Tak Perlu Cemas, Ini 8 Tips Branding dengan Modal Pas-Pasan

Dengan perkembangan zaman yang serba online, mau tak mau pelaku bisnis harus mulai melakukan inovasi. Kalau dulu untuk berjualan Anda akan menyewa lapak di pasar atau mengontrak ruko pinggir jalan, saat ini bisnis bisa dioperasikan lewat smartphone yang terhubung ke internet tanpa perlu keluar rumah.

Tak bisa diremehkan, perkembangan bisnis online bahkan begitu pesat apalagi saat ini pemerintah menyarankan semua orang untuk #DiRumahAja. Entah menawarkan produk barang atau jasa, Anda bisa melakukan semuanya secara online. Hanya saja jika bicara bisnis online, tentu ada satu faktor yang wajib diperhatikan. Apa itu? Branding!

Yap, dalam bisnis online apapun, branding memegang peranan yang sangat penting dalam kesuksesan usaha. Apalagi saat ini persaingan bisnis semakin ketat yang membuat setiap pemilik usaha haruslah mulai membangun brand dengan maksimal. Contoh yang termudah adalah seperti di masa pandemi Covid-19 ini, ada banyak orang berjual masker non-medis. Namun kalau Anda menambahkan brand pada produk masker non-medis, tentu akan lebih eksklusif.

Baca juga: Inilah 8 Alasan Kenapa Branding Sangat Penting untuk Bisnis Zaman Now!

Hanya saja beberapa pelaku bisnis kadang menyepelekan dan tidak menganggap penting perkara branding. Apa alasannya? Anggaran. Memang, untuk membangun sebuah brand dibutuhkan modal yang tidak sedikit dan kadang akan cukup membebani biaya produksi. Termasuk yang begitu? Tak perlu cemas. Berikut ini akan kami bahas tips membangun branding produk dengan dana minimalis.

8 Tips Branding Bisnis dengan Modal Pas-Pasan

1. Layanan Pelanggan yang Maksimal

skema CS
© thedigitaltransformationpeople

Tips pertama membangun brand untuk produk bisnis dengan dana minimalis adalah memberikan layanan pelanggan alias CS (Customer Service) yang berkualitas. Karena sepopuler apapun sebuah brand, semahal apapun sebuah produk, ketika bagian CS mengecewakan, lama-kelamaan konsumen akan enggan melakukan pembelian lagi dan beralih ke produk lain.

Layanan pelanggan yang jelek jelas akan membuat brand Anda merosot dan kemudian ditinggalkan. Supaya kualitas CS tetap memuaskan, Anda sebagai pelaku bisnis jelas harus aktif terlibat. Tak perlu mengeluarkan dana fantastis untuk menciptakan sistem CS yang baik. Dengan membalas pesan atau komentar calon konsumen secara tepat di media sosial, bisa menjadi salah satu caranya.

Jika bisnis Anda memiliki banyak sekali narahubung seperti di pesan online atau telepon hingga email, pastikan untuk menanggapi seluruh keluhan konsumen dengan bijak. Ada kalanya konsumen akan memberikan kritikan yang pedas, tapi Anda tidak boleh ikut emosi. CS yang senantiasa ramah dan bekerja profesional sesuai jadwal, justru akan membuat konsumen terpikat dan menilai produk Anda memiliki branding yang kuat di bagian layanan pelanggan.

2. Manjakan Pelanggan Setia

utamakan pelanggan setia
© trainingsbki

Beberapa pemilik bisnis biasanya rela mengeluarkan anggaran cukup besar demi meningkatkan konsumen. Padahal hal ini tidak sepenuhnya tepat, apalagi kalau mereka cuma fokus menggaet konsumen baru tanpa pernah memberikan reward untuk para pelanggan setia. Pelanggan setia justru memiliki peluang membangun branding produk Anda lebih maksimal.

Kok bisa? Karena pelanggan yang sudah begitu jatuh hati dengan produk Anda, tak segan-segan untuk menawarkan secara cuma-cuma kepada rekannya. Strategi word of mouth ini termasuk salah satu yang terbaik dalam marketing sosial, lantaran selain bisa membangun brand dengan efektif, juga meningkatkan omzet secara memuaskan.

Untuk itulah jangan lupa untuk memberikan keuntungan pada pelanggan setia. Misalkan saja diskon setiap hari ulang tahun mereka, hingga memperoleh komisi khusus sampai program beli satu gratis satu. Sederhana, tapi sangatlah optimal!

3. Pahami Target dan Pesaing

memahami target dan pesaing
© medium

Tips berikutnya yang sangat penting tapi sering dilupakan pelaku bisnis kala tengah membangun brand produk adalah tidak melakukan riset terlebih dulu kepada pasar dan pesaing. Padahal ketika Anda mau mem-branding produk, harus tahu seperti apa perilaku pasar. Contohnya bisnis sepatu impor, Anda harus tahu seperti apa kebutuhan para konsumen mulai dari minat produk hingga kemampuan daya beli.

Bahkan jika perlu, kumpulkan data demografis calon konsumen agar bisa menciptakan strategi terbaik. Jika riset ini dirasa terlalu sulit, Anda bisa mengamati pesaing dan memperhatikan target mereka. Memang lebih efisien, tapi biasanya pesaing tidak akan memperlihatkan strategi mereka secara gamblang sehingga Anda harus mencari tahu sendiri.

Baca juga: 7 Tips Membuat Nama Brand/Merek yang Menarik untuk Bisnis Anda

Supaya mengurangi biaya, Anda bisa mulai mengamati media sosial pesaing. Cari tahu bagaimana mereka memperlakukan konsumen, menyapa para konsumen dan berinteraksi. Dengan begitu Anda bisa melihat kelebihan dan kekurangan, serta memetakat target pasar. Manfaatkan peluang dan mulai kenalkan produk secara perlahan. Dengan begitu, brand produk Anda bakal perlahan dikenal dan meningkatkan penjualan.

4. Bikin Konten yang Kreatif

konten untuk branding
© contentrefined

Banyak pebisnis berpikir bahwa supaya brand mereka diingat adalah harus menggelontorkan dana besar. Dana ini mulai dari memasang iklan di media cetak, elektronik hingga online. Padahal untuk membangun branding, Anda hanya perlu pemikiran yang inovatif supaya bisa menciptakan konten kreatif. Agar konten bersifat eksklusif, cobalah ide yang out of the box.

Manfaatkan layanan berbagi video yang populer seperti Youtube atau TikTok untuk menghadirkan konten kreatif sesuai dengan isu viral. Misalkan saja Anda memproduksi sabun cuci tangan, kaitkan dengan anjuran WHO untuk selalu cuci tangan dengan sabun selama 20 detik demi mematikan virus corona di tangan. Tambahkan lagu populer selama 20 detik dalam kampanye cuci tangan pakai sabun, sehingga branding produk bisnis Anda bakal sangat kuat.

Kalau Anda ingin fokus dengan konten berupa tulisan, maka bisa memberikan caption yang menarik dan menggelitik di media sosial bisnis Anda. Hal ini pernah dilakukan oleh Asobi Cafe di daerah Jakarta Pusat, lantaran menuliskan deskripsi produk yang cukup nyeleneh di aplikasi pesan makanan online. Berkat konten kreatifnya itu, Asobi Cafe pun menjadi viral dan banyak dibicarakan sehingga brand mereka jadi populer.

5. Maksimalkan Sumber Daya

memaksimalkan sumber daya
© promotionaldrives

Dana begitu pas-pasan untuk membangun brand produk? Tak perlu sedih karena Anda bisa memanfaatkan sumber daya yang ada. Cobalah untuk berbincang lebih serius dengan para karyawan dan mendengarkan ide-ide mereka dalam membangun branding perusahaan bersama. Ketahuilah bahwa setiap orang mempunyai skill tersendiri yang bisa dimanfaatkan dalam hal pemasaran.

Hal ini pernah dilakukan oleh restoran Sons of Essex di New York. Lantaran budget yang makin menipis, Matt Levine selaku salah satu owner memutuskan untuk menggunakan para karyawan sebagai aktor dalam video promosi. Tak diduga, video itu justru mendulang respon yang cukup memuaskan berkat ide kreatif dan kerja keras semua pihak, sehingga konsumen menyukainya.

6. Jalin Kolaborasi

kolaborasi branding
© behance

Tips berikut yang bisa dipertimbangkan untuk memperkuat branding produk dengan modal pas-pasan adalah menjalin kolaborasi. Strategi ini pernah dilakukan oleh desainer Matthew Wiliamson yang bergabung dengan brand H&M, sehingga membuat H&M mampu meningkatkan awareness yang berdampak pada omzet perusahaan.

Berkaca pada kolaborasi itu, Anda mungkin bisa mengajak teman yang juga memiliki usaha dengan tema serupa. Contohnya kalau Anda berjualan produk sambal botolan dan teman Anda adalah seorang ahli gizi, lakukan kolaborasi supaya branding sambal botolan Anda makin memiliki kesan nutrisi yang dianjurkan.

Pastinya kolaborasi ini dilakukan agar kedua pihak sama-sama memperoleh keuntungan. Anda mampu meningkatkan omzet sambal botolan, sementara rekan Anda bisa meningkatkan jasa konsultasi gizi.

7. Aktif di Komunitas

branding di komunitas
© toptal

Komunitas sejak dulu hingga saat ini masih ampuh untuk membangun brand sebuah produk. Apalagi kalau Anda langsung bergabung di komunitas yang berkaitan dengan bisnis, maka sudah pasti bakal lebih maksimal. Contohnya saja Anda mengelola bisnis hijab untuk gadis-gadis muda, cobalah bergabung di forum online atau komunitas mengenai gaya busana perempuan Islam masa kini.

Jika memilih forum online, usahakan untuk rutin mengunggah konten minimal lima kali per hari. Jangan lupa sertakan tautan ke arah situs resmi perusahaan atau akun marketplace bisnis. Tentunya makin aktif diri Anda di dalam forum dan menyampaikan pendapat secara positif, pengguna internet bakal tertaik dan brand produk Anda pun makin dikenal.

8. Nama, Logo dan Slogan Produk

nama - logo - slogan produk
© uprint

Nah, tips terakhir yang bisa dilakukan untuk membangun branding bisnis adalah menciptakan nama, logo dan slogan produk. Beberapa pebisnis biasanya melakukan ketiga hal ini dengan menyewa desainer profesional, yang pastinya akan mengeluarkan biaya tambahan. Namun jika budget yang dimiliki pas-pasan, Anda bisa melakukannya secara swadaya.

Hal pertama adalah menentukan nama brand yang memberikan pengaruh ke bisnis. Ketahuilah nama brand lebih dari sekadar nama, tapi seharusnya mewakili seluruh karakteristik hingga reputasi yang pastinya memiliki arti tersendiri di benak konsumen. Jangan memilih nama brand dengan sembrono, karena nama ini bakal melekat pada produk Anda, menjadi wajah dari produk hingga pendaftaran merk dagang nantinya.

Baca juga: Cara Membuat Website Company Profile Bisnis dengan Elementor Free

Kalau bisa pilih nama brand yang sulit ditiru pihak lain, unik dan mudah diingat. Setelah menentukan nama, coba cari slogan brand yang pastinya harus mewakili visi dan misi bisnis. Tak perlu menciptakan slogan terlalu panjang, tapi lebih fokus pada slogan pendek yang sangat deskriptif dan mudah dikenali. Slogan ini akan dicantumkan dalam proses membangun branding seperti di kartu nama, situs dan media sosial.

Terakhir, tinggal menciptakan logo. Logo dalam proses branding sangat penting karena sangat menentukan penampilan bisnis secara visual. Anda harus mempertimbangkan warna utama hingga font, karena ini akan melekat pada produk. Tak perlu bingung, manfaatkan beberapa aplikasi gratis untuk mencari warna dan font seperti Stylify.me dan Font Pair.

Untuk urusan desain logo pun, Anda tidak usah ngotot memakai desain ribet. Coba contek saja bagaimana Google, Facebook dan Twitter membangun brand mereka lewat logo yang sangat simple tapi begitu ikonik. Karena justru sesuatu yang dipikirkan sederhana mampu memberikan dampak yang begitu maksimal dan memuaskan.

Kesimpulan

Bagaimana? Terbukti kan bahwa untuk membangun branding sebetulnya tidak memerlukan anggaran yang fantastis. Anda bisa menggunakan tips-tips di atas untuk tetap menciptakan brand yang kuat supaya penjualan produk sesuai dengan harapan. Ingat, urusan branding tidaklah bisa diremehkan karena justru akan membuat produk Anda dikenal di pasaran. Karena itulah, selalu berpikir inovatif dan tetap semangat supaya bisnis makin cuan sekalipun tengah pandemi Covid-19.

Bagikan ;