7 Tips Keuangan yang Wajib Diketahui Pasangan Muda

Pasangan muda biasanya tidak ingin ribet memikirkan masalah keuangan karena merasa kondisi keuangan mereka saat ini bisa memenuhi segala kebutuhannya. Padahal sebenarnya sangat memungkinan mengalami kondisi dan situasi keuangan yang berbeda bahkan tidak terduga dimasa mendatang.

Oleh sebab itu pernikahan bukan hanya menyatukan 2 person yang berbeda kepribadian, tapi ini juga menyangkut masalah keuangan yang mungkin memiliki asumsi-asumsi yang berbeda dan cara penggunaan yang berbeda.

Jika hal ini tidak di persiapkan sedari awal maka akan menjadi masalah yang menggunung dalam rumah tangga. Bahkan berdasarkan data Litbang 2016  menyebutkan bahwa masalah ekonomi/keuangan masuk dalam 4 penyebab tertinggi terjadinya perceraian.

Maka dari itu, yuk kita coba bahas apa saja yang harus dilakukan pasangan muda untuk mengatur masalah finansialnya agar tidak menjadi sumber masalah di kemudian hari!

1. Ngobrol Tentang Pentingnya Perencanaan Keuangan Dalam Rumah Tangga

Sebelum mengajak pasangan merencanakan keuangan lebih jauh, Anda bisa memulai dengan memastikan bahwa Anda dan pasangan memiliki pemahaman yang sama tentang alasan dan urgensi melakukan perencanaan keuangan.

Dengan menyatukan suatu pandangan tentang nilai penting memiliki perencanaan keuangan dalam rumah tangga maka spirit Anda dan pasangan jadi semakin kuat untuk memikirkan rencana keuangan rumah tangga Anda kedepan.

Baca juga : Alasan dan Keunggulan Jika Mempunyai Financial Planner

Karena perencanaan keuangan bukan hanya masalah konsep/rencana tertulis tetapi juga praktek di lapangan yang memerlukan konsistensi/ksabaran, disiplin dan juga kreativitas.

Apalagi jika salah satu dari atau bahkan Anda berdua sebelumnya memang tidak terbiasa merencanakan keuangan pribadi. Tentunya ini akan menjadi challenge yang cukup besar.

Anda bisa mencari referensi-referensi orang yang di kategorikan sebagai orang yang cukup sukses dalam pengelolaan keuangan dan kenapa mereka melakukannya.

Anda juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan kepada diri sendiri dan pasangan tentang bagaimana Anda dan pasangan memandang uang serta rencana ataupun keinginan-keinginan yang ingin di raih oleh Anda dan pasangan.

Anda pasti menemukan jawaban bahwa semuanya membutuhkan uang. Ini bukan berarti segalanya bisa di beli dengan uang, tapi mau tidak mau uang memang di perlukan untuk berbagai kebutuhan hidup kita untuk tujuan-tujuan tertentu.

Jadi tidak ada salahnya untuk mengajak pasangan untuk mendalami nilai penting melakukan perencanaan keuangan supaya kedepannya Anda dan pasangan tidak ribut lagi masalah kecil tentang keuangan atau setidaknya memiliki pijakan yang valid ketika dihadapkan pada suatu masalah keuangan.

2. Bicarakan Tentang Kebiasaan Mengatur Uang

Bicarakan Tentang Kebiasaan Mengatur Uang

Keterbukaan masalah keuangan seharusnya bukan lagi masalah jika Anda dan pasangan sudah pada tahap mendekati pernikahan, apalagi jika Anda sudah menikah. KIta seharusnya sudah mau terbuka tentang kebiasaan kita yang sebenarnya dalam menggunakan dan mengelola keuangan, begitu juga pasangan Anda.

Hal ini sangat penting sekali karena biasanya jika sudah menikah, pendapatan dan kepemilikan aset menjadi milik bersama yang harus di atur dalam satu arus kas (kecuali jika ada perjanjian tententu di pra nikah atau mengikuti hukum adat/agama tertentu yang menyebabkan harta tidak di pakai bersama).

Anda juga bisa membaca manajemen keuangan untuk Usaha UMKM anda disini.

Dengan mengetahui kebiasaan masing-masing sebelumnya dalam membelanjakan dan mengatur uang Anda bisa mempersiapkan bagaimana strategi yang cocok untuk pengelolaan keuangan Anda dan pasangan. Selain itu Anda dan pasangan juga bisa mengukur dan membagi tugas mengenai siapa yang lebih jago dalam mengatur keuangan rumah tangga nantinya.

3. Menentukan Tujuan-tujuan Keuangan & Investasi

Menentukan tujuan-tujuan keuangan & investasi adalah hal yang sangat penting di lakukan. Disinilah awal mula dan arah anggaran baru serta rencana investasi Anda dan pasangan di tetapkan.

Tujuan keuangan bisa jadi akan cukup banyak dan akan terus berkembang atau berubah seiring perkembangan, step, dan kondisi keluarga Anda. Tapi apakah itu artinya tidak bisa memulai perencanaan keuangan keluarga saat sudah berpasangan?

Tujuan keuangan itu sebenarnya dimulai dari sesederhana kita menentukan apa kebutuhan harian yang penting untuk di beli selama satu bulan.

Sebelum menentukan tujuan-tujuan lainnya seperti membeli rumah, menabung untuk pendidikan anak dan lain sebagainya lebih baik kenali dulu pola gaya hidup Anda dan pasangan selama beberapa bulan.

Hal ini untuk melihat berapa besar anggaran yang di perlukan dan sebagai bahan berevaluasi mengenai alokasi-alokasi dana yang mungkin bisa di kurangi atau bahwa di hilangkan karena bersifat kurang penting di banding kebutuhan lainnya.

Jadi bisa di katakan tujuan keuangan pertama adalah mengetahui anggaran rutin yang tepat untuk Anda dan pasangan terlebih dahulu.

4. Membuat Anggaran Baru

Membuat Anggaran Baru

Nah, jika sudah sepakat bahwa membuat perencanaan itu penting dan juga sudah tahu bagaimana kebiasaan Anda masing-masing dalam menggunakan dan mengelola keuangan, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran baru sesegera mungkin walaupun masih sambil merancang tujuan-tujuan keuangan. Kenapa anggaran baru?

Karena sangat mungkin baik Anda maupun pasangan harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan rumah tangga, belum lagi jika ada sanak saudara atau orangtua yang harus di bantu. Intinya adalah penyesuaian anggaran dengan tujuan-tujuan keuangan yang Anda berdua pilih.

Tapi jika Anda masih berproses dalam menentukan tujuan-tujuan keuangan rumah tangga Anda bisa membuat anggaran baru secara sedehana terlebih dahulu sesuai asumsi kebutuhan rutin atau yang di ketahui saat itu. Karena jika menunggu tujuan-tujuan keuangan rampung semua padahal kebutuhan harian sudah di depan mata dan harus tetap di kelola.

Misalnya dulunya mungkin Anda sering sekali membeli kopi di luar, tetapi dengan perubahan status Anda serta kebutuhan rumah tangga Anda yang terbaru anggaran untuk membeli kopi diluar harus di potong untuk membayar listrik atau iuran komplek.

Sebagai gantinya Anda bisa berinvestasi untuk membeli mesin kopi sederhana sendiri dan membuat kopi di rumah. Hal-hal seperti itulah yang perlu Anda sesuaikan di dalam anggaran baru dengan pasangan Anda.

Walaupun setelah menikah salah satu dari Anda atau pasangan memutuskan untuk tidak bekerja tetapi tetap saja rencana anggaran baru ini harus di lakukan karena Anda dan pasangan mengatur 2 kebutuhan individu yang berbeda.

Belum lagi jika Anda dan pasangan memiliki Anak, keuangan akan berubah dan berbeda saat anda masih berdua. Bukankah akan lebih baik jika keduanya sama-sama sadar akan kondisi keuangan keluarga sehingga saat terjadi masalah tidak bingung sendiri tapi bisa saling betukar pikiran?

.. Jadi penting untuk selalu mengkomunikasikan perihal keuangan dan anggaran pada pasangan.

5. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah hal pertama yang wajib di siapkan oleh Anda dan pasangan. Kita tidak bisa memastikan bahwa kita atau pasangan akan memiliki pekerjaan yang bisa menghidupi keluarga selamanya, dan kita tidak bisa memastikan kondisi keuangan kita selalu siap dengan hal-hal yang tidak kita ingikan.

Untuk itulah dana darurat penting untuk Anda dan pasangan. Sama seperti saat Anda mengatur keuangan pribadi, Anda harus memiliki dana darurat yang bertujuan di gunakan dalam situasi darurat atau tidak terduga.

Bedanya saat ini Anda dan pasangan menjadi satu keluarga, yang artinya dana darurat yang di butuhkan juga harus di alokasikan double dari jumlah biasanya.

Baca juga : Tips Jitu Bikin Dompet Normal Usai Libur Panjang

Cara menghitung jumlah dana darurat yang di perlukan adalah jumlah dana yang kita butuhkan selama sebulannya dikalikan 3-6 bulan.

Karena sekarang Anda sudah berpasangan maka jumlah dari perhitungan tersebut dikalikan dua. Itulah besaran dana darurat yang harus Anda dan pasangan siapkan.

6. Tentukan Kapan Siap Membeli Rumah Sendiri

Tentukan Kapan Siap Membeli Rumah Sendiri

Biasanya diawal-awal pernikahan pasangan muda belum memiliki rumah tinggal sendiri. Ada yang memilih mengontrak rumah, atau masih ikut dengan orang tua. Tapi mau bagaimanapun, Anda dan pasangan tidak bisa selamanya mengontrak atau ikut dengan orangtua bukan?

Maka dari itu wajar kalau saat ini banyak pasangan muda yang mengusahakan diri untuk memiliki rumh dengan cara mengajukan KPR atau KTA. Tetapi seringkali yang menjadi masalah ada pada kesalahan dalam menetapkan kapan Anda dan pasangan sudah saatnya atau dikatakan mampu membeli rumah.

Banyak dari pasangan muda memilih untuk meminjam uang untuk DP rumah baik itu kepada saudara atau pinjaman lainnya. Hal ini justru tidak disarankan oleh beberapa praktisi keuangan. Karena nantinya Anda dan pasangan akan sangat terbebani ketika cicilan KPR sudah mulai harus di angsur bersamaan dengan cicilan DP.

Belum lagi biaya administrasi, notaris, pembelian perabotan dan perawatan rumah. Setelah membeli rumah tentunya Anda tidak akan membiarkan rumah kosong melompong dan jika terjadi kerusakan Anda tidak mungkin membiarkannya sampai rumah malah menjadi tidak layak huni lagi bukan? Anda perlu membeli perabotan rumah dan menganggarkan biaya perawatan rumah.

Lebih baik jika mengumpulkan terlebih dahulu harga rumah yang ingin dibeli, tentunya dengan menyesuaikan kemampuan penghasilan kita saat ini. Lalu mulai menabung untuk DP rumah dan jangan terlalu memaksakan diri.

Jika DP sudah terkumpul, sambil menabung untuk biaya lain-lain seperti yang disebutkan diatas, Anda bisa lebih gencar lagi mencari info rumah yang cocok untuk keluarga Anda.

7. Membuat Proteksi Keuangan

Tips terakhir dalam mengelola keuangan pasangan baru adalah dengan membuat proteksi keuangan, bisa dengan membeli asuransi untuk keluarga Anda.

Fungsi utama sebuah polis asuransi adalah proteksi atas resiko kerugian keuangan akibat terjadinya suatu keadaan yang tidak diinginkan misalnya potensi kerugian keuangan akibat sakit (polis asuransi kesehatan) proteksi atas potensi kerugian keuangan atas kehilangan penghasilan akibat meninggal dunia (polis asuransi jiwa) serta proteksi atas kerugian keuangan akibat kecelakaan (polis asuransi kecelakaan diri).

Walaupun memang kita tidak pernah mengharapkan hal-hal buruk menimpa diri dan pasangan, tapi pada dasarnya kita tidak benar-benar tahu dengan pasti apa yang akan terjadi dimasa depan. Dengan mengikutkan diri dan pasangan dalam asuransi, Anda dan pasangan bisa lebih tenang karena terproteksi dari segi keuangan.

Dalam memilih asuransi, tentu Anda harus mempelajari kegunaannya terlebih dahulu, lalu memahami kebutuhan biaya pertanggungannya sampai dengan nilai pertanggungan dengan porsi investasi dalam polis asuransi jiwa.

Intinya Anda juga perlu cermat dalam memilih asuransi karena saat ini banyak juga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang malah mengambil keuntungan sepihak dari pembeli asuransi.

Penutup

Karena adanya sisi ketidakpastian, masa depan memang terkadang menakutkan. Jadi jika kita ingin mengambil jalan termudah adalah dengan cara tidak dipikirkan. Tapi tentu saja resiko kerugian yang harus ditanggungpun akan besar.

Padahal sebenarnya harapan dan cita-cita yang di rencanakan bersama pasangan bisa di raih asal selalu percaya dan mencari jalan keluar dari setiap permasalahan. Maka bagi pasangan muda bisa memulai hal itu dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik dari sekarang.

Loading...