7 Tips Nabung Dana Darurat Keluarga Sampai Berhasil

Sebagian dari Anda yang membaca artikel ini mungkin sudah tahu betapa pentingnya dana darurat bagi kesehatan keuangan. Baik itu statusnya single, baru menikah, apalagi jika sudah memiliki anak, semua butuh menyiapkan dana darurat.

Bisa di bilang bahwa dana darurat adalah safety net yang kita buat agar bisa bertahan di saat-saat kritis. Misalnya saja saat kehilangan pekerjaan, terkena bencana alam dan situasi darurat lain dimana kita kesulitan memenuhi kebutuhan dari income rutin yang sebelumnya ada.

Bayangkan jika hal tersebut terjadi tanpa adanya dana darurat? Bisa-bisa uang yang capek-capek kita kumpulkan untuk impian ke depan terpaksa kita pakai. Itu kalau kita masih punya tabungan lain, kalau tidak ada?

Kita pasti panik dan akan sulit berpikir jernih. Apalagi sudah ada anak istri yang menjadi tanggung jawab pribadi, mau pinjam ke kerabat pun belum tentu ada. Tidak jarang hal ini juga menjadi pemicu percekcokan rumah tangga.

Berbeda cerita jika dana darurat yang ideal sudah di siapkan dengan baik. Kita akan lebih mudah berpikir jernih dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Karena sembari berikhtiar kembali, dapur dan kebutuhan primer tetap bisa terpenuhi dengan menggunakan dana darurat.

Penyebab Sulitnya Menabung Dana Darurat

Tapi walaupun tahu sedemikian pentingnya dana darurat, banyak dari kita yang masih kesulitan menabung dana darurat. Sudah mulai isi saldo dana darurat, eh di ambil kembali untuk beli kebutuhan A.

Janji akan di ganti lagi, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi karena uangnya di gunakan untuk kebutuhan B. Kira-kira kenapa ya kita tidak pernah berhasil menabung dana darurat keluarga?

Mungkin bisa jadi selama ini kita :

  • Masih merasa dana darurat belum begitu di butuhkan saat ini
  • Asal nabung saja tidak punya target dan perencanaan
  • Tidak disiplin atas prioritas keuangan yang sudah di rencanakan
  • Tergiur godaan diskon awal bulan
  • Dana darurat di simpan di tempat yang kurang tepat
  • Kondisi keuangan masih belum sehat

Apakah Anda merasa begitu juga? Kira-kira apa lagi penyebab kita kesulitan menabung dana darurat selain yang sudah di sebutkan di atas?

Apa saja yang bisa kita lakukan supaya bisa berhasil menabung dana darurat yang ideal untuk keluarga?

1. Evaluasi Mindset

Evaluasi Mindset
gambar : unsplash.com/ jose aljovin

Pertama-tama, kita evaluasi dulu cara pandang terhadap dana darurat jika dirasa ada yang kurang tepat seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya. Mungkin secara tidak sadar kita menganggap kalau uang darurat itu belum begitu di butuhkan saat ini.

Jawabannya yes, betul sekali. Uang darurat memang tidak kita butuhkan saat ini selama kondisi masih baik-baik saja. But who knows?

Siapa yang tahu kalau perusahaan tempat kita bekerja saat ini akan terus mempekerjakan kita (tidak akan melakukan PHK tiba)?

Siapa yang tahu bahwa kondisi ekonomi negara bahkan global tidak akan mempengaruhi keuangan keluarga kita?

Belajar dari masa pandemi covid 19 tahun 2020 lalu, seharusnya kita menyadari disaat seperti itulah dana darurat ini memang di fungsikan sebagai penyelamat. Bagi yang tidak memiliki dana darurat sudah tentu lebih sulit menghadapi situasi demikian.

Dan sekarang isu resesi pada tahun depan. Meski ekonomi Indonesia masih terhitung lebih baik baik di banding negara-negara maju yang terkena resesi, tapi tidak ada salahnya jika kita tetap waspada. Salah satunya dengan menyiapkan emergency fund ini.

Jadi, anggaplah bahwa dana darurat ini adalah sebuah investasi dalam bentuk proteksi ekonomi khususnya untuk memenuhi kebutuhan primer jika terjadi kondisi darurat di masa depan.

Dengan begitu, kita akan lebih bersemangat untuk mengumpulkan emergency fund ini. Sebab fokus kita adalah sedang berinvestasi atas jaminan pemenuhan kebutuhan keluarga kita dalam kondisi darurat.

Baca juga, Belajar Mindset Orang Kaya Dari The Psychology of Money

2. Pahami Dana Darurat yang Ideal Untuk Keluarga Anda

Nominal dana darurat setiap keluarga bisa saja berbeda-beda tergantung kondisi dan berapa jumlah pengeluaran rutin bulanannya.

Namun bagi pasangan suami istri yang belum memiliki anak disarankan untuk memiliki emergency fund minimal 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Sementara pasangan yang sudah memiliki anak idealnya memiliki dana darurat minimal 12 kali penegluaran rutin bulanan.

Perhatikan contoh di bawah ini!

Misalnya pengeluaran rutin bulanan Anda dan pasangan (tanpa anak) adalah Rp 6.000.000/ bulan.

Maka : Rp 6.000.000 x 6 bulan= Rp. 36.000.000 (inilah total emergency fund ideal keluarga Anda).

3. Tentukan Target dan Pilih Strategi yang Pas

Tentukan Target Dan Pilih Strategi Yang Pas
gambar : unsplash.com/ Estée Janssens

“Wah besar sekali! Rasanya berat kalau harus mengumpulkan uang sebanyak itu”. Mungkin hal ini yang kita rasakan setelah menghitung uang darurat yang dibutuhkan keluarga kita.

Jika langsung di totalkan memang akan terasa berat, namun sebenarnya kita tidak harus mengumpulkannya sekaligus. Kita bisa gunakan strategi menabung yang paling cocok untuk masing-masing.

Tapi sebelum menentukan strategi, sebaiknya kita menentukan target menabung terlebih dahulu. Misalnya dalam 1,2, atau 3 tahun, tergantung jumlahnya dan kemampuan Anda.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dana darurat?

Kalau sudah, coba perhatikan 2 strategi yang mungkin bisa Anda pertimbangkan!

  • Menabung Sedikit Demi Sedikit
    Bagi Anda yang lebih nyaman menabung dengan dengan nominal yang sama sampai mencapai target bisa menggunakan strategi ini.
    Bagilah total nominal dana darurat yang harus dikumpulkan kedalam jumlah bulan yang ditargetkan. Setelah mendapatkan jumlah perbulannya, bagi lagi ke dalam jumlah hari di setiap bulan. Contohnya :
    – Rp 36 juta/ 24 bulan = Rp 1,5 juta/ bulan
    – Rp 1,5 juta/ 30 hari = Rp 50 ribu/ hari (ini uang yang harus di sisihkan untuk emergency fund tiap haribya selama 2 tahun kedepan)
  • Membagi Dalam Beberapa Gelombang
    Cara yang kedua, Anda bisa memecahnya dalam beberapa gelombang sesuai kondisi keuangan Anda. Misalnya karena kondisi keuangan tahun ini kurang baik maka Anda bisa membuat presentase target yang lebih kecil.
    Yang terpenting, jangan memaksakan jika memang belum bisa ideal. Tapi emergency fund tetap harus di perjuangkan. Maka dari itu Anda bisa berusaha memperbaiki kondisi ekonomi di tahun depannya agar bisa menabung dengan persentase yang lebih besar.
    Coba perhatikan contoh dari strategi ini :
    – Gelombang 1 : Rp 36 juta x 20% = Rp 7,2 juta/ 12 bulan= Rp 600 ribu/ bulan
    – Gelombang 2 : Rp 36 juta x 30% = Rp 10,8 juta/ 6 bulan = Rp 1,8 juta/ bulan
    – Gelombang 3 : Rp 36 juta x 50% = Rp 18 juta/ 6 bulan = Rp 3 juta/ bulan

4. Masukan Dalam Anggaran Bulanan

Sekarang target dan rencana menabung sudah di buat. Artinya emergency fund adalah prioritas keuangan Anda saat ini sehingga wajib di anggarkan.

Maka langkah selanjutnya adalah memasukan nominal target menabung yang sudah di pecah tersebut kedalam anggaran bulanan. Khususnya masukan pada pos saving ya.

Jadi sebelum menabung emergency fund, sebaiknya Anda sudah punya budgeting dengan pos-pos yang jelas.

Manapun strategi yang Anda pilih, pastikan selalu tercatat dalam anggaran bulanan. Bagi yang menabung bulanan mungkin bisa langsung saja di anggaran sesuai perhitungan yang sudah di lakukan. Namun khusus untuk cara menabung harian, kalikan dulu 30 hari.

Contoh, Rp 50 ribu x 30 hari = Rp 1.500.000/ bulan (ini anggaran untuk nabung dana darurat perbulan). Tapi Anda tetap bisa menabungnya per hari jika lebih nayman begitu.

Baca juga,

5. Langsung Pisahkan Anggaran Dana Darurat Setelah Gajian

Langsung Pisahkan Anggaran Dana Darurat Setelah Gajian
gambar : unsplash.com/ alexander grey

Setelah memasukannya kedalam anggaran bulanan, kini saatnya take action!

Sebaiknya jangan menunda memisahkan anggaran, untuk menghindari godaan diskon awal bulan. Langsung saja pisahkan anggaran dana darurat setelah gajian.

Bagi yang menabung harian, bisa menaruh anggarannya di dompet pintar atau di rekening e-wallet bersamaan dengan anggaran tabungan lain. Namun nantinya setiap hari dananya di transfer ke rekening khusus.

Bagi yang menggunakan strategi pembagian gelombang, Anda bisa langsung menaruhnya di rekening atau instrumen khusus untuk emergency fund. Tapi ingat, simpanlah dana ini di tempat yang tepat.

6. Simpan Dana Darurat di Tempat yang Tepat

Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, tempat seperti apakah yang tepat digunakan sebagai media menyimpan emergency fund?

Prinsipnya instrumen tersebut haruslah aman (rendah resiko), likuid (mudah di cairkan) dan mudah di akses.

Untuk poin ketiga, sebenarnya bisa menjadi salah satu sebab kegagalan menabung. Karena terlalu mudah di akses sehingga kita juga mudah untuk mengambilnya.

Tapi sebagai orang dewasa belajarlah untuk konsisten pada rencana yang sudah dibuat. Ingatlah bahwa hal ini harus di lakukan demi investasi berupa proteksi untuk keluarga kita tercinta.

7. Cek Perkembangannya

Cek Perkembangan Dana Darurat.png
gambar : unsplash.com/ Brooke Cagle

Tips terakhir agar bisa berhasil mengumpulkan emergency fund yang ideal untuk keluarga adalah selalu cek perkembangannya.

Jika sadar betul perkembangan yang sudah terjadi atas effort yang kita lakukan, biasnya kita akan semakin bersemangat. Sadari, sudah seberapa jauh Anda berusaha mengumpulkan dana darurat ini.

Dengan berevaluasi, kita jadi tahu apakah kita sudah disiplin dalam menabung selama ini ataukah belum. Jika belum apa penyebabnya? Kita bisa berusaha mencari solusi atas masalah tersebut sambil terus menabung.

Oh ya, karena mengumpulkan dana darurat sudah menjadi prioritas keuangan Anda dan keluarga, maka setiap dapat bonus lebih baik tidak di habiskan semua. Simpan sebagiannya ke dalam rekening dana darurat Anda supaya dana darurat bisa lebih cepat terkumpul.

Penutup

Dana darurat adalah salah satu proteksi keuangan yang wajib di miliki oleh setiap keluarga. Karena jika keuangan jadi sakit gara-gara kesulitan menghadapi kondisi darurat, hubungan keluarga pun bisa ikutan sakit karenanya.

Jadi yuk mulai siapkan dana darurat keluarga Anda mulai dari sekarang. Jika kondisi keuangan belum sehat, lebih baik perbaiki dulu sebelum menabung dana darurat.

Setelah itu coba ikuti tips di atas jika Anda masih merasa kesulitan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa mempermudah Anda dalam menabung sehingga dana darurat yang ideal untuk keluarga Anda dapat segera terkumpul ya.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar