7 Tips Menghemat Uang Belanja Selama Wabah Corona

Ekonomi dunia cukup terguncang karena adanya wabah corona. Baik dari kalangan ekonomi bawah hingga ekonomi atas banyak yang tidak bisa terhindar dari bencana non alam ini. Beberapa waktu lalu harga tukar rupiah ke dollar yang hampir 16.000 Rupiah, belum lagi sektor pariwisata yang kabarnya paling terdampak karena adanya wabah ini.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dari awal Januari hingga 12 April 2020 kini kerugian pariwisata dari hotel dan restoran mencapai US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000).

Disisi lain karena banyak pula perusahaan yang terkena dampak, maka banyak pula yang terkena PHK dan dirumahkan.

Sampai tanggal 13 April 2020, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan B Satrio Lelono mengatakan ada 2,8 juta orang yang terkena PHK dan dirumahkan.

Jumlah yang besar ini terdiri dari pekerja formal dan nonformal dan kemungkinan akan terus bertambah. Jika tempat Anda bekerja atau usaha Anda merupakan bisnis yang tidak terkena dampak corona, Anda patut bersyukur.

Tetapi, tidak ada salahnya untuk tetap mempersiapkan diri dengan berbagai kemungkinan di tengah kondisi ekonomi yang cukup tidak menentu. Melihat kondisi ini, langkah berhemat terutama dalam pengeluaran pos belanja mungkin menjadi pilihan yang cukup bijak.

Karena pos belanja biasanya menjadi sangat tidak stabil dan bisa merambah pada pos-pos keuangan lainnya dalam kondisi seperti ini jika kita tidak memiliki pijakan dalam penggunaannya.

Jadi tidak sembarang berhemat, kita juga perlu waspada akan adanya ancaman virus corona yang terbilang masih cukup tinggi di sekitar kita.

Dengan memikirkan bagaimana cara berhemat yang tepat selama wabah corona ini, semoga kita tetap bisa aman secara fisik, psikologis dan juga keuangan. Berikut adalah tips berhemat yang bisa Anda pertimbangkan untuk menghadapi krisis di masa pandemi!

1. Buat Anggaran Belanja Selama Physical Distancing

Tips Menghemat Uang Belanja Selama Wabah

Kita memang tidak benar-benar tahu berapa lama kita akan di anjurkan untuk melakukan physical distancing untuk mencegah meluasnya Covid-19.

Tetapi setidaknya dengan mengikuti perkembangan berita dan memperhatikan pendapat para ahli, kita bisa tahu bahwa selama satu bulan kedepan atau lebih kita akan berjuang mengatasi masalah pandemik di Indonesia. Sehingga kita juga bisa mempersiapkan diri dari segi keuangan untuk menghadapinya dengan membuat anggaran belanja selama physical distancing.

Anggaran belanja pada masa pandemic mungkin tidak jauh berbeda dengan anggaran belanja biasanya. Tapi yang perlu di perhatikan adalah mengenai apa yang di beli dan dimana kita akan membeli.

Pos belanja yang dimaksud adalah pengeluaran rutin untuk kebutuhan hidup seperti makan, minum, air bersih, listrik dll. Terutama kebutuhan pangan, perlu dilakukan penyesuaian karena membeli dari rumah mungkin akan banyak di pilih selama wabah corona ini.

Itu artinya perlu ada anggaran tambahan misalnya untuk ongkir (ongkos kirim). Jika anggaran sperti ini tidak di siapkan, biasanya pos pengeluaran untuk belanja akan membengkak dan tak terkendali. Tentu saja ini akan sangat berpengaruh pada gaya hidup kita dalam menggunakan anggaran belanja selama wabah. Untuk itu, akan di bahas pada poin-poin selanjutnya.

2. Masak Sendiri, Jangan Selalu Mengandalkan Delivery Food

Kita sadari, meskipun berada dirumah, bagi kita yang terikat kontrak dengan sebuah perusahaan tetap harus bekerja. Hal ini membuat kita cenderung memesan makanan dengan layanan delivery order atau melalui aplikasi sepert grab food atau gofood.

Hal ini tidak masalah dilakukan saat benar-benar tidak ada waktu lagi untuk membuat makanan atau cemilan sendiri. Tapi jika ini di lakukan setiap kali ingin makan dan mengemil, mungkin Anda perlu memikirkannya sekali lagi.

Coba kita membuat gambaran kalkulasi : Jika sekali makan Rp.30.000-Rp.50.000, cemilan Rp. 20.000/hari dan ongkirnya Rp. 4.000-Rp.15.000/kali maka kira-kira dalam sehari Anda harus mengeluarkan uang sebesar :

  • Biaya makan : Rp. 25.000-Rp. 50.000 x 3 (makan/perhari) = Rp.75.000-Rp. 150.000
  • Biaya cemilan : Rp. 20.000
  • Biaya ongkir : Rp. 4.000-Rp. 15.000x 4 (ongkir makan 3x dan cemilan 1 x) = Rp. 16.000-Rp. 60.000
    TOTAL :
    Rp. 111.000 – Rp.230.000/ hari atau
    Rp. 3.530.000 – Rp. 6.900.000 (sebulan hanya untuk makan dan cemilan)

Selain akan lebih mahal, potensi kebersihan makanan dari luar kurang bisa kontrol. Jika biasanya anggaran belanja untuk ini kita belikan junkfood, kopi di coffee shop dll, kini cobalah mengalihkan anggaran ini kepada bahan makanan yang lebih sehat dan bisa di oleh sendiri.

Baca juga : 10 Tips Menabung Bagi Karyawan yang Bergaji Kecil

Jadi disarankan untuk membuat makanan dan cemilan sendiri di dalam rumah. Bukan hanya lebih terjamin kebersihannya, kualitas nutrisi dan juga harganyapun akan lebih murah sehingga bisa menghemat pengeluaran belanja kita.

Anda bisa membelinya langsung di supermarket atau secara online. Saat ini beberapa aplikasi jual beli kebutuhan pokok bisa kita manfaatkan untuk membantu memaksimalkan physical distancing di rumah. Anda bisa langsung memesan melalui aplikasi dengan sekali ongkir saja atau bahkan gratis (dengan ketetuan minimal pembelanjaan tertentu).

3. Buat List Kebutuhan Primer & Sekunder Saat Mau Belanja

Buat List Kebutuhan Primer & Sekunder Saat Mau Belanja

Sebelum belanja kebutuhan pokok, lebih baik jika kita membuat list kebutuhan. Karena kondisi physical distancing yang secara otomatis merubah kebiasaan dalam berbelanja. Kita mungkin merasa sudah lama tidak berbelanja di luar dengan bebas seperti saat sebelum adanya wabah. Hal ini bagi sebagian orang membuat hasrat untuk belanja semakin tinggi.

Akibatnya, meskipun belanja online untuk kebutuhan physical distancing di rumah barang yang di belanja menjadi berlebihan. Apalagi melihat diskon yang tinggi di aplikasi. Seakan-akan yang tidak terlalu urgent di butuhkanpun menjadi hal yang harus di beli. Maka dari itu, list belanja dengan menggolongkan mana kebutuhan primer dan sekunder perlu di buat terlebih dahulu.

Misalnya menggolongkan kebutuhan pangan primer sebagai kebutuhan yang wajib di beli seperti kebutuhan makan harian atau body care. Contohnnya sayuran, lauk pauk, beras, bumbu-bumbu, air minum, sabun, shampo dll.

Sedangkan kebutuhan sekundernya yakni yang bisa di beli tetapi sifatnya tidak wajib seperti bahan/makanan/minuman untuk camilan. Pertimbangkan pula berapa banyak yang harus di beli dengan memperhatikan berapa lama bisa bertahan di dalam lemari es dan nutrisinya.

4. Pilih Barang Belanja dengan Strategi “Kebutuhan feat Diskon”

Masih berbicara belanja kebutuhan hidup secara online, kali ini kita akan meneruskan membahas tentang cara. Pada poin sebelum di sebutkan untuk berhati-hati terhadap godaan diskon sehingga kita perlu membuat list belanja terlebih dahulu. Tapi sebenarnya jika ada diskon, bukan berarti harus benar-benar kita hindari loh!

Kita bisa memanfaatkan diskon jika sudah memegang list yang sudah kita buat sebelumnya. Jika kebetulan harga suatu barang yang ada dalam list sedang diskon dan bisa di simpan dalam waktu yang lama dan sifatnya pasti kita butuhkan maka kita bisa membeli beberapa. Misalnya produk shampo yang dalam sebulan kita membutuhkan 1 botol, kita bisa beli 2-4 botol.

Tapi ingat, jangan sampai berlebihan. Perhatikan harganya, kembalikan pada asumsi kebutuhan primer dan sekunder. Selain itu pikirkan pula apakah uangnya tersedia serta cashflow tetap aman saat membelinya ataukah tidak. Terkesan ribet ya? Tapi inilah yang perlu di lakukan untuk menjadi smart shopper.

5. Mencuci Baju Sendiri di Rumah

Jika sebelum adanya wabah corona Anda termasuk orang yang sering mengandalkan laundry di luar rumah karena alasan kesibukan, mungkin ini saatnya Anda berhemat dengan mencuci baju di rumah saja. Apalagi jika Anda punya mesin cuci dirumah. Sudah pasti mencuci sendiri akan lebih murah dibanding mencuci di laundry. Tapi memang kita perlu menyediakan waktu untuk itu.

Walaupun tetap bekerja, jika asumsinya Anda bekerja di rumah tentu akan lebih bisa fleksibel mengatur waktu. Anda bisa memutar/menekan tombol mesin cuci, selagi menunggu mesin cuci menggiling pakaian Anda bisa sambil mengerjakan pekerjaan.

Atau jika Anda merupakan tipe yang tidak bisa melakukan multitasking, Anda bisa menyediakan waktu sekali seminggu untuk mencuci pakaian.

6. Membeli Masker Seperlunya atau Membuat Masker Sendiri

Saat ini dapat di bilang bahwa masker sudah menjadi kebutuhan penting masyarakat Indonesia bahkan negara-negara di dunia yang terkena wabah corona. Oleh karena itu kelangkaan masker medis dan juga APD standart sempat menjadi masalah. Harganya sempat melambung tinggi dan sulit di temukan.

Selain lebih murah, ternyata berdasarkan penelitian masker kain bisa melindungi kita dari paparan virus walaupun kadarnya lebih rendah dari pada masker medis atau masker lainnya. Tetapi bagi kita yang sehat, di sarankan untuk menggunakan masker kain dengan catatan tetap memperhatikan kebersihan dan penggunaannya.

Maka belilah beberapa masker kain di banding masker medis secukupnya saja. Atau jika kita ingin membuatnya lebih banyak untuk anggota keluarga lain dan tetap hemat, Anda bisa membuat masker kain sendiri. Caranya bisa Anda cari melalui tutorial di youtube banyak yang sudah membahasnya.

7. Mencari Hiburan Murah di Dalam Rumah

Mencari Hiburan Murah di Dalam Rumah

Selain kesehatan fisik, kita juga mperlu memperhatikan kesehatan psikologi juga bukan? Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini. Tingkat stres mungkin bisa meninggi karena berita-berita, masalah pekerjaan dll.

Kalau dulu, salah satu pereda stres mungkin dengan mencari hiburan di luar rumah seperti makan, shopping di mall dll. Nah untuk saat ini Anda tetap bisa mencari hiburan tetapi di usahan dalam rumah saja.

Dengan asumsi ekonomi dunia yang tidak menentu, kita juga perlu memastikan bahwa hiburan dalam rumah yang kita peroleh tetap on budget bahkan lebih hemat.

Jangan sampai karena hanya bisa di rumah saja, kita jadi melampiaskan nya untuk membeli barang-barang atau hiburan lain yang sangat mahal. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan mindful financial planning sebagai pijakan mencari hiburan.

Menurut perencana keuangan Prita Ghozie, mindful financial planning atau merencanakan keuangan dengan baik adalah bagian dari selflove. Karena itu artinya kita peduli dengan diri sendiri untuk membuat kondisi keuangan kita lebih baik lagi.

Hubungannya dengan mencari hiburan di dalam rumah adalah pada sisi mindful-nya. Jika sedari awal kita memiliki niat untuk merencanakan keuangan dengan baik, maka kita juga bisa mencari hiburan yang baik sesuai dengan prinsip financial planning kita walaupun di dalam rumah.

Baca juga : 10 Kiat Menghemat Pengeluaran Bulanan dalam Keluarga

Baik dari segi fungsi dan juga segi keuangan. Misalnya menyadari bahwa sumber stress kita adalah karena kita sudah terlalu lama tidak bersosialisasi secara bebas, maka Anda bisa menghubungi keluarga, keponakan atau teman-teman menggunakan videocall.

Anda juga bisa mencoba memasak bersama pasangan dan anak-anak. Tidak perlu mahal bukan? Yang penting adalah melatih diri mengidentifikasi sebab dan juga mencari cara yang sesuai dengan prinsip financial planning kita.

SEKURITAS

INFO

5/5
  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

4.5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex