Tips Finansial Tetap Aman Saat Membeli Rumah

Bisa membeli rumah tinggal sendiri adalah impian banyak orang. Apalagi jika sudah berkeluarga, tinggal di rumah sendiri tentu akan jauh lebih nyaman ketimbang masih numpang di rumah orangtua.

Namun disisi lain, kita juga mungkin mengkhawatirkan soal kondisi finansial kedepannya. Mengingat kalau pembelian rumah adalah aset yang bernilai besar. Belum lagi biaya maintanance dan perubahan budgeting lain pasca membeli rumah.

Banyak kasus gagal bayar yang sebenarnya bisa kita jadikan pelajaran saat hendak membeli rumah sendiri. Banyak juga yang hidupnya malah jadi selalu was-was karena di kejar-kejar cicilan rumah selama belasan bahkan puluhan tahun.

Kekhawatiran ini adalah hal yang wajar dan jawabannya harus kita cari dengan meningkatkan literasi keuangan. Khsusunya dalam hal ini yakni bagaimana membeli rumah tinggal agar finansial kita tetap aman? Ini dia tipsnya!

1. Cek Kesehatan Keuangan

Sebelum Membeli Rumah Cek Kesehatan Keuangan
gambar : unsplash.com/ Sincerely Media

Sebelum membeli rumah, cek dulu kesehatan keuangan kita.

Pertama, apakah kita sudah punya dana darurat yang cukup?

Mungkin kita sering mendengat tentang ini. Karena nyatanya dana darurat memang sepenting itu.

Sebagai generasi muda yang lebih melek keuangan seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dari masa pandemi 2 tahun lalu. Betapa dana darurat bisa menyelamatkan mental kita dari keterpurukan untuk bangkit dan berusaha kembali agar kondisi membaik.

Menurut saran dari financial planner, setidaknya kita sudah punya 3 atau 6 bulan pengeluaran bulanan. Waktu selama 3-6 bulan tersebut di asumsikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengusahakan agar keuangan kembali stabil ketika kehilangan sumber pendapatan karena sebab tertentu.

Jadi, persiapan dana darurat di lakukan lebih dari itu maka akan lebih bagus, apalagi jika sudah berkeluarga. Misalnya 12 bulan pengeluaran.

Kedua, untuk mengecek apakah keuangan kita sudah sehat atau belum, pastikan kalau kita tidak punya kebiasaan utang konsumtif. Misalnya sering menggunakan paylayter/ kartu kredit untuk beli pernak-pernik, pakaian, gadget, liburan dan sebagainya.

Kebiasaan ini sangat berbahaya bagi kesehatan keuangan kita. Karena akan melatih otak kita untuk merasa berhak memiliki barang yang sebenarnya belum mampu kita miliki, hingga memaksakan diri.

Cicilan yang awalnya kecil-kecilan jika di total jumlahnya akan menggunung. Ditambah lagi jika kita nantinya punya cicilan rumah. Inilah awal mula lingkaran setan hidup was-was karena tagihan hutang.

ketiga, pastikan pembelian rumah dilakukan atas dasar kemauan diri sendiri, bukan hanya ikut-ikutan. Ini sangat penting agar kita tetap bisa objektif menilai kondisi keuangan kita sendiri. Seberapa siapkah kita untuk membeli salah satu aset besar yang satu ini?

Baca juga, Waspada! Ini Tanda Keuangan Anda Tidak Sehat dan Solusi Mengatasinya

2. Perhatikan Kemampuan Finansial

Tips untuk menjaga keamanan finansial saat memutuskan membeli rumah yang selanjutnya adalah dengan memperhatikan kemampuan finansial.

Berapa harga rumah yang mampu kita beli?

Pada umumnya, ketika ditanya ingin punya rumah seperti apa? Kita pasti menjawab ingin punya rumah yang nyaman, estetik, juga luas yang berada di lokasi yang strategis. Bahkan ada juga yang memimpikan rumah yang mewah atau gedongan!

Tidak apa-apa jika punya mimpi seperti itu. Namun, kita perlu realistis melihat kenyataan dan bersabar menjalani prosesnya. Untuk itu kita perlu menurunkan ego khususnya dalam pembelian rumah tinggal pertama.

Belilah rumah sesuai kemampuan finansial kita. Bagaimana cara menghitungnya?

Katakanlah gaji kita pertahunnya adalah Rp 100 juta (Rp 8,4 juta/ bulan). Maka harga rumah yang di sarankan adalah Rp 500 jutaan.

Jika memilih KPR atau menggunakan fasilitas pinjaman, maka jumlah cicilannya tidak boleh melebih 30% penghasilan kita perbulannya. Kalau kita masih punya tanggungan hutang lainnya semisal 5%, maka rasio untuk KPR pun hanya boleh 25% saja. Intinya rasio hutang yang sehat tidak boleh lebih dari 30% dari penghasilan.

3. Pelajari Metode Pembayaran

Pelajari Metode Pembayaran
gambar : unsplash.com/ Romain Dancre

Ketiga, sebelum memutuskan membeli rumah pelajari dulu metoda pembayaran yang akan di ambil. Apakah akan membeli rumah secara cash atau mengambil pinjaman?

Apapun metodenya, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebaiknya Anda pikirkan dengan matang agar tahu manfaat dan konsekwensinya.

Bicara soal metode pembayaan, Anda juga wajib tahu tentang suku bunga pinjaman yang di berakukan jika seandainya memilih untuk melakukan pinjaman. Hal ini bisa memberikan gambaran bagaimana penyesuaian perencanaan keuangan yang harus di lakukan.

Secara umum ada yang memberlakukan suku bunga fixed, ada yang floating, ada juga yang mix (biasanya beberapa tahu fixed dan selanjutnya floating). Oh ya selain itu, ada bank yang memberikan layanan KPR atau pembiayaan secara syariah dan konvensional. Hal ini nampaknya perlu Anda pertimbangkan.

Selain itu, cari tahu juga biaya pinalti percepatan pelunasan. Karena salah satu strategi agar pinjaman cepat lunas yang diketahui saat ini yakni dengan mempercepat pelunasan cicilan. Siapa tahu suatu saat Anda punya rezeki lebih untuk mempercepat pelunasan, jadi Anda sudah menyiapkan juga biaya pinaltinya.

Terakhir, jangan lupa pahami tentang denda keterlambatan. Untuk berjaga-jaga jika seandainya Anda kesulitan membayar cicilan karena hal tidak terduga seperti kasus PHK masal saat pandemi 2 tahun lalu.

Baca juga,

4. Pastikan Uang Muka dan Cicilan Sudah Siap

Tips keempat ini di khususnya bagi Anda yang memilih jalur cicilan untuk membeli rumah. Jika Anda memilih cash, Anda bisa skip poin ini.

Tahukah Anda kalau di bulan pertama kita harus membayar uang DP dan cicilan pertama serta biaya lainnya?

Banyak orang yang melupakan hal ini dan akhirnya memilih mencicil DP atau malah meminjam uang demi keinginan membeli rumah secepat mungkin.

Banyak yang mengira bahwa membeli rumah cukup menyiapkan DP saja. Makin gercep lagi karena banyak developer yang menawarkan DP sangat rendah. Padahal kenyataannya kita perlu menyiapkan uang lebih dari DP.

Ingat, membeli rumah tidak sama dengan membeli kue atau jajanan pasar.

Apalagi pembelian rumah dengan cicilan yang akan mengharuskan kita untuk berkomitmen lebih dalam keuangan, bahkan gaya hidup. Yang tadinya ingin lebih happy tinggal di rumah sendiri bersama keluarga, justru malah jadi awal dari masalah yang akhirnya membuat kita mengalami kesulitan keuangan.

Jangan sampai kita mengalami hal itu ya.

Jadi sebaiknya jangan terburu-buru saat memutuskan membeli rumah. Pastikan uang muka, cicilan (minimal untuk bulan pertama) dan biaya lain yang di perlukan sudah siap sebelum memutuskan membeli rumah.

5. Persiapkan Diri Untuk Menyesuaikan Budget Bulanan

Persiapkan Diri Untuk Menyesuaikan Budget Bulanan
gambar : unsplash.com/ GoodNotes

Hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan sebelum membeli rumah adalah mengatur budget bulannan. Kenapa?

Karena saat memiliki rumah tinggal maka kita tidak memungkiri kalau kebutuhan juga akan bertambah. Misalnya yang dulunya masih ngekost, biasanya sudah tidak perlu memikirkan biaya wifi, listrik, air, iuran warga dan lain-lain. Tinggal bawa baju dan diri sendiri, beres.

Setelah memiliki rumah sendiri, biaya-biaya ini harus di masukan dalam anggaran.

Selain itu kita juga perlu menganggarkan uang untuk membeli furnitur besar dan penting seperti kasur, lemari, sofa, peralatan dapur. Belum lagi biaya perbaikan rumah seperti kenteng bocor, air macet, cat tembok yang memudar dan sebagainya.

Jadi, pastikan kita siap untuk memenuhi budget bulanan yang baru saat memutuskan membeli rumah sendiri. Biar tidak syok!

Baca juga, Bye Boros! Ini 7 Cara Menyusun Anggaran Rumah Tangga yang Ideal

Tips Mencari Fasilitas Pinjaman

Seandainya saat ini kita punya dana yang terbatas, sebenarnya membeli rumah dengan bantuan dana pinjaman itu boleh-boleh saja. Asalkan disertai dengan persiapan yang baik.

Berikut ada beberapa tips tambahan yang bisa Anda lakukan jika Anda memutuskan mencari fasilitas pinjaman untuk pembiayaan rumah tinggal!

1. Pastikan Arus Kas Positif Selama 5 Tahun Kedepan

Bayangkan saja, bagaimana caranya kita bisa merasa aman kalau meminjamkan uang apalagi dalam jumlah besar kepada orang lain? Tentu saja kita perlu tahu bahwa orang yang di pinjami punya kemampuan mengembalikan dana pinjaman yang kita berikan.

Inilah alasan pentingnya untuk memiliki cash flow yang positif jika kita memutuskan untuk mengambil pinjaman dalam rangka membeli rumah tinggal. Cash flow yang positif ini bisa dilihat dari :

  • Gaji yang stabil (memperlihatkan kita akan mampu membayar cicilan perbulan secara konsisten)
  • Pekerjaan proyek yang sudah terselesaikan (tandanya kita aktif mendapatkan income secara bertanggung jawab)
  • Mutasi rekening yang positif, kalau bisa saldo mengendapnya besar (memperlihatkan bahwa selain konsisten, nilai income kita perbulannya akan cukup membayar cicilan)

Sebagai saran, sebaiknya saat menerima bayaran dari sebuah pekerjaan lakukan secara transfer. Sehingga kita lebih pede untuk mengajukan pinjaman, selain itu dari sisi pihak bank hal ini akan lebih memudahkan mereka dalam melakukan assesment.

2. Siapkan Dokumen yang di Butuhkan

Siapkan dokumen yang di butuhkan sebagai syarat pengajuan pinjaman atau pembiayaan rumah. Seperti slip gaji, KTP (biasanya syarat pembelian rumah minial sudah berusia diatas 17 tahun) dan NPWP.

Untuk yang tidak punya gaji bulanan misalnya seperti freelancer, siapkan catatan laporan keuangan. Jadi, sebagai freelancer kita wajib membiasakan diri membuat laporan keuangan pribadi agar bisa lebih mudah mendapat pinjaman. Dan bagi pihak bank sendiri akan lebih mudah untuk menilai kemampuan kita dalam membayar pinjaman.

Baca juga, 8 Tips Mengajukan KPR Untuk Freelancer

3. Siapkan Dokumen Pendukung Lainnya

Terakhir, jika ingin mengajukan pinjaman siapkan juga dokumen pendukung lainnya seperti surat nikah, BPJS dan sebagainya. Karena hal ini akan memudahkan pihak bank untuk memproses syarat-syarat kepemilikan. Sehingga pengajuan pembiayaan rumah bisa segera di proses.

Penutup

Bagaimana, sudah siap membeli rumah tinggal? Apakah masih ragu?

Jika merasa masih belum siap, tidak apa-apa kok. Jangan terlalu memaksakan diri, apalagi membeli dengan terburu-buru. Sebab rumah tinggal adalah aset yang nilainya sangat besar dan akan sangat mempengaruhi hidup kita kedepannya.

Sehingga, pastikan diri kita untuk memikirkannya secara mendalam, dan memilih dengan logis sebelum membeli rumah. Jangan sampai hanya terbawa nafsu atau ikut-ikutan saja. Karena perhitungan angka tidak pernah ‘bohong’.

Jika belum siap membeli rumah, usahakan untuk menyisihkan penghasilan kita untuk aset investasi lainnya ya agar gaji tidak menguap begitu saja.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar