi, prospektus reksadana adalah dokumen yang berisi informasi mendetail soal produk reksadana itu sendiri. Di dalam prospektus Anda bisa mengetahui bagaimana pembentukan reksadana, penyebarluasan prospektus hingga formulir penyertaan reksadana dan pembubaran reksadana.

Biasanya prospektus akan diperbaharui oleh MI dalam jangka waktu tertentu, agar investor selalu memperoleh dan penawaran serta informasi terbau soal reksadana.

Karena itulah supaya merasa tenang, Anda wajib membaca bab demi bab dalam dokumen prospektus karena memang menjadi salah satu tips beli reksadana murah dan berkualitas.

4. Bijak Pilih MI

Keberadaan MI memang menjadi ujung tombak dari reksadana. Karena peran MI yang sangat penting itulah, Anda sebagai investor harus menggunakan MI yang memang terbukti memiliki layanan berkualitas.

Tentunya setiap MI memiliki tarif yang berbeda-beda. Supaya memperoleh MI yang terbaik sekaligus terpercaya, Anda harus mencari tahu terlebih dulu rekam jejak MI tersebut.

Jangan mudah tergiur dengan MI yang menawarkan biaya begitu murah, tapi ternyata malah oknum investasi bodong. Ingat, dalam investasi reksadana seluruh kerugian akan ditanggung investor, alih-alih pemerintah.

Sehingga kalau Anda terjebak MI tak bertanggung jawab, Anda sendiri yang bakal merugi. Karena itulah bijak dalam memilih MI menjadi salah satu tips beli reksadana murah yang aman dan sudah pasti menguntungkan.

5. Baca Fund-Fact Sheet

Baca Fund-Fact Sheet
© CNBC

Selain membaca dokumen prospektus, tips beli reksadana murah selanjutnya adalah pastikan Anda memahami sekaligus membaca fund-fact sheet. Memang apa sih fund-fact sheet itu?

Fund-fact sheet merupakan laporan produk reksadana yang diterbitkan oleh perusahaan MI. Dimana dalam fund-fact sheet berisikan kinerja produk reksadana sekaligus informasi jumlah dana yang dikelola MI dan portfolio investor. Melalui fund-fact sheet, Anda bisa mencermati NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan unit penyertaan reksadana.

Tak hanya itu saja, dalam fund-fact sheet juga dipaparkan mengenai informasi harga dan kinerja reksadana dalam kurun waktu tertentu seperti sebulan, tiga bulan atau year to date. Anda pun dapat memperoleh informasi pembanding kinerja produk reksadana dengan indeks. Tentunya jika paham fund-fact sheet, Anda akan mendapat produk reksadana terbaik.

6. Tetap Pantau Reksadana

Meskipun memang dalam reksadana ada MI yang bertanggung jawab mengelola dana, Anda sebagai investor harus tetap melakukan pantauan. Tak perlu ribet, saat ini sudah ada banyak platform online yang digunakan oleh perusahaan MI agar investor bisa melakukan pantauan kinerja reksadana mereka. Dengan memantau reksadana, Anda akan tahu apakah instrumen itu memberikan profit atau malah risiko kerugian.

Baca juga: 5 Pilihan Bank Penjual Reksadana Terbaik 2020

Namun satu hal yang harus diingat, Anda tak perlu memantai kinerja reksadana sepanjang hari dan sepanjang waktu. Cukup seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali, agar Anda bisa melihat bagaimana reksadana itu berjalan. Dengan tetap melakukan pantauan reksadana, artinya Anda tetap mempunyai tanggung jawab diri sebagai investor.

7. Tentukan Platform

Tentukan Platform
© US News

Pada dasarnya ada dua jenis platform yang ditawarkan perusahaan sekuritas dalam investasi reksadana. Platform jenis pertama biasanya menyediakan berbagai produk reksadana dari aneka MI.

Sementara platform jenis kedua, hanya menawarkan satu pihak MI dengan produk yang terbatas. Namun platform jenis kedua ini diuntungkan pada potongan biaya transaksi investasi reksadana yang lebih besar.

Hanya saja sebagai investor, ada baiknya Anda untuk memilih platform jenis pertama saja. Kenapa? Semua berkaitan dengan aksi diversifikasi reksadana.

Dimana ada baiknya Anda meletakkan dana pada produk reksadana yang berbeda alias diversifikasi, sehingga ketika satu produk mengalami kerugian, produk lain tetap meraih hasil stabil sehingga investor masih untung. Namun kalau seluruh dana Anda dimasukkan ke satu produk reksadana dan merugi, maka uang Anda bisa lenyap.

8. Manfaatkan Auto-Invest

Karena investasi reksadana ini menjadi tanggung jawab perorangan, kadang kala beberapa investor sampai lupa menyetorkan dana ke pihak MI untuk pembelian produk reksadana lagi.

Ini memang jadi salah satu kekurangan reksadana karena tidak sama seperti deposito, yang selalu memiliki pemberitahuan untuk menabung.

Namun saat ini masalah itu sudah bisa teratasi lantaran banyak aplikasi penjualan reksadana online yang menawarkan fitur auto-invest.

Seperti namanya, auto-invest ini memungkinkan dana investor terpotong secara otomatis di rekening dalam waktu yang sudah dijadwalkan, untuk melakukan pembelian reksadana.

Dengan adanya auto-invest ini, Anda tak perlu cemas kehilangan momentum pembelian reksadana dan makin disiplin berinvestasi.

9. Hindari Aksi Trading

Hindari Aksi Trading
© Wall Street Journal

Sebagai instrumen investasi yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang, beberapa orang kadang tak sabar saat memilih reksadana. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah melakukan aksi trading.

Trading dalam investasi reksadana maksudnya adalah menjual atau membeli reksadana dalam jangka pendek, supaya meraup untung dalam pergerakan harga.

Namun bagi Anda yang masih pemula dan sama sekali tak tahu dunia investasi, trading reksadana bukanlah hal yang disarankan.

Kenapa begitu?

Karena Anda tak bisa menebak pergerakan harga reksdana dalam waktu singkat. Lalu ketika Anda terus-menerus bertransaksi lewat trading, Anda bisa bangkrut lantaran membayar fee transaksi lebih besar.

Baca juga: Inilah Panduan Beli Reksadana Lewat Aplikasi Online

Jika biaya yang dikeluarkan lebih besar, sudah pasti return yang didapat makin kecil dan sudah pasti merugikan. Untuk menyiasati keinginan investasi jangka pendek, Anda bisa mempertimbangkan produk reksadan selain reksadana saham.

10. Pilih Reksadana Berkualitas

Nah, tips beli reksadana murah yang terakhir adalah pastikan Anda memilih produk yang berkualitas. Berbeda dengan investasi emas yang cuma satu jenis, reksadana mempunyai banyak sekali jenis.

Ada reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Selain produk yang berbeda, pihak MI dan sekuritas yang menawarkan pun sangat beragam.

Lantas bagaimana untuk memperoleh produk reksadana berkualitas? Ada baiknya Anda mempertimbangkan rekam jejak prestasi perusahaan MI.

Sekadar informasi, biasanya perusahaan-perusahaan MI dinilai kinerjanya oleh lembaga independen dalam hal keseimbangan return dan risiko.

Perusahaan MI yang baik tentu akan memperoleh prestasi yang membuktikan jika mereka memberikan return dan risiko yang berimbang serta masuk akal.

Tentunya jika kedua hal itu masuk akal, maka sudah pasti produk reksdana yang ditawarkan sangat berkualitas. Sehingga dengan begitu Anda bisa membeli tanpa perlu merasa cemas. Karena ketika Anda sudah benar-benar memahami bagaimana tips beli reksadana murah yang mudah, aman dan menguntungkan, Anda tak bisa melakukan investasi reksadana dengan jauh lebih tenang dan nyaman.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar