8 Tips Keuangan Menyambut Tahun Baru 2021, Wajib Anda Tahu

Secara keuangan, tahun 2020 ini mungkin sempat membuat banyak orang shock. Namun tinggal menghitung hari, kita akan meninggalkan tahun 2020. Pertanyaannya bagaimana keuangan kit di tahun yang baru nanti?

Tahun ini memang tahun yang tidak biasa, banyak sekali perubahan bahkan gejolak yang terjadi. Mulai dari kebiasaan new normal hingga resesi ekonomi. Tidak sedikit orang yang menurun pendapatannya bahkan kehilangan sumber penghasilan secara tiba-tiba.

Jadi untuk kita yang masih bisa mendapatkan penghasilan, nampaknya kita patut bersyukur dan mulai memikirkan bagaimana rencana keuangan kita di tahun yang baru.

Sekilas Tahun 2020 dan Persiapan Memasuki Tahun Baru

Meskipun vaksin sudah di temukan dan kabar terakhir sudah masuk ke Indonesia secara resmi, bukan berarti kondisi bisa langsung pulih kembali seperti sedia kala. Kita tetap harus bersiap-siap dan persiapan ini harus tetap di dasarkan pada kondisi tahun 2020.

Karena berbicara tentang shock, ada 2 respon orang dalam menghadapi shock yakni fight atau flight. Mungkin di awal kita sempat takut dan tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Namun, respon selanjutnya akan menentukan nasib keuangan kita kedepannya.

Jika memilih flight, artinya kita pasrah dan cenderung menyerah. Namun jika kita memilih fight, kita akan mencari tahu cara agar bisa bertahan dan keluar dari masa yang sulit ini.

Baca juga : 5 Dasar Literasi Finansial yang Penting Bagi Perempuan Saat Berinvestasi

Semoga kita termasuk orang-orang yang fight dan mulai memikirkan rencana keuangan kita di tahun 2021 nanti. Daripada pusing memikirkannya sendiri, untuk itulah kali ini kita akan membahas tips keuangan tahun baru di era new normal.

Nah untuk itu apa saja yang harus di lakukan? Yuk kita bahas!

1. Mencari Keseimbangan Antara Kebutuhan Konsumsi dan Menabung

Mencari Keseimbangan Antara Kebutuhan Konsumsi dan Menabung

Bagi banyak orang, tahun 2020 ini menyisakan ketidakpastian yang sangat besar untuk tahun berikutnya. Hal ini membuat sebagian dari kita ketakutan dan mungkin berfikir untuk terus menerus menabung hingga mengurangi konsumsi.

Sebenarnya kita memang perlu berhemat dalam kondisi seperti ini namun tidak sama dengan mengurangi kebutuhan konsumsi kita terutama konsumsi yang sifatnya basic.

Karena dalam konsep ekonomi memuat konsumsi, saving dan goverment spending. Coba bayangkan jika konsumsi dari sebagian besar dari kita berkurang maka artinya akan ada bisnis-bisnis yang semakin menurun.

Jadi yang perlu kita lakukan adalah bijaksana dalam kebutuhan konsumsi maupun saving. Ini adalah cara agar kita bisa membantu perekonomian negara bahkan ekonomi rumah tangga kita sendiri untuk segera keluar dari krisis.

Jadi kita perlu seimbang antara kebutuhan konsumsi dan juga saving. Jika kita menghentikan konsumsi apalagi secara masal, akan ada banyak bisnis-bisnis tertentu yang lama-lama menjadi collaps.

Tapi disisi lain kita juga tidak bisa sembarangan membeli suatu produk karena kita perlu sadar dengan kondisi keuangan rumah tangga yang harus di gunakan sebijak mungkin dan memiliki dana cadangan. Sehingga menemukan keseimbangan dalam keuangan rumah tanga adalah hal penting mengelola keuangan di tahun baru.

Untuk sisi teknis pembelanjaannya, alangkah lebih baik jika membelanjakan uang kita untuk membeli produk-produk lokal. Hal ini masih berhubungan dengan ekonomi negara. Jika kita bisa men-support bisnis lokal artinya kita juga turut membantu memulihkan perekonomian nasional.

2. Bentuk Cashflow Melalui Investasi atau Bisnis

Masih berhubungan dengan keseimbangan dalam konsumsi dan saving, kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung di tahun ini terlihat semakin membaik. Banyak juga yang kini sadar tentang pentingnya dana darurat di masa pandemi.

Namun saving dan investasi juga tidak boleh berlebih-lebihan. Memang betul, cash itu penting namun cashflow juga penting jadi alangkah lebih baik jika saving ini di putarkan untuk investasi agar membentuk cashflow karena dana darurat sifatnya tetap (tidak membentuk cashflow).

Di masa pandemi ini kita perlu kreatif dalam membentuk cashflow. Salah satunya dengan mulai memilih-milih investasi. Selain itu bisa juga dari bisnis atau uangnya menjadi tambahan modal bisnis kita.

Jadi jika dana daruratnya sudah cukup, kelembihannya mungkin bisa di alokasikan untuk hal-hal tersebut agar bisa menciptakan cashflow baru.

3. Memulai 2021 dengan Pinjaman yang Bijak

Tips keuangan yang penting selanjutnya adalah sebelisa mungkin memulai tahun 2021 dengan pinjaman yang bijak. Ini di lakukan agar kita tidak terlalu pusing membayar cicilan ini dan itu setiap bulannya.

Untuk Anda yang sebelumnya punya kebiasa gampang mencicil sesuatu, di tahun 2021 nanti coba Anda pikirkan kembali kebiasaan tersebut.

Kita bisa mempertimbangkan cicilan mana yang tetap bisa kita lakukan dan cicilan apa yang bisa kita tunda terlebih dahulu.

Tidak ada satupun ekonom yang mampu menjamin bahwa kondisi perekenomian akan segera pulih mesikpun vaksin telah di temukan. Jadi mulai 2021, yuk mulai bijak dalma mengambil cicilan!

4. Pastikan Anda Menyiapkan Proteksi Kesehatan yang Memadai

Dimasa pandemi ini, kesehatan menjadi prioritas utama. Terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai freelancer atau pekerja yang tidak di sediakan fasilitas kesehatan maka Anda wajib memikirkannya dengan matang di tahun 2021. Sekali lagi, adanya vaksin bukan berarti semua masalah bisa di atasi dalam sekejap.

Tapi, justru kita harus sebisa mungkin membuat proteksi mandiri sehingga ketika suatu hari terkena sakit, asuransi bisa mengcover biaya dan kita bisa fokus pada penyembuhannya saja. Jadi kita perlu menyadari bahwa kesehatan adalah hal utama yang perlu di perhatikan agar kondisi bisa semakin membaik. Jangan sampai kita tidak memiliki proteksi asuransi kesehatan apapun bahkan BPJS Kesehatan.

5. Mengatasi Dana Darurat yang Menipis

Dana darurat memang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup saat terjadi kondisi darurat contohnya saja saat baru saja kehilangan pekerjaan secara mendadak. Kita mungkin bisa hanya menggunakan dana darurat untuk 3-4 bulan.

Namun kita tidak bisa selamanya bergantung hanya pada dana darurat saja. Karena lama-lama dana darurat yang kita miliki akan mulai menipis.

Inilah yang di alami banyak orang ketika dana darurat sudah mulai menipis, jangan untuk menggunakan untuk modal usaha memikirkan dana darurat yang semakin tipis saja sudah membuat stres. Nah di sini sebnarnya masalahnya adalah pada cashflow. Inilah yang harus segra di ambil tindakan.

Mau tidak mau kita harus segera mencoba hal baru untuk mendapatkan cashflow. Menurut financial planner PrIta Ghozi, kita bisa mulai membuka keran penghasilan yang baru dengan prinsip 4E yakni :

  • Easy, tidak perlu mencari keran penghasilan yang baru dengan hal yang sulit. Artinya mulailah dengan apa yang kita miliki dari rumah.
  • Excellent, tidak perlu membentuk cashflow dengan hal yang kita tidak bisa. Kerjakan saja apa yang kita bisa terlebih dahulu.
  • Earning something, banyak orang yang berbisinis dari rumah tapi bisnisnya tidak dihitung dengan detail sehingga ia sebenarnya tidak mendapatkan cashflow. Jadi walaupun bisnis di rumah, tetap hitung segala sesuatunya agar tetap menghasilkan.
  • Enjoy, perubahan itu tidak mudah. Banyak orang yang biasanya mengerjakan rutinitas kantor namun sekarang banting setir membuka usaha kuliner, atau usaha lainnya. Ini adalah perubahan drastis yang melibatkan faktor emosional sehingga kita perlu memilih sumber keran penghasilan yang bisa kita nikmati/ kita enjoy melakukannya.

6. Membayar Hutang dan Menyiapkan Dana Darurat dengan Seimbang

Salah satu pertanyaan yang sering di tanyakan oleh banyak orang adalah “Mana yang perlu di dahulukan di tahun 2021, membayar hutang atau menyiapkan dana darurat?”

Nah pertanyaan ini memang menarik, karena jawabannya akan menentukan hasil akhir yang akan kita dapatkan. Jawabannya mungkin akan cukup dilematis.

Sebab jika kita membayar hutang tanpa memiliki cash di masa pandemi ini adalah bukan hal yang bijak. Disisi lain jika kita menyimpan cash sementara hutang terabaikan, hingga bertumpuk dan cicilannya bahkan bisa memakan setengah dari gaji itu juga pilihan yang salah.

Lalu bagaimana solusinya?

Pertama-tama kita harus membedah terlebih dahulu hutang-hutang yang kita miliki. Pisahkan mana saja cicilan yang harus segera kita lunasi, yakni cicilan online atau cicilan yang nilai barangnya tidak akan naik.

Artinya, diluar cicilan rumah dan kendaran itulah hutang yang harus menjadi fokus dan di pangkas. Mengenai cicilan rumah dan kendaraan, tetap di cicil selama dengan kedua hal tersebut kita bisa tetap membangun dana darurat.

Baca juga : Terkumpul dalam 1 Tahun! Ini 10 Cara Nabung Dana Nikah Paling Efektif

Tapi apapun pilihan kita, pastikan kita punya dana darurat minimal 3-4 kali jumlah pengeluaran. Jika kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk melunasi hutang sambil membangun dana darurat, maka jalan satu-satunya adalah dengan menjual aset yang di miliki di rumah.

7. Perhatikan Hal-Hal Penting dalam Cashflow 2021

Perhatikan Hal-Hal Penting dalam Cashflow 2021

Banyak dari kita yang masih harus menghadapi ketidak jelasan keuangan di tahun 2021. Misalnya saja yang kehilangan pekerjaan belum bisa mendapatkan pekerjaan baru atau gaji masih terpotong dan belum tahun kapan normal kembali. Jika begitu kondisinya, pos apa saja dalam cashflow yang penting kita perhatikan di tahun 2021?

Ada orang yang berhasil berhemat dan ada yang tidak berhasil berhemat. Nah, ternyata ada 5 pos pengeluaran yang paling besar dalam cashflow, di antaranya :

  • Belanja
  • Cicilan
  • Traveling
  • Hangout
  • Hobby

Orang yang berhasil berhemat di masa pandemi biasanya adalha orang yang disiplin untuk tidak traveling dan hangout. Nah jika kita berhasil berhemat, dana penghematan itu harus kita masukan ke dalam dana darurat.

Baca juga : 10 Kredit Pinjaman UMKM Online Program Pemerintah dan Bunganya

JIka dana darurat sudah cukup maka perlu membeli proteksi asuransi, lalu baru selanjutnya investasi. Banyak orang mengabaikan proteksi asuransi dan langsung berinvestasi, padahal jika seperti itu ketika sakit kita akan kembali mengambil tabungan dan investasi yang sudah capek-capek kita bangun.

Penutup

Tahun 2020 sebenarnya bukan hanya meninggalkan dampak negatif saja. Jika kita bisa melihatnya pada sisi yang lain, tahun ini juga menciptakan banyak opportunity untuk berkembang. Banyak bisnis-bisnis baru dan strategi perusahaan untuk bertahan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kita juga semakin sadar tentang kondisi keuangan kita sendiri dan banyak belajar tentang bagaimana startegi mengelolanya.

Untuk itu di tahun 2021 ini, kita mungkin perlu lebih optimis karena bagaimanapun selalu ada jalan bagi orang-orang yang tidak menyerah dalam berusaha. Karena permasalahan yang mungkin akan banyak di hadapi di 2021 nanti masih seputar cashflow, jadi selain mempersiapkan resolusi dan rencana keuangan di 2021 kita juga perlu kreatif dalam membangun cashflow. Berpijak dari data evaluasi tahun 2020 dan dengan memperhatikan beberapa tips di atas, mudah-mudahan bisa membantu Anda membuat resolusi dan rencana keuangan terbaik.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar

XM Trading Forex dan Saham, Bonus 15 sampai 500$
Daftar sekarang