10 Tips Sukses Investasi Emas di Tengah Krisis Global

2020 ini sepertinya memang bukan tahun yang baik untuk sektor ekonomi. Bukan hanya di Tanah Air, perekonomian dunia pun terkena imbas yang begitu luar biasa. Gejala limbungnya perekonomian global bahkan sudah terasa sejak 2019, ketika banyak bank sentral di berbagai negara beramai-ramai melakukan suku bunga.

Namun khusus untuk 2020 yang baru memasuki bulan Maret, krisis sepertinya tak bisa ditolak lagi. Penyebab gejolak ekonomi yang paling besar adalah lantaran pandemi Covid-19 yang saat ini sudah menyerang ratusan negara di seluruh dunia, dengan total lebih dari 300 ribu kasus. Indonesia sendiri hingga Minggu (22/3) sore sudah mencatat 514 kasus positif dengan 48 korban meninggal dunia.

Lantaran semakin gawatnya pandemi Covid-19, berbagai negara mulai melakukan kebijakan lockdown hingga social distancing yang begitu mempengaruhi perekonomian. Indonesia pun demikian yang akhirnya membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tergerus. Sempat menembus Rp16 ribu di pekan lalu, melemahnya rupiah ini jelas menghantam sektor industri.

Baca juga: Investasi Saham, Inilah Rahasia 8 Cara Kaya Ala Warren Buffett

Para pengusaha retail atau industri makanan-minuman termasuk yang paling parah mengalami dampak anjloknya nilai tukar rupiah. Karena masih menggunakan bahan baku impor dan daya beli masyarakat menurun akibat Covid-19, siapapun tentu harus melakukan langkah antisipasi demi menyelamatkan finansial masing-masing. Bahkan untuk Anda yang sudah memiliki instrumen investasi, harus siap dengan skenario terburuk.

Rupiah Makin Lemah, Krisis 1998 di Depan Mata?

rupiah melemah
© merahputih.com

Tercatat pada Minggu (22/3) sore kemarin, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di angka Rp15.770. Kendati tidak menembus posisi Rp16 ribu, tentu saja hal ini begitu mencemaskan. Apalagi sekadar informasi, ketika krisis tahun 1998 silam, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah ada di kisaran Rp16.800. Lantas apakah ini artinya Indonesia bakal mengalami krisis moneter seperti 22 tahun lalu?

Tidak perlu terlalu cemas, karena menurut Ibrahim selaku Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, kondisi krisis tahun 2020 berbeda dengan 1998. Meskipun sama-sama pelemahan rupiah, fundamental ekonomi Indonesia saat ini semakin kuat. Ibrahim menambahkan, melemahnya nilai tukar rupiah ini karena kepanikan luar biasa akibat Covid-19, seperti dilansir Detik.

Sebagai langkah meredam kepanikan pasar, Bank Indonesia (BI) pun akhirnya memutuskan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin jadi 4,5% pada akhir pekan lalu. Tak hanya itu saja, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing 25 bps jadi 3,75% dan 5,25%. Kendati langkah BI ini sudah tepat, tampaknya stabilitas mata uang rupiah akibat kepanikan pasar oleh Covid-19 masih belum bisa maksimal.

Di tengah tidak menentunya kondisi perekonomian saat ini, memang investasi menjadi satu-satunya pegangan finansial terbaik. Hanya saja tidak semua investasi, lantaran ada juga beberapa instrumen yang cukup terhantam oleh Covid-19. Namun tetap ada yang masih mampu membuat hati dan pikiran tenang dan bisa Anda pertimbangkan yakni emas.

Kemampuan Bertahan Emas Saat Krisis Ekonomi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, krisis ekonomi ternyata turut juga mempengaruhi sektor investasi yang membuat investor kelabakan. Apalagi jika semua sentimen pasar semakin membuat pasar saham bergejolak liar, tentu harus pintar memilih aset yang dianggap mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi tidak menentu.

Emas menjadi salah satu instrumen investasi terbaik yang dianggap sebagai safe haven atau aset paling aman. Kendati harganya naik-turun dalam jangka pendek, emas sangat mampu bertahan terhadap inflasi dan deflasi. Apalagi dalam kondisi krisis ekonomi seperti saat ini, permintaan emas terus bertambah sehingga harganya bisa ikut naik. Tak heran kalau emas dianggap sebagai komoditas berharga selama ratusan tahun lamanya.

Keuntungan Emas Ketika Krisis

keuntungan emas saat krisis
© DailyFX

Keunggulan terbesar emas ketika krisis ekonomi terjadi adalah karena logam mulia ini tidak terpengaruh inflasi. Secara mudahnya, inflasi adalah kenaikan harga-harga barang dan jasa pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Lantaran inflasi inilah, nilai uang akhirnya turun seperti yang terjadi di Indonesia.

Contohnya ketika Anda memiliki uang Rp100 ribu pada tahun 2000, tentu masih bisa membeli 25 kg beras ditambah telur dan gula. Namun dengan uang Rp100 ribu di tahun 2020, Anda hanya bisa membeli paling banyak 10 kilogram beras saja. Kondisi inilah yang dimaksud dengan inflasi.

Namun situasi berbeda justru dialami emas, di mana jika Anda memiliki uang Rp100 ribu pada tahun 2000 dan membeli emas, Anda bisa memperoleh satu gram emas. Dan ketika satu gram emas itu Anda jual pada tahun 2020, maka bakal memperoleh uang Rp791 ribu. Sangat menguntungkan, bukan? Hal inilah yang membuat banyak orang berbondong-bondong menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk emas.

Baca juga: IHSG Anjlok, Inilah 9 Rekomendasi Saham yang Bisa Dibeli Investor

Seperti dilansir seputarforex, World Gold Council (WGC) melakukan penelitian yang membuktikan kalau emas mampu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang, lebih bagus daripada komoditas lainnya. Apalagi harga emas relatif konstan di level tinggi dalam kurun waktu lima dekade terakhir.

Apakah Emas Sepenuhnya Selamatkan Finansial Saat Krisis?

emas dan dolar AS
© High Dream

Lepas dari keuntungan dan kemampuannya bertahan, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal jika memang ingin tetap berinvestasi emas saat krisis ekonomi. Selain lantaran harga beli oleh konsumen cukup tinggi, kenaikan harga emas secara signifikan butuh waktu cukup lama. Kalau Anda ingin beli emas saat ini dan berharap di 2021 harganya meningkat lima kali lipat, maka lupakan saja.

Secara mudahnya dalam jangka pendek, fluktuasi harga emas sangat dipengaruhi tingkat suku bunga BI dan kondisi perekonomian di Indonesia. Ketika inflasi rendah dan suku bunga BI anjlok, harga emas bisa meningkat drastis lantaran investasi deposito tidaklah menguntungkan di mata masyarakat.

Hanya saja patut diingat, ketika kondisi perekonomian sebuah negara benar-benar limbung hingga membuat pemerintahan runtuh dan kekacauan meluas, emas berpeluang jadi logam yang tidak berharga. Kok bisa? Karena masyarakat akan sulit untuk menyimpan emas sehingga ada baiknya kalau logam mulia ini memang menjadi salah satu pilihan dalam diversifikasi investasi.

Tips-Tips Investasi Emas Saat Krisis

Sekalipun menjadi logam mulia yang punya kemampuan cukup mumpuni untuk bertahan, tetap saja Anda harus memahami sejumlah tips investasi emas ketika kondisi krisis ekonomi seperti saat ini. Terutama kalau Anda adalah seorang investor muda, kewaspadaan dan ketelitian dalam mengambil keputusan sangat penting. Apa saja? Intip ulasannya:

1. Tetap Tenang Jangan Panik

tenang dan tidak panik
© Forbes

Tips pertama sekaligus yang memegang kunci terpenting di kala investasi adalah mengusahakan untuk selalu tenang dan tidak panik. Kendati tampak mudah diucapkan, langkah ini justru begitu sulit dilakukan. Karena ketika krisis ekonomi terjadi, semua harga kebutuhan jelas bakal melambung dan penghasilan tergerus.

Apalagi dalam pandemi Covid-19 yang menyarankan setiap orang untuk di rumah, banyak pekerja yang tidak memiliki penghasilan lagi padahal pengeluaran masih dilakukan setiap hari. Namun jika Anda ingin jadi investor sukses, pastikan untuk tidak panik. Kepanikan hanya akan membuat siapapun mengeluarkan keputusan secara sembrono.

2. Bikin Rencana Keuangan Baru

Saat Anda sudah tidak panik lagi, maka tips berikutnya supaya tetap sukses investasi emas ketika resesi global terjadi adalah dengan memperhatikan kondisi finansial. Jika Anda masih melajang, tentu hal ini tidak sulit dilakukan tetapi kalau Anda sudah berkeluarga, kondisi keuangan haruslah yang memihak pada kebutuhan keluarga. Apalagi saat ini pemerintah memberlakukan social distancing sehingga banyak kegiatan umum dilarang.

Para pemilik bisnis kuliner, industri event, pariwisata hingga pedagang kecil dan non-formal jelas yang paling mengalami hantaman besar di tengah krisis ekonomi akibat Covid-19 ini. Supaya mampu bertahan apalagi ketika pemerintah memberlakukan 91 hari masa tanggap bencana virus corona hingga akhir Mei 2020, Anda haruslah membuat rencana keuangan yang baru.

Baca juga: 9 Daftar Deposito Terbaik dan Bunga Tertinggi Tahun 2020

Rumuskan lagi rencana keuangan yang cocok untuk menghadapi krisis ekonomi dan kepemilikan dana darurat. Sekalipun Anda masih beruntung bisa bekerja di rumah dan memperoleh penghasilan, tetap saja lakukan evaluasi rencana keuangan agar bisa bertahan jika kondisi buruk benar-benar terjadi.

3. Perbanyak Uang Tunai

perbanyak uang tunai
© Katadata

Sekalipun harga emas begitu fluktuatif dan cenderung diperkirakan meningkat, Ibrahim justru berpendapat kalau hal ini sebetulnya masih dalam tren mendatar. Kok bisa? Karena memang mayoritas pelaku pasar masih cenderung melepas aset dan memegang dana tunai. Ketidakpastian perekonomian ini pula yang membuat Anda harus memperbanyak kepemilikan uang tunai.

Dalam kondisi pasar bearish seperti ini, ada baiknya kalau Anda menahan diri dan lebih baik menyisakan uang tunai. Sebisa mungkin miliki uang cash sekitar 30-40 persen dari total dana investasi. Misalkan saja kalau per bulan Anda menyisihkan Rp1 juta dari penghasilan untuk investasi emas, maka saat ini sisihkan Rp300-400 ribu sebagai dana tunai.

Hal ini sejalan dengan makin sulitnya menemukan kebutuhan sehari-hari dalam pandemi Covid-19, sehingga Anda harus siap melakukan pembelanjaan secara mendadak yang pasti butuh danai tunai.

4. Investasi Emas Online

Dalam kondisi social distancing dan krisis ekonomi, Anda memang akan lebih banyak berada di dalam rumah. Tak perlu khawatir, Anda tetap bisa melakukan investasi emas dengan mencoba jalur online. Yap, saat ini ada banyak sekali lembaga keuangan hingga marketplace yang menawarkan konsep tabungan emas dengan proses online.

Dibandingkan dengan membuka rekening tabungan emas langsung ke bank atau Pegadaian, menabung emas secara online memiliki banyak keuntungan seperti cuan yang diperoleh lebih besar. Kok bisa? Pertama, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya keluar rumah. Lalu kedua, harga emas online lebih murah karena tak adanya biaya percetakan.

Dan ketiga, modal untuk investasi emas sangat terjangkau bisa mulai dari puluhan ribu rupiah lantaran tak harus beli langsung satu gram emas. Hal inilah yang menjadikan emas online sebagai salah satu tips terbaik untuk tetap sukses berinvestasi si logam mulia bahkan saat krisis ekonomi menerjang.

5. Jangan Terburu-Buru Beli Emas

bentuk investasi emas
© Writeresult

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa ketika rupiah anjlok, BI mengambil langkah pemangkasan suku bunga lagi. Hal ini jelas membuat banyak orang yang akan memindahkan kekayaan mereka ke emas, sehingga harga jual dan beli logam mulia ini melambung. Melihat tren rupiah yang tampak masih akan melemah di tengah pandemi Covid-19, tentu banyak di antara Anda yang ingin segera berinvestasi emas lantaran harganya bisa saja makin melambung dan bikin untung.

Berkaitan dengan kondisi ini, Ibrahim bahkan bisa memprediksi kalau harga emas bukan tak mungkin bakal menembus Rp900 ribu per gram pada akhir Maret 2020. Peningkatkan fantastis nilai emas bisa saja terjadi kalau dolar AS terus perkasa terhadap rupiah. Bahkan bisa saja kalau emas menembus level fantastis yakni Rp1 juta per gram di tengah ketidakpastian ekonomi, seperti dilansir Kompas.

Hanya saja menurutnya, ada baiknya kalau Anda menahan diri dulu untuk membeli emas hingga kisaran harga Rp800 ribu/gram. Kenapa begitu? Karena saat ini yang terjadi di Indonesia adalah harga emas terlalu tinggi tetapi tidak diimbangi dengan fundamental yang kuat, yakni permintaan serta suplai. Bahkan yang terjadi di kalangan masyarakat umum, justru ramai berbondong-bondong menjual kembali emas mereka.

6. Pilih Jenis Emas yang Tepat

Salah satu konsep investasi emas yang sering dilakukan masyarakat umum adalah membeli perhiasan seperti kalung, gelang dan cincin di toko emas. Hal ini tidak masalah, hanya saja sekadar informasi, perhiasan emas sebetulnya bukanlah bagian dari investasi. Sehingga tips berikutnya dalam investasi emas saat krisis ekonomi adalah coba tidak membeli perhiasan, terutama yang modelnya sudah kuno.

Baca juga: 5 Pilihan Investasi Teraman di Tengah Hantaman Virus Corona

Ada sejumlah alasan kenapa perhiasan emas tidaklah terlalu menguntungkan sebagai penjamin kekayaan, yakni Anda dikenai beban biaya pembuatan emas serta harga jual kembalinya yang malah jauh lebih kecil. Kok bisa? Karena dalam bentuk perhiasan, biasanya tidak menggunakan 100% emas 24 karat. Bahkan ada yang dicampur dengan logam mulia lain seperti perak yang jelas bikin harga jualnya merosot.

Untuk itulah supaya tetap untung dan meraih sukses, Anda harus bisa memilih jenis emas yang tepat. Pilihan yang terbaik untuk investasi emas adalah pada emas batangan atau koin emas. Kedua jenis emas ini biasanya diperkuat dengan sertifikat yang bisa diterima di manapun. Usahakan pula membeli emas 24 karat alih-alih 18 karat, karena proses jual kembalinya lebih mudah dan dihargai lebih tinggi.

7. Strategi Investasi Defensif

koin emas AS
© The Balance

Dalam krisis ekonomi sekalipun emas adalah safe haven, Anda harus tahu kalau pasar memandangnya sebagai kondisi bearish sehingga mau tak mau investor haruslah menetapkan strategi defensif. Supaya aset emas yang dimiliki terjaga, Anda wajib bertahan dan tidak bernafsu mengejar keuntungan besar seperti menjual seluruh emas yang dimiliki ketika harga melambung.

Untuk bisa menerapkan strategi defensif, cobalah mempertimbangkan aset-aset lain yang tahan gejolak ekonomi kendati keuntungannya kecil. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, cobalah lebih fokus pada sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti peralatan kesehatan dan makanan-minuman.

8. Punya Tempat Penyimpanan

Tips berikutnya yang wajib dipertimbangkan dalam kondisi krisis ekonomi seperti saat ini adalah kewajiban memiliki media penyimpanan. Yap, apalagi kalau Anda berinvestasi pada emas-emas batangan, pastikan menyimpan emas itu di wadah yang aman entah brankas di dalam rumah atau menyewa safe deposit box di bank.

Dibandingkan disimpan di rumah, penyimpanan di safe deposit box pada bank-bank nasional jauh lebih aman. Karena kotak-kotak berharga itu ditempatkan pada sebuah ruangan yang dirancang khusus dengan bahan baja kokoh serta tahan bongkar dan tahan api. Sehingga ketika krisis ekonomi makin memburuk dan berubah jadi gejolak geopolitik dengan berbagai kerusuhan, emas batangan tetap aman.

9. Jual ke Penawar Tertinggi

tampilan emas batangan
© Augmont

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, krisis ekonomi membuat banyak orang berbondong-bondong jual emas mereka supaya memperoleh untung lebih. Lantaran memang menyenangkan punya uang tunai dalam jumlah banyak, Anda tentu harus berpikir bijak saat menjual emas. Saat emas dijual, kepemilikan bakal berpindah dan Anda tak akan punya lagi simpanan.

Baca juga: Cara Mudah Investasi Dollar untuk Pemula Biar Untung dan Aman

Jika kondisi memang mewajibkan demikian, pastikan untuk menjual emas pada pihak yang mau menerima dengan harga tertinggi. Untuk itulah tips berikutnya supaya sukses investasi emas dalam kondisi krisis adalah, mengumpulkan informasi harga jual kembali emas entah di bank, toko emas atau Pegadaian. Lebih beruntung jika ada perjanjian buy back guarantee, atau dijual lagi ke Logam Mulia Aneka Tambang, Anda bisa dapat harga lebih tinggi.

10. Diversifikasi Investasi

Salah satu orang terkaya di bumi sekaligus seorang investor sukses yakni Warren Buffett pernah bilang bahwa jangan letakkan seluruh telur dalam satu keranjang, karena jika keranjang jatuh maka semua telur bakal pecah. Ungkapan itu sebenarnya merupakan analogi dari investasi, di mana ada baiknya kalau investor melakukan diversifikasi investasi alias mengalokasikan dana ke instrumen-instrumen berbeda.

Dalam kondisi krisis ekonomi global seperti saat ini, emas memang jadi aset safe haven yang aman terhadap gejolak finansial. Tapi jika Anda ingin sukses dan selalu cuan dalam waktu apapun, usahakan untuk memilih beberapa produk investasi lain. Namun bukan sembarang produk, pastikan Anda memilih instrumen investasi dengan risiko rendah.

Contohnya seperti obligasi negara yang bahkan jauh lebih aman dibandingkan saham lantaran dijamin oleh pemerintah, sehingga cocok untuk Anda yang tak begitu menyukai volatilitas pasar saham. Kemudian juga ada saham-saham defensif yang dalam musim pandemi Covid-19 ini seperti perusahaan kesehatan, real estate hingga makanan yang biasanya stabil membayar dividen. Dengan diversifikasi ini, Anda finansial Anda tentu bisa bertahan.

Baca juga: Dibandingkan Emas, Inilah 8 Kelebihan Investasi ReksaDana!

Kesimpulan

Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, tak bisa dipungkiri lagi kalau emas memang jadi investasi yang sangat cocok di tengah krisis ekonomi. Namun sekuat-kuatnya emas bertahan, Anda sebagai investor harus memiliki strategi khusus yang terdiri dari serangkaian tips sukses, agar tetap bisa bertahan sekalipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Semangat terus ya investasinya!

SEKURITAS

INFO

5/5
  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

4.5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex