15 Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika yang Harus Dibiasakan

Berawal dari undangan ke sebuah perusahaan telekomunikasi, Raditya Dika memberi 15 tips mengatur keuangan yang ditayangkan pada salah satu konten YouTubenya.

Saat itu Radit berbicara mengenai hidup minimalis dan hubungannya dengan produkrifitas karyawan. Alasan ia diundang ke perusahaan tersebut karena sempat membuat video tentang minimalisme dan sedang melakukan gaya hidup minimalis dalam semua aspek kehidupan.

Saat di belakang panggung beberapa orang bertanya kepada Radit mengenai aspek finansial dari hidup minimalis tersebut. Seperti  hubungan mengatur keuangan dengan minimalisme dan bagaimana ia bisa mengatur keuangan hingga sekarang. Hal itu dipertanyakan karena “sepertinya” hidup Raditya Dika biasa-biasa saja, tapi ia bisa melakukan atau beli banyak hal.

Yuk baca juga, Tips Investasi Ala Raditya Dika Sampai Bisa Pensiun Dini

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya Raditya Dika membagikan 15 tips mengatur keuangan ala Raditya Dika, Simak penjelasannya berikut:

1. Beli Barang Buat Diri Sendiri, Bukan Untuk Orang Lain

15 Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika yang Harus Dibiasakan
15 Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika yang Harus Dibiasakan

Tips mengatur keuangan ala Raditya Dika yang pertama adalah membeli barang untuk diri sendiri bukan orang lain.

Radit menilai bahwa zaman sekarang, terutama saat media sosial mulai menjamur orang-orang mulai membeli barang untuk orang lain. Membeli barang untuk orang lain di sini maksudnya adalah untuk pamer di sosial media dan membuat orang lain terkesan.

Bahkan hingga sampai lingkup pertemanan yang dimana ketika ada teman-teman yang memiliki barang tertentu, orang yang tidak memiliki barang tersebut akan dibully.

Contohnya dalam lingkup pertemanan Radit yang sedang banyak ngobrolin tentang motor gedek. Suatu hari ada yang masuk dalam lingkup pertemanan tersebut tapi tidak memiliki moge. Karena lingkungannya pada punya moge akhirnya orang tersebut membelilah moge.

Baca yuk, Cara Atur Penghasilan dan Pengeluaran Tahunan yang Sering Terlupakan

Tapi beberapa waktu kemudia orang tersebut karena satu dan lain hal menjual motornya. Dengan begitu orang yang membeli moge hanya karena ikut-ikutan tersebut telah mengalami kerugian karena harganya sudah turun.

Radit mengatakan bahwa jika kamu membeli barang agar orang lain merasa kagum, bisa lebih respect ke dirimu, hormat dan sejenisnya, maka itu adalah tujuan yang salah dalam membeli barang.

Belilah barang karena kamu butuh dan memang karena kamu jadi merasa jauh lebih happy ketika memiliki barang tersebut.

Tapi ini bukan berarti kamu tidak bisa membeli barang yang mewah dan mahal. Karena menurut Radit minimalisme adalah persoalan barang yang kamu punya itu dapat memberikan nilai dan kebahagiaan maksimal untuk hidupmu.

2. Harus Tahu Bahwa Waktu adalah Teman Terbaik untuk Investasi

Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika dengan berinvestasi
Harus Tahu Bahwa Waktu adalah Teman Terbaik untuk Investasi

Tips kedua dalam mengatur keuangan ala Raditya Dika investasi mulai dari sekarang.

Contoh hitung-hitungan investasi misalnya sekarang kamu menginvestasikan uang sebesar Rp.10.000.0000,- jika dalam satu tahun mendapat imbal hasil sebesar 5% maka uang kamu akan berjumlah menjadi Rp.10.500.000,-.

Baca juga, 7 Keunggulan Kartu Kredit Syariah yang Bisa Anda Pertimbangkan

Jika tahun kedua mendapat imbal hasil 5% lagi, maka kamu akan mendapatkan 5%x10.500.000, bukan cuman sekedar 5% dari Rp.10.000.000,-. Ini berarti bahwa semakin lama kamu berinvestasi maka akan semakin besar hasil akhirnya.

3. Uang Keluar Harus Lebih Sedikit dari Pada Uang Masuk

Cara mengatur keuangan ala Raditya Dika agar uang keluar lebih kecil dari pada uang masuk ada dua.

Yang pertama kamu memperbesar pemasukan, atau yang kedua kamu menekan pengeluaran. Hal ini menjadi salah satu standart untuk mengetahui apakah keuanganmu sehat atau tidak.

4. Tidak Mau Berhutang dan Tidak Mau Memberi Utang

Tips mengatur keuangan yang satu Ini mungkin tidak bisa dilakukan oleh semua orang, tapi ini adalah prinsip yang dipegang oleh Radit.

Bahkan pernah suatu saat Raditya Dika ingin membeli mobil, tapi karena ia tidak ingin berhutang maka ia hanya mempertimbangkan mobl mana yang bisa dibeli tanpa berhutang.

Dan jika saat itu belum mampu maka yang akan ia lakukan adalah memperbanyak lagi kerja sehingga bisa menabung dan berinvestasi sampai keinginannya tersebut tercapai.

Begitupun ketika teman SMAnya datang meminjam uang. Radit tidak membantu teman tersebut dengan meminjamkan uang tapi dengan memberikan pekerjaan yang bisa dilakukannya. Hal ini agar uang tersebut nantinya tidak menjadi masalah. Karena ada banyak pertemanan menjadi rusak karena utang dan uang.

Dengan memberikan pekerjaan, Radit mendapatkan value dari keahlian temannya dan teman tersebut mendapatkan uang yang sedang dibutuhkan.

Kalaupun utang menurut Radit berhutanglah dengan aset yang bertumbuh, contohnya rumah. Hal ini tapi lagi-lagi jangan sampai berhutang rumah yang terlalu memberatkan. Karena rumah nilainya selalu bertambah.

5. Membayar Kartu Kredit 100% Setiap Bulan dan Membeli Barang dengan Uang Cash

Membayar Kartu Kredit 100% Setiap Bulan dan Membeli Barang dengan Uang Cash
Membayar Kartu Kredit 100% Setiap Bulan dan Membeli Barang dengan Uang Cash

Jika menggunakan kartu kredit maka tiap bulan harus dibayar 100%, jangan sampai terjebak dengan utang kartu kredit.

Rasa sakit yang ditimbulkan ketika membeli barang dengan uang cash akan lebih tinggi dibandingkan dengan hanya menggesekkan kartu kredit.

Contoh ketika membeli handphone harga 2 juta rupiah menggunakan uang cash yang keluar dari dompet, akan lebih terasa sakitnya dibanding dengan menggesekkan kartu kredit.

6. Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika dengan Fokus Ke Penghasilan

Biasanya perencana keuangan banyak yang membahas mengenai bagaimana cara berhemat. Tapi jarang membicarakan untuk terus menambah penghasilan.

Padahal sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, bahwa finansial planner itu harusnya uang keluar lebih kecil dari pada uang masuk. Dari pada ngecilin uang keluarnya, mending lebih banyak mikirin bagaimana menambah uang masuknya.

Menurut Radit dalam tips mengatur keuangannya, gaji dan penghasilan itu berbeda. Maksudnya adalah penghasilan itu tidak selalu gaji. Karena kamu bisa menambah penghasilan dengan bisnis kecil-kecilan, buka toko di online shop, membuat buku dan dijual, membuat akun youtube sesuai keahlian sehingga mendapat iklan dari sana.

Jadi fokus dengan bagaimana cara menambah penghasilan dengan membuka revenue streams yang berbeda berdasarkan keahlian yang dimiliki. Maka dari itu coba telaah kembali apa keahlianmu dan apakah ada yang bisa “dijual” dari itu.

7. Pelajari instrument investasi dan hubungannya dengan tujuan finansial

Contoh mengatur keuangan ala Raditya Dika dengan instrument investasi adalah ketika kamu ingin membeli hp baru dengan harga 7 juta rupiah dalam waktu satu tahun dengan cara investasi. Maka investasilah di instrument yang resiko dan returnnya tidak terlalu tinggi. Hal ini atas dasar pertimbangan tujuan finansial yang jangka waktunya hanya satu tahun.

Berbeda dengan Radit yang memiliki tujuan finansial dana pension. Sejak ia berusia 25 tahun hingga sekarang berusia 34 tahun, ia berinvestasi ke dalam instrument saham. Hal ini dikarenakan volatilitas saham dalam waktu satu tahun terasa sangat kencang. Tapi jika sudah 5-10 bahkan lebih maka tidak akan terasa dan biasanya akan naik,

Tapi tips mengatur keuangan dengan menggunakan instrument investasi ini perlu yang namanya diversifikasi dan mix and match banyak saham. Hal ini agar sesuai dengan IHSG yang ada.

8. Banyak Penghasilan Bukan Berarti Banyak Pengeluaran

Radit pernah menjadi guru menulis di salah satu sekolah, dan saat itu muridnya mengirim surat “ingat ya kak, bahwa banyak penghasilan bukan berarti banyak pengeluaran”.

Tips mengatur keuangan ala Raditya Dika selanjutnya adalah menahan diri dari latah karena memiliki uang banyak. Baginya, penghasilan yang bertambah sama dengan kemungkinan buat berinvestasi juga naik. Ketimbang dengan penghasilan naik berarti dapat berfoya-foya lebih banyak.

9. Punya Budgeting yang Mendetail

Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika dengan budgeting
Punya Budgeting yang Mendetail

Selain punya budget yang jelas dan detail, terlebih dahulu kamu harus punya tujuan keuangan. Contoh tujuan keuangan seperti dana Pendidikan anak, dana pension, uang untuk ganti mobil 5 tahun kedepan dan sejenisnya.

10. Beli Pengalaman Bukan Membeli Barang

Menurut riset membeli pengalaman akan lebih membahagiakan dibandingkan dengan membeli barang.

Contohnya Radit yang sering berlibur dan makan Bersama adik-adiknya. Pengalaman ini terasa berbeda dengan hanya sekedar membeli barang. Memang barang dapat dipajang, tapi kebahagiaan dengan pengalaman yang sudah terjadi lebih membekas.

11. Perhitungkan Biaya yang Dikeluarkan Setiap Kali Menggunakan Barang yang Dibeli

Contoh ketika membeli ikat pinggang yang harganya satu juta rupiah tapi hanya bisa digunakan satu tahun karena setelah itu rusak. Lebih mending membeli ikat pinggang yang seharga sepuluh juta rupiah tapi bisa digunakan selama 15 tahun.

12. Tips Mengatur Keuangan dengan Belanja sendirian

Biasanya jika belanja Bersama teman aka nada barang-barang yang dibeli padahal tidak dibutuhkan. Seperti pada saat beli baju di mall.

Ketika pergi sendirian maka fokus baju yang dicari adalah yang sesuai selera dan terlihat oleh kita. Tapi ketika pergi Bersama teman, maka ia juga ikut memilih sehingga ada pilihan tambahan untuk belanjaanmu.

13. Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika dengan Membayar Pajak

Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika dengan Membayar Pajak
Bayar Pajak

Bayarlah pajak secara disiplin karena jika ditunda akan menjadi masalah. Seperti kena denda atau menjadi beban sosial sebagai masyarakat negara.

Selain itu jangan lupa berdonasi karena ada kebahagiaan “yang lain” dengan mengeluarkan uang tersebut ketimbang membeli barang atau pengalaman.

14. Tips Mengatur Keuangan dengan Kebiasaan

Cara menggunakan uang biasanya berlangsung sejak kecil. Maka dari itu ketika memiliki kebiasaan buruk dengan uang segeralah berubah.

Contoh dulu ketika stress sedikit langsung pergi shopping. Kebiasaan tersebut bisa diganti dengan semisal ngobrol Bersama teman atau sejenisnya.

15. Temukan Pasangan yang Perilakunya Terhadap Uang Itu Sehat

Jangan sampai diri sendiri sudah sehat dengan keuangan, tapi doi keuangannya tidak sehat. Hal ini akan menjadi masalah di masa depan. Bahkan ada studi yang menyatakan bahwa hampir 80% pertengkaran dalam uang itu terjadi karena uang.

Raditya Dika pernah kuliah jurusan keuangan di University of Adelaide Australia. Ia memiliki mimpi untuk bisa pensiun muda di usia 40 tahun, dan ternyata 5 tahun sebelum usia yang ditentukan Radit sudah memiliki cukup aset untuk pensiun.

Baca yuk, Strategi Membangun Sumber-sumber Penghasilan Sejak Usia 20-an

Dari sini ia mulai berani untuk membuat konten-konten edukasi mengenai keuangan pribadi. Radit melihat masih banyak masyarakat Indonesia yang salah dalam mengatur keuangannya. Maka dari itu ia mulai mengkampanyekan masalah kebiasaan, investasi, reksadana, dan lain-lain yang berhubungan dengan keuangan. Salah satu konten keuangannya yang paling banyak ditonton adalah “15 Tips Ngatur Duit Ala Raditya Dika”.

Tinggalkan komentar