6 Tips Bisnis Rental Mobil Bertahan Saat Virus Corona

Hingga bulan Mei 2020, tampaknya Covid-19 belum mau berakhir. Di Indonesia sendiri sampai hari Sabtu (2/5) sore, sudah ada lebih dari 10.800 kasus positif Covid-19. Lantaran masih terus meningkat, pemerintah pun akhirnya sudah mulai mengeluarkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah.

Kawasan ibukota Jakarta dengan daerah-daerah pendukungnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga Bandung sudah memulai PSBB sejak bulan April kemarin. Bukan hanya di area pusat pemerintahan, provinsi Jawa Timur juga sudah menetapkan PSBB di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik) yang langsung berdampak ke kondisi masyarakatnya.

Dengan adanya PSBB, tradisi mudik pun dilarang dilakukan pada Ramadhan dan Lebaran tahun 2020 ini. Karena adanya pelarangan mobilisasi massa, sektor transportasi yang mengalami beban terburuk. Angkutan umum mulai dari bus, kereta api, kapal laut hingga pesawat terbang langsung merugi karena adanya PSBB dan pelarangan mudik.

Namun selain transportasi umum, para pemilik usaha rental kendaraan bermotor terutama mobil, juga mengalami dampak yang sangat parah. Jika dalam momen Ramadhan-Lebaran sebelumnya selalu meraup untung berkali-kali lipat, kini mereka hanya bisa pasrah menerima nasib. Penghasilan pun menurun drastis karena Covid-19 sehingga membuat pemilik bisnis rental mobil harus berpikir bijaksana.

Baca juga: 10 Kiat Ampuh Bisnis Tidak Ambruk dan Tetap Cuan Saat Corona

Covid-19 Bikin Omzet Rental Kendaraan Anjlok Drastis

garasi bus Pandawa di Cianjur © pandawa87cianjur.com

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa rental mobil adalah salah satu bisnis yang terkena dampak terburuk akibat Covid-19. Khususnya di wilayah DKI Jakarta, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ini membuat pemilik bisnis rental kendaraan mengalami penurunan omzet gila-gilaan.

Kisnanto Hadi Pribowo selaku Manajer Operasional Sembodo rental mobil dan bus pariwisata di Jakarta Selatan pun angkat bicara kepada Kompas. Menurut Bowo, ada banyak konsumen yang tidak jadi menyewa kendaraan. Bahkan jika biasanya ada 10-15 unit kendaraan dipesan di Sembodo, sejak wabah corona menyerang tinggal 2-3 unit saja.

Menguatkan penjelasan Bowo, Vina selaku Marketing Manager Sembodo juga menjelaskan kalau penurunan omzet sewa kendaraan bisa sampai 80-90%. Dalam kondisi normal, ada 50 perusahaan yang rata-rata menyewa 20 unit mobil tiap bulannya ke Sembodo. Namun lantaran Covid-19 yang membuat gaya hidup berubah, bisa anjlok tinggal 10 perusahaan.

Senada dengan itu, Hendri dari Agra Rent Car di Depok juga membenarkan kalau pembatalan sewa banyak dilakukan sejak pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 untuk kali pertama di bulan Maret 2020. Bukan hanya di Depok, pemilik bisnis rental kendaraan di Bekasi yakni Kika Syafii Mustaqim juga ikut mengalami imbas buruk wabah corona.

Pelaku UMKM yang memiliki Cipendawa Rent Bus ini sampai menyebutkan kalau tidak ada yang melakukan penyewaan bus sejak Covid-19 makin parah, seperti dilansir Liputan6. Menurut Kika, mayoritas pengguna jasa mereka adalah turis asing dari Korea Selatan, Jepang hingga China maupun kepentingan dinas. Dengan penghasilan yang terus menurun tapi operasional bisnis harus berjalan, banyak pebisnis rental kendaraan sampai memangkas jumlah karyawan.

Inilah 6 Tips Agar Bisnis Rental Mobil Kuat di Tengah Covid-19

Jika dihitung sejak pertama kali Covid-19 ini menyebar, maka sudah lebih 1,5 bulan lamanya Indonesia bertarung dengan virus yang disebabkan oleh strain coronavirus ini. Lantaran tidak ada yang tahu kapan Covid-19 bakal berakhir dan dengan fakta jumlah kasus positif makin membengkak, diperlukan strategi khusus untuk bertahan.

Apalagi dengan kebijakan PSBB yang jelas-jelas melarang kegiatan mudik, tak ada lagi harapan untuk bisa meraup keuntungan dan omzet berlipat ganda lantaran persewaan kendaraan dibatalkan. Kalau sudah begini, Anda sebagai pemilik bisnis rental kendaraan tentu harus mampu bertahan. Tak perlu cemas dan khawatir, beberapa tips berikut ini bisa coba diterapkan:

Baca juga: Mau Resign Kerja Untuk Bisnis? Sebaiknya Pikirkan Dulu 7 Hal Ini!

1. Atur Kas Lebih Bijak

rental mobil di Bali
rental mobil di Bali © Tripadvisor

Tips pertama yang harus dilakukan ketika bisnis terimbas wabah corona adalah dengan mengatur ulang lagi kas perusahaan. Apalagi sebagai pemilik rental mobil, omzet akan menurun drastis lantaran tak ada lagi orang yang menyewa. Dengan penghasilan yang menurun sementara pengeluaran tetap dilakukan, mau tak mau Anda harus mengatur ulang lagi kas perusahaan.

Misalkan saja Anda memiliki tanggung jawab kredit kendaraan bermotor di leasing, bayar sewa ruko untuk bisnis, hingga pinjaman dari bank. Tentu saja ketika omzet menurun karena Covid-19, Anda harus melakukan negosiasi penangguhan pembayaran tagihan. Beruntung, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan aturan lewat OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengenai penundaan kredit.

Pelaku UMKM yang bisnisnya terkena dampak langsung dari Covid-19 seperti pengusaha rental mobil, bisa melakukan pengajuan restukturisasi kredit kepada lembaga perbankan. Dengan pengajuan penundaan pembayaran tagihan sesuai dengan kemampuan dan aturan OJK, kas perusahaan tentu tidak akan terbebani.

Selain melakukan restrukturisasi kredit, pengaturan kembali kas perusaaan juga dengan mengevaluasi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Contohnya seperti menunda pembelian meja atau kursi di kantor, peningkatan kapasitas WiFi, penambahan AC hingga dekorasi ulang kantor. Dengan mengatur lagi kas perusahaan secara lebih bijaksana, bisnis rental mobil Anda jelas akan mampu bertahan saat Covid-19 menyerang.

2. Tetap Perhatikan Karyawan

mobil-mobil rental
© Gridoto

Pemilik bisnis memang jadi pihak yang paling terimbas karena penurunan omzet. Namun jangan sampai wabah corona ini membuat Anda semena-mena terhadap karyawan. Pahamilah bahwa karyawan mulai dari sopir, bagian pemasaran, administrasi sampai kebersihan ialah tanggung jawab Anda sebagai pemilik bisnis. Untuk itulah, Anda harus tetap memperhatikan karyawan.

Jika memang tidak memungkinkan untuk tunduk pada aturan Work From Home (WFH), Anda harus mulai mempertimbangkan unpaid leave kepada karyawan. Ajak karyawan untuk berdiskusi bersama mengenai kondisi perusahaan dan betapa menurunnya omzet, maka karyawan tentu akan merasa dihargai dan bisa memberikan solusi terbaik. Apalagi jelang Lebaran yang harusnya memperoleh THR (Tunjangan Hari Raya), Anda tentu wajib mengeluarkan kebijakan yang tidak merugikan perusahan dan para karyawan tentunya.

Perhatikan pula mengenai kemungkinan apakah karyawan harus dikarantina atau bisnis benar-benar ditutup ke depannya. Kalau memang sampai ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), lakukan itu secara bijaksana dan benar-benar berpikir panjang ke depannya.

3. Lakukan Evaluasi Bisnis

mobil-mobil rental di Jawa Timur
© akamaized.net

Covid-19 memang bikin muram. Namun bukan waktunya untuk frustasi dan terus mengeluh yang malah bisa bikin bisnis runyam. Justu di saat tidak banyak karyawan datang ke kantor dan operasional bisnis terhenti, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi. Anda bisa melihat laporan keuangan perusahaan selama tiga bulan terakhir dan melakukan koreksi diri.

Baca juga: Ampuh, Inilah 10 Cara Membuat Promosi Menarik di Instagram!

Apa yang membuat bisnis mengalami penurunan omzet, bagaimana strategi agar bisnis bertahan, mengubah branding perusahaan, hingga menciptakan layanan baru yang akan membuat konsumen tertarik usai Covid-19. Berbagai ide ini hanya bisa ditemukan jika Anda bersedia melakukan evaluasi bisnis. Untuk itulah tak ada salahnya jika memperbanyak waktu membaca buku-buku pengembangan bisnis, sehingga ketika Covid-19 usai, maka Anda tinggal menerapkan strategi yang sudah direncanakan sebelumnya.

4. Bersih-Bersih Armada

penyemprotan disinfektan ke mobil
© Tribun Jogja

Seperti yang diketahui, Covid-19 menular melalui droplets. Sehingga salah satu usaha untuk membersihkan permukaan benda yang terkontaminasi adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Agar Anda bisa menerapkan hidup bersih dan sehat sesuai anjuran pemerintah, tak ada salahnya untuk melakukan pembersihan total dan penyemprotan disinfektan baik ke lokasi bisnis dan seluruh armada yang dimiliki.

Anda bisa menggunakan cairan disinfektan yang dijual bebas atau membuat sendiri secara manual, sesuai anjuran instansi kesehatan. Dengan usaha penyemprotan ini, bukan tak mungkin kalau bisnis Anda tentu bakal memperoleh apresiasi positif dari masyarakat. Ketika bisnis mendapat respon positif, dampaknya tentu tak akan diduga. Siapa tahu, armada-armada kendaraan Anda bakal disewa oleh pemerintah untuk keperluan para tenaga medis dan kegiatan karantina pasien nantinya.

Dengan begitu, bisnis akan tetap bisa berjalan dan sekaligus Anda terlibat aktif dalam penanggulangan Covid-19. Namun jika memang digunakan untuk keperluan Covid-19, pastikan para pegawai yang terlibat benar-benar patuh pada protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan senantiasa mencuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik.

5. Maksimalkan Media Sosial dan Website

memaksimalkan media sosial
© Imgix.net

Tips berikutnya yang bisa dilakukan jika bisnis Anda benar-benar tak bisa berjalan sama sekali adalah dengan memaksimalkan media sosial atau website. Yap, pelaku bisnis saat ini haruslah paham kalau jalur online merupakan solusi terbaik untuk menambah pemasukan, apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Lewat media sosial, Anda bisa membagikan foto-foto kendaraan yang disewakan. Pilih foto dan caption yang menarik supaya netizen makin tertarik. Anda bisa bebas menggunakan akun Twitter, Instagram atau Facebook dalam bermain media sosial supaya brand awareness perusahaan makin meningkat. Tak hanya melulu foto-foto mobil yang disewakan, mengunggah konten pariwisata juga bisa jadi pilihan.

Bahkan jika perlu, pelajari secara khusus mengenai SEO untuk diterapkan pada website perusahaan. Maksimalkan website seperti memilih desain yang lebih user friendly, memposting konten-konten baru secara rutin entah mengenai perusahaan, pelayanan, tips-tips berkendara, rahasia merawat kendaraan hingga pengalaman wisata para konsumen menggunakan armada milik Anda.

Website dan media sosial yang selalu aktif jelas akan membuat calon konsumen berdatangan. Jika traffic makin tinggi, jangan ragu untuk mulai mengajukan pemasangan iklan karena bukan tak mungkin Anda bisa meraup penghasilan tambahan lewat website dan media sosial. Berkaca pada jumlah penggunaan internet di masa pandemi Covid-19 ini sangat meningkat, Anda harus jadikan itu sebagai peluang bisnis.

6. Inovasi Layanan dan Promo

inovasi bisnis dan pelayanan
© entrepreneur

Nah, tips terakhir yang bisa Anda pertimbangkan supaya bisnis rental mobil tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 ialah dengan memberikan promo. Namun sebelum menerapkan promo ini, pastikan dulu apakah bisnis Anda tetap sesuai dengan aturan dari pemerintah seperti tidak melanggar keperluan mudik. Sehingga Anda bisa memberikan layanan yang tetap aman.

Baca juga: Mau Bisnis Bengkel Mobil? 10 Tips Ini Bisa Menambah Keuntungan!

Misalkan saja bagi keluarga pasien Covid-19, bisa memperoleh diskon 15-20% untuk persewaan kendaraan selama minimal 24 jam. Atau mungkin memberikan diskon hingga 35% untuk instansi kesehatan yang membutuhkan armada bagi para tenaga kesehatan. Tetapi jika domisili Anda masih relatif aman dari red zone Covid-19, Anda juga bisa tetap memberikan diskon sewa supaya bisnis tetap menarik perhatian.

Nah, bagaimana? Tidak sulit bukan untuk menerapkan tips-tips di atas? Untuk itulah bagi Anda pemilik bisnis rental mobil, jangan jadikan wabah corona ini sebagai momen untuk terpuruk. Tetaplah tegak berdiri dan berjuang supaya bisnis mampu bertahan dan karyawan tidak kehilangan penghasilan pula. Jangan lupa selalu jaga kesehatan diri serta berdoa, supaya Covid-19 segera hilang dari Bumi Nusantara.

SEKURITAS

INFO

5/5
  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

4.5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex