Tips Sukses Bisnis 5P Ala Pendiri Wardah, Nurhayati Subakat

Produk kecantikan seperti skincare dan kosmetik bisa dikatakan telah menjadi kebutuhan hampir setiap perempuan.Mulai dari pembersih wajah, pelembab, serum, lipstik, bedak dan kosmetik lainnya di perlukan untuk menjaga penampilan agar tetap indah. Berbicara mengenai produk kecantikan, siapa wanita yang tidak mengenal brand Wardah?

Saat ini Wardah di kenal sebagai salah satu brand kosmetik lokal terbesar di Indonesia yang didirikan oleh seorang womenpreneur yakni Nurhayati Subakat.

Tapi tahukah Anda, sebelum menjadi brand besar seperti sekarang sang pemilik PT. Paragon Technology & Innovation telah melalui berbagai kisah dan pengalaman hingga akhirnya bisa menciptakan brand ternama seperti Wardah.

Kisah dan pengalaman yang di maksud tentu bukan hanya kisah/pengalaman kesuksesannya saja tetapi juga proses-proses yang hampir harus membuatnya menutup perusahaan.

Proses tersebut sangat sayang jika kita lewatkan tanpa bisa mengambil pelajaran. Dari pengalamannya itu, Nurhayati Subakat memiliki pandangan bisnis 5P yang menurutnya penting dalam kesuksesan bisnis.

Apa saja itu? Sebelum membahasnya lebih dalam, Anda bisa membaca sejarah pendirian brand wardah di bawah ini agar bisa lebih mengerti mengapa prinsip 5P di terapkan oleh pemiliki brand Wardah tersebut menjadi hal yang cukup penting bagi pebisnis.

Awal Mula Brand Wardah

Tips-sukses-binis-ala-pendiri-wardah-nurhayati

Wardah adalah salah satu brand di bawah payung PT. Paragon Technology & Innovation yang saat ini juga membawahi brand-brand kosmetik besar lainnya seperti emina dan makeover.

Tahukah Anda bahwa sebelumnya PT. Paragon Technology & Innovation ini bernama PT. Pusaka Tradisi Ibu dan di awali dari industri rumahan saja dengan produk andalan perawatan rambut bermerk “Putri”?

Sebelum memutuskan menjadi pengusaha, sang owner yakni Nurhayati Subakat dulunya berkuliah di ITB mengambil jurusan farmasi. Lalu setelah lulus, beliau bekerja sebagai apoteker di sebuah rumah sakit kota Padang dan menikah dengan Hadi Subakat serta memiliki anak.

Ide untuk menjadi pengusaha datang salah satunya karena ia ingin bisa menjalankan kewajibannya dalam keluarga sekaligus bekerja secara fleksible. Dari sinilah ide untuk membuat produk perawatan “Putri” di mulai.

Karyawan yang membantunya mengembangkan produk ini awalnya hanya 1 orang yakni asisten rumah tangganya sendiri. Dengan pengalaman dan keahliannya sebagai apoteker selama bekerja di rumah sakit dan beberapa perusahaan kosmetik, produk perawatan rambut “Putri” akhirnya bisa di terima dengan baik oleh banyak salon.

Taglinenya adalah “Salon’s Best Choice”. Produk tersebut menjadi semakin dikenal dan permintaan semakin tinggi, hingga yang awalnya di produksi di rumah kala itu berkembang menjadi sebuah pabrik.

Mengalami Kebakaran Pabrik

Tetapi baru 5 tahun merintis bisnis, pabrik tersebut mengalami kebakaran. Akibat kebakaran tersebut tentu saja perusahaan mengalami krisis dan kerugian besar. Bahkan secara matematis, perusahaan tersebut sudah tidak mampu lagi bangkit.

Kesedihan pastinya menyelimuti sang owner Nurhayati Subakat. Beliau bukan hanya sedih karena mimpinya yang hancur tapi juga karena memikirkan nasib karyawan yang selama ini membantunya membangun perusahaan.

Akhirnya dengan berbekal kepedulian tersebut dan keyakinan atas pertolongan Tuhan, beliau berani untuk membangun kembali pabrik dari nol dengan modal uang tabungan suaminya.

Modal tersebut juga yang di pakai untuk membayar gaji karyawannya di masa-masa awal pembangunan kembali usahanya. Dengan kerja keras, kecerdasan serta dan spiritualitasnya, pabrik mulai berkembang kembali.

Barulah pada tahun 1995, PT. Pusaka Tradisi Ibu merilis produk kosmetik terbarunya yakni Wardah, produk yang diperkenalkan sebagai produk kosmetik yang halal untuk wanita Indonesia.

Brand ini dengan cepat menjadi pelopor kosmetik dan skincare lokal yang halal di Indonesia dan seiring berjalannya waktu pada tahun 2011 PT. Pusaka Tradisi Ibu berganti menjadi PT. Paragon Technology & Innovation.

Mengapa bisa demikian? Salah satu faktor yang berpengaruh besar adalah karena prinsip 5P yang di miliki oleh CEOnya, yakni Nurhayati Subakat.

5P Pertama : Product

5P Pertama : Product

5P pertama yang tidak boleh di lewatkan oleh seorang pengusaha menurut CEO PT. Paragon tersebut adalah masalah product. Sebuah produk bisa di terima dan menarik minat masyarakat salah satu sebabnya adalah ketika di anggap bisa menjawab permasalahan dan kebutuhan pasar.

Wardah secara cepat menjadi pelopor produk kecantikan halal di Indonesia baik dalam kosmetik maupun skincare. Hal ini tentu saja tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan ada sebabnya.

Sudah menjadi asumsi bahwa penampilan merupakan salah satu hal penting yang bisa menjaga kepercayaan diri seseorang terutama wanita. Sehingga produk kosmetik dan skincare menjadi kebutuhan rutin.

Tetapi masalahnya saat itu para muslimah di Indonesia khawatir akan kehalalan kandungan produk kecantikan yang digunakan. Padahal Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi masyarakat beragama Islam terbanyak dan belum ada solusi untuk hal tersebut.

Kebutuhan akan produk kecantikan yang halal ini tidak dianggap sepele oleh beliau, malah hal ini merupakan wujud ketepatan membaca kebutuhan pasar yang dilakukan oleh Nurhayati Subakat.

Sebab ketepatan membaca dan memilih kebutuhan pasar adalah salah satu syarat sebuah produk bisa di terima masyarakat. Lalu kemudian pada tahun 1995 di ciptakanlah Wardah yang mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI pada tahun 1999.

Selain itu, tim Wardah juga selalu melakukan inovasi produk. Bahkan dalam setahun mereka mengeluarkan 100 item produk baru untuk memperbaiki kualitas serta menyesuaikan dengan kebutuhan. Dengan begitu, pembuatan produk lebih bervariasi, adaptif dan juga semakin di minati karena mampu menjawab kebutuhan.

5P Kedua : Promotion

5P Kedua : Promotion

5P yang kedua adalah promotion. Menurut beliau, setelah produk yang tepat diciptakan, langkah yang tak kalah penting dalam berbisnis adalah masalah promosi.

Sayang sekali jika produk sudah bagus tetapi tidak bisa dikenal banyak orang karena cara promosi yang kurang tepat. Berbagai elemen penting dalam promosi perlu diperhatikan, misalnya saja media yang di gunakan dan juga siapa yang tampil sebagai brand ambassador.

Selain giat mempromosikan diri dengan inovasi produk, Wardah juga mengikuti cara-cara promosi efektif di era digital. Saat ini, bukan hanya lewat toko dan gerai offline, wardahpun aktif melakukan penjualan dan promosi melalui e-commerce dan media sosial.

Kegiatan promosi, apalagi bagi produk kecantikan halal tentu perlu memiliki brand ambassador yang tepat. Wardah tidak sembarangan memilih brand ambassador untuk menanamkan kesan di hati customer.

Beberapa artis dan influencer cantik yang memiliki citra positif dan beberapa di antaranya memiliki pengalaman unik dalam beragama di pilih menjadi brand ambasador Wardah seperti Sandra Dewi dan Ayana Jihye Moon.

Hal ini tentu memiliki dampak luar biasa bagi sebuah promosi brand produk kecantikan halal yang di tujukan untuk muslimah Indonesia. Wardah semakin dikenal dalam waktu yang relatif cepat karena langkah promosi yang tidak kaku dan juga tepat sasaran. Langkah promosi yang sistematis seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk mengevaluasi dan mengembangkan bisnis sesuai konteks bisnis kita masing-masing.

5P Ketiga : Positioning

5P Ketiga : Positioning

Tips 5P ketiga adalah positioning atau posisi/kesan yang hendak di tunjukan sebagai brand kepada target pasar. Sebuah produk perlu melakukan positioning sesuai asumsi target pasar agar konsumen memiliki kesan tertentu dan dapat dengan mudah mengingat produk dibanding kompetitor.

Wardah berhasil melakukan positioning sebagai produk kecantikan halal untuk muslimah Indonesia yang memang memiliki kebutuhan akan produk kecantikan halal. Positioning ini perlu di lakukan secara continue dan konsisten agar benar-benar mengena dalam persepsi target pasar.

Dari mulai komposisi produk, konsep promosi dan pemilihan brand ambasador cukup mampu menguatkan brand wardah sebagai pelopor produk kecantikan halal di Indonesia. Jika sudah begini, secara otomatis masyarakat akan teringat produk Wardah ketika memerlukan kosmetik maupun skincare halal.

5P Keempat : Price

5P Keempat : Price

5P lainnya adalah price. Inilah yang di lakukan Wardah, menekan harga agar produk bisa di akses oleh lebih banyak orang dari berbagai kalangan. Terbukti bahwa saat ini Wardah merupakan produk yang mampu di beli oleh banyak wanita di Indonesia bahkan kabarnya wardah sudah melebarkan sayapnya ke Malaysia dan dalam tahap pengembangan ke negara-negara lainnya. Hal inilah yang menjadi salah satu aspek yang mempercepat pengembangan Wardah.

Sebab, jika harga tidak sesuai kemampuan target pasar maka tujuan perusahan akan sulit dicapai. Selain itu perusahaan harus mempersempit pasar bahkan merubah konsep-konsep mendasar. Hal ini tentu akan menghambat produktifitas perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan harus bisa memformulasikan antara berbagai elemen bisnis mulai dari produk, promotion, positioning dan juga price.

Dengan berbagai inovasi produk, harga jual produk mampu di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan biaya produksi,maka produk akan memiliki peluang besar masuk dalam daftar minat masyarakat.

Tentu saja penentuan harga ini bukan perkara mudah, dibutuhkan riset mendalam dan juga strategi yang jeli agar harga bisa realistis di jangkau banyak wanita tanpa mengorbankan perkembangan perusahaan.

Jadi bagi Anda yang sedang merintis atau hendak merintis usaha, penetapan harga ini perlu mendapat perhtian khusus supaya bisa menarik pasar lebih banyak.

5P Terakhir : Pertolongan Tuhan

5P Terakhir : Pertolongan Tuhan

5P terakhir yang paling penting menurut beliau adalah pertolongan tuhan. Keyakinan bahwa Tuhan akan menolong hambanya yang bekerja semaksimal mungkin selama berjalan dalam kebaikan.

Hal inilah yang mampu mendorong seoarang Nurhayati Subakat untuk mendirikan kembali pabriknya yang sudah hancur di lalap api kala itu dan sudah tidak mungkin untuk bangkit lagi.

Spiritualitas bagi setiap orang dengan berbagai profesi termasuk pengusaha sangatlah dibutuhkan. Baik ketika kondisi bisnis sedang berkembang maupun sedang mundur.

Dalam kondisi berkembang, spiritualitas akan membantu kita untuk tetap bersyukur dan terhindar dari keegoisan untuk mendapatkan untung tanpa memikirkan orang lain.

Sementara dalam keadaan bisnis yang terpuruk, keyakinan akan pertolongan Tuhan ketika kita sudah berusaha maksimal akan membantu menguatkan mentalitas supaya tidak mudah menyerah.

Kesimpulan

Berbisnis merupakan proses yang beresiko, apalagi untuk kita yang berbisnis dari nol,resiko kegagalan akan cukup tinggi. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa bisnisnya akan terus lancar dan maju bahkan sekelas Bill Gates. Tetapi, jika kita mau belajar dan memiliki passion yang kuat, maka kesuksesan bisnis merupakan hal yang realistis di capai. Seorang Nurhayati Subakat telah membuktikan bahwa anak bangsa juga mampu sukses dan bersaing secara internasional dalam membuat inovasi yang di butuhkan masyarakat.

Baca juga kisah inspiratif lain :

Semoga prinsip bisnis 5P dari ala pemilik Wardah, diatas dapat menjadi inspirasi bagi kita. Selamat berproses dan berinovasi!

Bagikan ;

SEKURITAS

INFO

  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex

5/5
  • 50% Bonus deposit

  • $ 50 Deposit Awal

  • Trading Forex, CFD

  • Komoditas dan indeks Saham

5/5