7 Tips Menjaga Skor Kredit Saat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang sudah melanda Tanah Air sejak bulan Maret 2020, tanpa terasa sudah hampir 1,5 tahun terjadi. Banyak orang jelas mengalami masalah ekonomi akibat wabah corona, hingga akhirnya terpaksa mengajukan pinjaman kredit supaya bertahan hidup. Sebelum mengikuti langkah serupa, ada baiknya Anda tahu tips menjaga skor kredit supaya pengajuan lancar.

Bukan tanpa alasan kenapa tips menjaga skor kredit ini wajib diketahui, karena bagaimanapun juga, skor kredit adalah indikator utama sebuah pengajuan kredit bakal diterima atau ditolak. Secara mudahnya, skor kredit alias credit score merupakan sebuah penilaian atas kelayakan kredit seseorang. Semakin tinggi skor kredit yang dimiliki, bank dan lembaga keuangan akan memilihnya.

Melalui skor kredit itu sendiri, bank hingga lembaga keuangan lain yang memberikan fasilitas pinjaman, akan bisa menilai kemampuan calon debitur apakah sanggup mengembalikan pinjaman dan membayar cicilan sesuai dengan yang ditentukan. Karena semakin bagus skor kredit yang dimiliki, artinya kondisi finansial calon debitur makin baik dan siap menerima kredit.

Baca juga: Pilih Mana, Apply Kartu Kredit Atau Pinjaman Online?

Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui dari Penilaian Skor Kredit

© rentalresearch

Keberadaan skor kredit sendiri bagi kalangan produktif memang sangat penting. Apalagi di masa sulit seperti pandemi Covid-19, membuat banyak orang sering mengajukan pinjaman. Entah kredit kendaraan bermotor, kredit hunian bahkan hingga pinjaman online alias pinjol yang semuanya membutuhkan credit score.

Dalam berbagai aspek finansial, skor kredit tak hanya menentukan apakah pengajuan pinjaman Anda diterima, tapi juga mempengaruhi perhitungan bunga kredit yang bakal dibebankan. Semakin rendah skor kredit yang dimiliki, biasanya pihak bank atau lembaga keuangan pemberi pinjaman akan memberikan bunga makin tinggi dan begitu pula sebaliknya.

Selain besaran bunga yang bakal ditetapkan, skor kredit juga akan mempengaruhi berapa plafon alias jumlah pinjaman. Misalkan saja Anda punya angka skor kredit yang memuaskan dan mengajukan pinjaman Rp100 juta, bukan tak mungkin kalau pengajuan kredit itu akan dicairkan sepenuhnya oleh pihak pemberi kredit.

Hanya saja kalau angka skor kredit yang Anda miliki tidak cukup baik dan pas-pasan, pengajuan Rp100 juta itu bisa saja cuma disetujui sebesar Rp10 juta – Rp50 juta saja. Dalam kondisi seperti inilah Anda sangat butuh tips menjaga skor kredit apalagi kalau Anda tengah dalam posisi yang benar-benar butuh bantuan uang tunai.

Lantas, bagaimana credit score itu ditentukan?

Rupanya ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya angka skor kredit seseorang yakni:

  • Status pekerjaan
  • Penghasilan per bulan
  • Lama bekerja dan informasi tempat kerja
  • Status pernikahan
  • Jumlah tanggungan
  • Informasi kredit yang pernah dimiliki sebelumnya

Jika seluruh faktor di atas mampu Anda penuhi, bisa saja nilai credit score Anda bakal cukup tinggi. Nah, ketika sudah cukup tinggi jangan biarkan itu anjlok asalkan Anda memahami betul bagaimana tips menjaga skor kredit secara tepat. 

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam, Solusi Pinjaman Dana Bisnis Anda

Penilaian Skor Kredit di Indonesia

© smallbiztrends

Banyak orang yang menjauhi pinjaman atau produk kredit dari bank dan lembaga keuangan lainnya, karena enggan dibebankan pada tanggung jawab tagihan yang tentunya mempengaruhi finansial. Namun ada kalanya seseorang memang benar-benar butuh kredit, sehingga mau tak mau melakukan pengajuan ke bank atau instansi finansial lain.

Terutama dalam kondisi wabah corona dan banyak orang terpaksa kehilangan pekerjaan, biasanya pinjol menjadi salah satu pilihan paling favorit untuk memperoleh dana tunai. Bahkan beberapa orang yang ingin memiliki hunian tapi budget belum cukup untuk beli cash, KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sangatlah berguna. Di mana semua produk kredit itu butuh credit score.

Di Indonesia sendiri, kabarnya hanya ada dua perusahaan swasta sudah punya izin operasional resmi yakni IdScore milik Pefindo Biro Kredit dan skor kredit milik Kredit Biro Indonesia Jaya. Sementara itu untuk masyarakat umum, jika hendak mengetahui nilai credit score bisa mengakses SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dimiliki OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Dalam SLIK itu sendiri, Anda bisa melihat riwayat kredit yang pernah dilakukan seperti KPR, kredit kendaraan bermotor hingga kredit-kredit konsumtif lain entah kartu kredit atau pembelian barang elektronik. Asalkan Anda mengajukan kredit di lembaga keuangan atau bank yang sudah terdaftar dan berizin OJK, maka semua bakal tertera dalam SLIK. 

Cara Membaca SLIK Debitur

Semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, OJK menerima pengajuan SLIK secara online. Anda hanya perlu mengakses website OJK khusus konsumen dan langsung melakukan pengajuan SLIK, sesuai dengan kuota pendaftaran yang ada. Jangan heran kalau Anda harus menanti selama satu bulan lamanya sebelum akhirnya memperoleh kuota pendaftaran SLIK.

Di dalam SLIK itu sendiri, terdapat IDI (Informasi Debitur Individual) Historis yang harus diperhatikan. IDI Historis memuat informasi kredit debitur seperti plafon kredit yang masih jadi tanggungan, cicilan yang menunggak, berapa lama tagihan gagal dibayar hingga proses pembayaran kredit. 

Penilaian dalam SLIK menggunakan indikator 1-5, di mana lima adalah poin terendah yang artinya kredit macet, sehingga membuat pengajuan kredit Anda di pihak lain bisa saja ditolak. Bahkan kepada kredit yang sudah lunas tapi memiliki rekam jejak pembayaran bermasalah seperti menunggak lebih dari tiga bulan, juga akan memiliki nilai yang tidak sempurna.

Perbedaan SLIK dan Skor Kredit

Meskipun terdengar mirip seperti credit score, faktanya SLIK bukanlah skor kredit. SLIK hanyalah sebuah laporan informasi milik OJK yang memuat informasi data keuangan debitur, di mana di dalamnya terdapat rekam jejak kredit seseorang. Meskipun lembaga pemberi kredit bisa mengakses SLIK, faktanya mereka tetap menggunakan hasil analisa pihak swasta yang diwakilkan dengan angka, untuk melihat skor kredit calon debitur.

Satu hal yang membuat SLIK berbeda dengan credit score adalah dalam skor kredit Anda bisa memperoleh informasi lebih lengkap. Mulai dari analisa kredit sampai analisa profil risiko calon debitur. Kedua hal ini penting bagi kreditur untuk melakukan mitigasi risiko atas kemungkinan kredit macet. Hanya saja penerapan credit score yang baik di Tanah Air belum ditetapkan akurat.

Sejauh ini skor kredit lebih banyak digunakan lembaga keuangan digital alias fintech (financial technology). Di mana perusahaan-perusahaan fintech ini membangun big data yang akan memberikan laporan analisa credit score, sebelum akhirnya memutuskan memberikan atau menolak pengajuan pinjol calon debitur.

Tips Menjaga Skor Kredit Supaya Lolos Pengajuan Pinjaman

Melihat betapa pentingnya score credit dalam kebutuhan finansial, terutama di masa pandemi Covid-19 yang serba tak tentu, ada baiknya untuk menjaga nilai tersebut tetap memuaskan. Tenang saja, berikut beberapa tips menjaga skor kredit yang bisa Anda coba terapkan:

1. Manfaatkan Autodebet

© Freepik/pch.vector

Penyebab utama kenapa skor kredit seseorang jadi jelek adalah karena seringkali menunggak. Ada banyak hal yang memicu seseorang menunggak tagihan kredit seperti lupa bayar, malas bayar hingga memang tak punya uang untuk melunasi cicilan. Padahal tagihan yang menunggak sekalipun hanya satu hari saja, akan mempengaruhi skor kredit dan membuat Anda terkena denda.

Nah, tips menjaga skor kredit supaya terhindar dari hal itu adalah dengan memanfaatkan fitur autodebet pada rekening. Misalkan saja Anda memiliki tagihan KPR tiap bulan sebesar Rp4 juta dengan jatuh temponya pada tanggal 30, maka kalau Anda yang memperoleh gaji di tanggal 25, bisa langsung menggunakan fitur autodebet seperti Rp4 juta tiap bulan di tanggal 26.

Lewat fitur autodebet ini, Anda tak perlu cemas lupa bayar atau penghasilan terlanjur dipakai untuk kebutuhan lain. Lantaran tak pernah menunda pembayaran, maka score credit sudah pasti tetap memuaskan dan Anda bisa bebas mengajukan pinjaman lagi.

Baca juga: Jangan Stres, Ini Tips Atur Keuangan Saat Isolasi Mandiri

2. Bijaksana Pakai Kartu Kredit

Banyak lembaga keuangan atau pihak bank yang memasang syarat kepemilikan kartu kredit kepada calon debitur. Kenapa begitu? Karena kartu kredit adalah salah satu indikator kalau kemampuan finansial calon debitur meyakinkan, sehingga bisa memperoleh akses keuangan lain. Namun, Anda harus membayar tagihan kartu kredit secara disiplin dan bijaksana.

3. Cari Penghasilan Tambahan

© Vecteezy/eamesbot

Di masa pandemi Covid-19 yang serba tak tentu, memang menuntut seseorang untuk selalu berpikir kreatif. Pemikiran kreatif yang punya nilai komersil tinggi bisa dimanfaatkan sebagai cara memperoleh penghasilan tambahan. Apalagi kalau side-job ini bisa dilakukan secara online di rumah, tentu saja tak akan menambah beban kerja dan membuat penghasilan bertambah.

4. Rasio Hutang Tetap Rendah

Salah satu tips menjaga skor kredit yang cukup mudah dilakukan adalah menjaga rasio hutang tetap rendah. Menurut banyak perencana keuangan, hutang tidak boleh lebih dari 30% penghasilan. Sehingga kalau penghasilan bulanan Anda adalah Rp5 juta, maka hutang yang diperbolehkan maksimal Rp1,5 juta.

Rasio hutang yang tetap dijaga rendah ini akan membuat Anda tidak kesulitan dalam mengelola penghasilan. Sehingga kalau hendak mengajukan kredit baru, cobalah hitung apakah lebih dari rasio 30% penghasilan. Jika melebihi, lunasi dulu kredit sebelumnya.

5. Lunasi Hutang Lama

© iStock/blocberry

Tak ada yang menyalahkan kalau Anda ingin mengajukan KPR, padahal masih punya cicilan kendaraan bermotor dan tagihan kartu kredit. Hanya saja sebisa mungkin Anda harus tahu kondisi finansial diri. Jangan serakah berlebihan, karena hutang akan membuat penghasilan dan diri terbebani. Ada baiknya Anda melunasi hutang lama sebelum mengajukan kredit baru.

Baca juga: Manfaat dan Ide Menabung Jangka Pendek Tahun 2021

6. Ajukan Relaksasi Kredit

Kondisi perekonomian yang belum bangkit sepenuhnya karena wabah corona, membuat pemerintah mengeluarkan POJK Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur soal relaksasi kredit. Seperti namanya, relaksasi kredit ini adalah salah satu upaya tips menjaga skor kredit. Karena lewat relaksasi, pihak pemberi kredit akan meringankan beban tagihan Anda,

Mulai dari perpanjangan masa tempo kredit, hingga pengurangan besaran angsuran. Dengan adanya relaksasi kredit, Anda tak perlu cemas tak bisa bayar yang nantinya berimbas buruk ke skor kredit.

7. Hindari Tagihan Menunggak

© Vecteezy/Dooder

Dan tips menjaga skor kredit yang terakhir adalah sebisa mungkin hindari tagihan yang menunggak. Tagihan yang menunggak akan membuat Anda makin berat karena sudah pasti terjerat denda. Tagihan menunggak ini jelas membuat skor kredit makin buruk, apalagi kalau sudah lebih dari 90 hari bakal dihitung sebagai kredit macet dan membuat credit score anjlok parah.

Kesimpulan

Pada dasarnya sejumlah tips menjaga skor kredit yang sudah dibahas tidaklah menyulitkan. Anda sebagai calon debitur memang ada baiknya untuk mulai memperhatikan betul pentingnya skor kredit. Karena bagaimanapun, credit score adalah pintu gerbang ke berbagai akses finansial. Di mana asalkan perilaku finansial Anda memuaskan, Anda bisa dapat kredit anti ribet.

Tinggalkan komentar