5 Tips Pilih Financial Planner Bagi Milenial Agar Keuangan Lebih Baik

Apakah milenial memang harus paham tips pilih financial planner alias perencana keuangan dengan tepat?

Jawabannya adalah harus!

Sebagai generasi yang terlahir di rentang tahun 1981-1996, milenial saat ini memang menjadi calon roda penggerak perekonomian dunia. Berada tepat di bawah generasi X, milenial-lah yang akan bisa memadukan perekonomian dan teknologi secara lebih baik untuk dua generasi di bawahnya yakni generasi Z dan generasi Alpha.

Hanya saja kadang milenial ini salah arah dan terhanyut dalam kehidupan konsumtif. Bahkan sekalipun memperoleh penghasilan besar, banyak milenial mengalami kesulitan dalam mengelola keuangannya. Dalam kondisi seperti inilah, diperlukan yang namanya financial planner.

Mungkin masih banyak di antara Anda yang mengira financial planner ini seperti usaha buang-buang saja. Padahal seorang perencana keuangan memiliki banyak sekali keunggulan seperti membantu mewujudkan rencana keuangan, sambil tetap memberikan penilaian yang obyektif. Bahkan karena financial planner juga, Anda bisa memilih produk-produk investasi yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Baca juga: Tips Keuangan Saat PHK Karena Dampak Resesi Ekonomi

Kejelian, ketegasan dan rasa tanggung jawab perencana keuangan akan membantu milenial untuk bisa mengalokasikan finansialnya lebih baik. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, milenial haruslah cerdas untuk urusan keuangan. Seperti yang Anda tahu, ada banyak milenial yang baru saja menikah dan ingin memiliki anak, tentu harus pintar dalam mengatur finansial.

Supaya bisa mencapai kemandirian finansial, mengetahui tips pilih financial planner dengan tepat adalah keharusan. Anda tak bisa sembarang dalam memilih perencana keuangan, karena ini berkaitan terhadap masa depan yang lebih baik.

Inilah 5 Tips Pilih Financial Planner dengan Benar

1. Pilih yang Bersertifikasi

Karena membicarakan keuangan masa depan, Anda tidak boleh main-main dalam memilih sang perencana keuangan. Hal inilah yang membuat tips pilih financial planner pertama adalah memastikan legalitas bisnisnya. Bagaimana caranya? Dengan memeriksa sertifikasi resmi si perencana keuangan.

Sekadar informasi, perencana keuangan yang profesional dan kredibel di Indonesia haruslah mengikuti Program Sertifikasi RFP (Registered Financial Planner) yang dikeluarkan oleh FPSB (Financial Planning Standards Board) Indonesia. RFP ini sudah diakui oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sehingga sudah pasti terbukti kualitas dan legalitas bisnis.

Dengan memilih perencana keuangan yang kredibel, Anda sebagai klien tentu bakal lebih percaya. Praktisi keuangan yang dipilih pastinya telah memenuhi standar kompetensi termasuk etika dan praktik yang tepat dalam membicarakan perencanaan keuangan. Sehingga sebagai klien tak perlu cemas karena pihak financial planner tentu menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, ketekunan dan tentunya kompetensi terbaik.

2. Cari Sesuai Kemampuan

ilustrasi financial planner
© depositphotos

Setelah menemukan financial planner yang tersertifikasi, maka hal berikutnya yang harus dilakukan ialah memilih sesuai dengan kemampuan dan pastinya kebutuhan. Tanyakan satu persatu apa yang ditawarkan oleh setiap perencana keuangan, supaya Anda bisa memilih. Supaya lebih maksimal, ketahui terlebih dulu apa yang Anda butuhkan.

Misalkan saja ada perencana keuangan yang akan membantu dan memberikan saran untuk perencanaan keuangan jangka panjang sampai pensiun, ada pula yang untuk pengaturan finansial dalam kebutuhan pendidikan dan lain-lain. Dengan mengetahui apa yang sangat dibutuhkan, tentu Anda bisa memilih financial planner yang tepat.

Dalam memilih sesuai dengan kebutuhan itu, pastikan pula masih dalam range kemampuan Anda. Sekadar informasi, setiap financial planner punya spesifikasi masing-masing. Ada yang untuk kebutuhan keluarga dengan penghasilan maksimal Rp500 juta per tahun, dan tentunya akan mempengaruhi biaya jasa konsultasi.

Jangan sampai hanya karena tergiur financial planner dengan tarif jasa tinggi, Anda sampai nekat menggunakan jasanya tanpa memperhitungkan kemampuan finansial. Kalau sudah seperti ini, jangankan perencanaan keuangan masa depan, kebutuhan finansial bulanan juga bisa terancam.

Baca juga: Kakeibo, Cara Mengatur Keuangan Supaya Bisa Hemat dan Cepat Kaya!

3. Financial Plan, Penting dalam Tips Pilih Financial Planner

Financial planner pada dasarnya bertugas untuk membantu klien mencapai tujuan keuangan yang dikehendaki, serta strategi-strategi yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Semua hal itu tersedia dalam sebuah dokumen yang akan menjadi panduan bagi masing-masing klien.

Dengan adanya dokumen atau portofolio financial plan ini, klien akan mengikuti arahan sang financial planner dan akhirnya berhasil mencapai tujuan keuangan yang diidam-idamkan. Dokumen ini rupanya juga berguna untuk calon klien yang sedang memilih perencana keuangan. Agar semakin yakin, tak ada salahnya kalau Anda meminta contoh portofolio kepada pihak financial planner.

Perencana keuangan yang profesional dan sudah terbukti berpengalaman, tentu tidak akan masalah jika memberikan contoh portofolio financial plan yang pernah mereka lakukan. Dengan begitu, calon klien bisa mempertimbangkan apakah jasa yang mereka tawarkan cocok dengan kebutuhan finansialnya. Tentu semakin berkualitas sang financial planner, biasanya contoh portofolio juga bakal makin beragam.

4. Kumpulkan Rekam Jejak

ilustrasi financial planner
© KSquare Wealth

Supaya tidak asal percaya dengan contoh financial plan, Anda sebagai calon klien bisa memperbanyak informasi orang lain. Misalkan saja teman Anda menggunakan jasa financial planner A, Anda bisa meminta informasi padanya mulai dari tarif layanan keuangan, strategi yang ditawarkan hingga bagaimana proses konsultasi dan perilaku si perencana keuangan.

Kalau belum yakin, perdalam lagi informasi lewat orang lain yang mungkin terbilang asing, supaya memperoleh testimoni yang berimbang. Ketahui juga informasi si financial planner di media sosial, pemberitaan nasional atau lokal hingga forum-forum keuangan agar tahu bagaimana kinerja bisnis mereka selama ini.

Ada banyak orang yang tergiur pada jasa financial planner, hanya karena mereka terkenal. Bias seperti ini akhirnya membuat seseorang tak bisa menilai keunggulan dan kekurangannya, sehingga dengan mudah tergiur untuk bergabung yang akhirnya justru malah bikin kecewa. Tentu Anda tidak ingin merencanakan keuangan yang malah berakhir rugi, bukan? Karena itulah jangan malas untuk memperdalam informasi calon sang perencana keuangan.

Baca juga: Wajib Tahu, Inilah 10 Ciri Pinjaman Online Tanpa Izin OJK

5. Jasa Konsultasi, Kunci Tips Pilih Financial Planner

Tips pilih financial planner yang terakhir adalah pastikan mereka hanya menawarkan jasa konsultasi keuangan saja. Lhoh, kok begitu? Karena di Indonesia, badan atau individu perencana keuangan dilarang untuk mengelola aset.

Pemerintah Indonesia memang cuma mengizinkan perusahaan yang sudah memperoleh lisensi sebagai Manajemen Investasi (MI), yang berhak mengelola aset keuangan masyarakat. Sementara untuk financial planner, mereka tak boleh melakukan tindakan tersebut. Sehingga ketika ada perencana keuangan yang menawarkan pengelolaan aset, Anda harus segera menjauh dan batal untuk memilihnya.

Skandal Jouska, Bikin Geger Dunia Financial Planner

logo Jouska
logo Jouska © Detik

Bukan tanpa alasan kenapa saat ini tips pilih financial planner makin dibutuhkan. Karena memang beberapa bulan lalu, masyarakat Indonesia sempat digegerkan dengan kasus Jouska.

Cukup mengejutkan karena Jouska sebetulnya sangat populer di kalangan milenial, terutama pengguna media sosial. Jouska kerap memberikan celotehan soal literasi keuangan, agar milenial dan generasi Z semakin sadar akan pengelolaan keuangan yang tepat.

Namun perusahaan konsultan keuangan yang didirikan Aakar Abyasa Fidzuno pada tahun 2013 itu justru melakukan kegiatan bisnis menyimpang. Alih-alih menjadi financial planner murni, Jouska terungkap melakukan kegiatan usaha sebagai Penasehat Investasi sekaligus agen perantara perdagangan efek ilegal.

Jouska terbukti memberikan nasihat pada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian efek dan memperoleh imbalan jasa. Mereka bahkan bekerjasama dengan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia, dalam mengelola dana nasabah selayaknya MI. Tak butuh waktu lama, SWI (Satgas Waspada Investasi) langsung menghentikan seluruh kegiatan operasional Jouska pada Juli 2020 kemarin.

Seperti dilansir smol, Rinto Wardana selaku advokat pendamping korban Jouska, memaparkan bahwa ada 34 korban terkait dugaan penipuan sang CEO Jouska tersebut. Tak main-main, total kerugian yang dialami semua korban itu menembus Rp13,8 miliar dengan nominal kerugian terbesar adalah Rp3,1 miliar dan terkecil mencapai Rp25,5 juta.

Baca juga: 10 Tips Memilih Tabungan Pendidikan Untuk Anak

Kesimpulan

Melihat bagaimana financial planner bisa saja melakukan tindakan ilegal yang merugian klien, ada baiknya kalau Anda benar-benar menerapkan tips pilih financial planner yang tepat. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh konsultasi keuangan dari pihak yang memang berkualitas, kredibel dan bertanggung jawab. Karena intinya, perencanaan keuangan yang tepat dan dilakukan sejak dini, akan membuat Anda bisa lebih nyaman di masa depan nanti.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar