Tertarik Bisnis Startup? Berikut 6 Tips yang Harus Dipahami Pemula!

bisnis startup di Indonesia
bisnis startup di Indonesia

Dalam kurun waktu setengah dekade terakhir, perkembangan bisnis di Indonesia memang identik dengan kemunculan perusahaan-perusahaan startup. Diambil dari istilah bahasa Inggris, startup sendiri merujuk pada perusahaan rintisan yang sebetulnya masih dalam fase pengembangan untuk menemukan pangsa pasar yang tepat.

Hanya saja saat ini, bisnis startup justru identik dengan bisnis berbau teknologi dan internet. Tak heran kalau akhirnya kini produk-produk yang ditawarkan perusahaan startup berbentuk aplikasi digital dan dioperasikan melalui internet. Meskipun usia perusahaan startup masih sangat muda (kurang dari 10 tahun), mereka mampu mencatat pemasukan luar biasa seperti GO-JEK, Tokopedia, Traveloka hingga Bukalapak.

Baca juga : 10 Keahlian paling dicari perusahaan startup saat ini

Yang semakin menggembirakan, para pendiri sekaligus pemimpin perusahaan teknologi startup di Indonesia, mayoritas adalah kelompok usia muda (maksimal 40 tahun). Muda, sukses dan tajir adalah tiga hal yang membuat banyak orang tertarik menggeluti bisnis startup. Sangat membanggakan, bukan? Nah, untuk memulai bisnis kekinian ini, ada beberapa tips yang harus Anda pahami.

Tips-Tips Bisnis Startup Untuk Pemula

1. Ciptakan Ide Sendiri Lewat Tren yang Ada

tips bisnis startup - ciptakan ide inovatif
tips bisnis startup – ciptakan ide inovatif

Salah satu tips paling mendasar kalau ingin membangun bisnis startup adalah dengan menemukan ide yang terbaik. Dari mana ide ini didapat? Bisa dari lingkungan terdekatmu. Banyak wirausaha startup yang sukses besar dengan bisnisnya berawal dari keluh kesah sehari-hari. Nadiem Makarim contohnya, sang pendiri GO-JEK yang mendapat ide membangun perusahaan transportasi online setelah lelah dengan kemacetan Jakarta.

Merasa kalau kendaraan roda empat tidak bisa memangkas waktu yang terbuang karena macet, Nadiem pun bekerjasama dengan para ojek pangkalan di dekat rumahnya. Berawal dari itulah, GO-JEK pun tumbuh menjadi perusahaan startup pertama asal Indonesia yang berstatus Decacorn (total valuasi lebih dari USD 10 miliar). Kurang dari satu dekade, jutaan mitra pengemudi di seluruh Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara telah bergabung dalam GO-JEK.

Seperti layaknya Nadiem, Anda pun bisa mencari ide memulai bisnis startup dari lingkungan. Mengikuti tren boleh, tetapi ada baiknya untuk berinovasi sendiri. Misalkan dengan sistem seperti GO-JEK, Anda bisa membangun aplikasi tukang tambal ban online atau sopir online. Atau ciptakan sendiri startup di sektor lain seperti marketplace khusus pedagang sayur di kotamu hingga aplikasi menulis novel.

Baca juga: 10 Ide Bisnis StartUp Paling Potensial di 2019, Layak untuk Dicoba!

2. Punya Tujuan Jelas

Semua bisnis pasti punya tujuan. Begitu pula dengan bisnis startup. Ketika sebuah ide bisnis muncul, pasti akan diikuti oleh tujuan. Misalkan saja Anda ingin menciptakan bisnis startup berupa produk aplikasi penyedia kuliner khusus bayi. Apa tujuan dari idei itu? Agar orangtua yang sibuk bekerja atau orangtua yang bingung mencari makanan untuk bayi mereka bisa memperoleh solusi paling efektif dan efisien.

Jadikan tujuan ide tersebut sebagai landasan perusahaan Anda. Dengan begitu, bisnis yang bakal Anda geluti bakal bisa berjalan terus maju lantasan punya tujuan jelas. Anda pun akan terus melakukan inovasi dan ekspansi bisnis supaya tujuan dasar yang diinginkan selalu terpenuhi. Hal inilah yang membuat startup seperti Traveloka berkembang dari penyedia tiket pesawat menjadi menjual tiket kereta, bus, kapal hingga hotel dan atraksi wisata. Karena tujuan mereka jelas, solusi untuk segala kebutuhan liburan.

3. Lakukan Analisa Pasar

tips bisnis startup - analisa pasar
tips bisnis startup – analisa pasar

Kalau ide dan tujuan sudah diperoleh, tips berikutnya untuk memulai bisnis startup bagi pemula adalah melakukan analisa pasar. Tips ini cukup penting dan wajib Anda lakukan karena dengan begitu Anda sebagai pemilik bisnis bisa mengetahui sikap calon konsumen. Anda akan tahu seberapa tinggi daya beli pasar sehingga menentukan harga jual produk yang diberikan.

Misalkan untuk bisnis startup transportasi online. Anda tentu harus tahu berapa besar tarif yang ditetapkan oleh transportasi umum konvensional, sebelum merumuskan tarif per kilometer pada layanan bisnis Anda. Dengan selisih yang tidak terlalu besar tapi kualitas pelayanan lebih baik, bisa dibilang kalau bisnis yang Anda tawarkan bakal lebih dilirik oleh calon konsumen. Jika analisa pasar dilakukan secara tepat, Anda bisa menawarkan harga yang kompetitif dan tetap terjangkau.

4. Susun Rencana dan Target

Sebuah bisnis startup yang sukses tidak mungkin bisa berjalan tanpa rencana dan target matang. Entah Anda mulai dalam skala besar atau modal kecil, semua harus punya timeline yang jelas. Jangan langsung menetapkan target terlalu tinggi seperti menginginkan posisi Decacorn dalam waktu satu tahun. Namun coba dulu bikin startup Anda dikenal, disukai, dibutuhkan sebelum akhirnya berstatus Unicorn dan kemudian Decacorn.

Baca juga : 10 ide bisnis startup paling potensial saat ini

Dengan adanya rencana dalam jangka waktu tertentu, Anda bakal bisa mengelola startup dengan lebih rapi. Begitu pula jika ingin melakukan kerjasama dengan investor baru, adanya rencana dan target jelas bakal membuat perusahaan terlhat jauh lebih profesional dan terpercaya.

5. Bangun Tim yang Solid

tips bisnis startup - tim solid
tips bisnis startup – tim solid

Bisnis startup memang dikembangkan dari seorang yang kreatif. Namun jika ingin berjalan lancar dan awet, Anda harus memiliki orang-orang hebat yang menjadi tim solid sekaligus inti perusahaan. Jika satu orang saja bisa menghasilan 10 ide kreatif, bukan tak mungkin kalau ada 10 orang sebagai anggota tim pengembangan, akan memunculkan hingga 100 ide berbeda.

Temukan orang-orang yang punya visi dan tujuan sama untuk perusahaan Anda. Jadikan orang-orang itu sebagai rekan bisnis sekaligus teman bertukar ide. Buat orang-orang itu memiliki rasa cinta dan semangat membangun perusahaan supaya tetap fokus pada target dan tidak mudah goyah dengan persaingan startup yang semakin ke sini, semakin ketat saja.

6. Ciptakan Budaya Kerja Positif

tips bisnis startup - budaya kerja positif
tips bisnis startup – budaya kerja positif

Dan ini adalah tips terakhir yang bisa Anda terapkan untuk membangun startup sukses yaitu menciptakan budaya kerja positif. Anda memang adalah sang pendiri sekaligus pemimpin, tapi jangan anggap pekerja lain adalah bawahan yang bisa Anda suruh dan marahi sesuka mungkin. Sikap saling menghormati, lingkungan kerja yang nyaman, santai tapi elegan adalah kunci bisnis-bisnis startup bisa bertahan.

Ajarkan budaya kerja positif mulai dari Anda, sang pemilik bisnis. Dengan begitu perusahaan startup Anda bakal semakin kuat dan mampu mengembangkan berbagai inovasi sesuai dengan garis waktu rencana dan sesuai target.

Bisnis Startup Punya Peluang Besar di Indonesia

Dengan lebih dari 250 juta penduduk Indonesia, setidaknya 130 juta di antaranya adalah pengguna internet. Fakta inilah yang membuat bisnis startup berbasis teknologi internet memiliki peluang besar tubuh subur di Indonesia. Berbeda dengan bisnis sektor pertanian, pertambangan, perbankan atau infrastuktur yang butuh modal besar, startup memang relatif lebih terjangkau tapi tetap menciptakan peluang pemasukan fantastis.

Baca juga: Informasi Lengkap Bagaimana Cara Membeli Barang dari Luar Negeri

Hal inilah yang membuat banyak generasi muda mulai tertarik mengembangkan bisnis startup. Namun tetap harus diingat, yang namanya bisnis adalah dunia penuh persaingan. Siapa yang bisa beradaptasi menghadapi segala masalah, selalu berpikir inovatif dan pantang menyerah-lah yang mampu membawa bisnisnya awet. Untuk itulah bagi Anda yang ingin memulai bisnis startup, jangan merasa rendah diri dulu. Karena di dunia serba internet seperti sekarang, siapapun bisa jadi pebisnis startup!

Loading...