9 Tips Sukses Menjadi Fulltime Freelancer yang Harus Anda Tahu

Bagi Anda yang tidak terlalu suka bekerja di kantor ataupun belum siap untuk membuka bisnis sendiri, pekerjaan sebagai freelancer mungkin bisa menjadi solusi. Dulu, sebelum adanya transformasi teknologi digital seperti sekarang, bekerja sebagai freelancer kerap dipandang kurang menjanjikan bahkan di hindari karena stigma negatif seperti halnya pengangguran.

Mungkin memang akses mendapatkan proyek bagi para freelancer jaman dulu dan sekarang berbeda. Kini, bekerja sebagai freelancer katanya bukan lagi menjadi tren tapi juga bisa di katakan life style anak muda khususnya generasi milenial dan generasi z.

Bekerja secara fleksibel dimana saja, di bayar sesuai kemampuan, dan juga bisa mengatur waktu sendiri sebagai freelancer merupakan hal yang cukup di minati banyak orang. Bahkan kabarnya pemerintah mulai ‘meniru’ sistem kerja seperti freelancer dengan wacana kebijakan PNS yang memenuhi syarat tertentu bisa bekerja dari rumah.

Tapi pada dasarnya untuk bisa sukses berkarir, setiap profesi memiliki tantangan tersendiri yang harus di lalui termasuk bekerja sebagai freelancer. Banyak sekali para freelancer pemula akhirnya gagal karena kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia freelance yang tuntutan akan kemandiriannya sangat besar.

Ya, jangan membayangkan ketika kita menjadi freelancer apalagi fulltime freelancer, maka projek akan datang dengan sendirinya. Jangan pula membayangkan bahwa kita bisa melakukan kegiatan pribadi sepuasnya setiap saat karena kita bebas mengatur waktu. Nyatanya, jika kita tidak memiliki persiapan yang matang faktor tersebut malah bisa membuat karir freelancer kita semakin memburuk.

Oleh karena itu, untuk berkarir sebagai freelancer perlu mengetahui bagaimana cara yang bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. Kali ini saya akan membagikan tips untuk para freelancer agar karir sebagai freelancer bisa langgeng dan sukses. Apa saja itu?

1. Memahami Kelebihan dan Kekurangan Diri

Tips Sukses Menjadi Fulltime Freelancer

Memahami kelebihan dan kekurangan diri sebelum masuk kedalam dunia kerja freelancer sangatlah penting. Hal ini bisa dikatakan adalah sesuatu yang mendasar dalam jenis pekerjaan apapun, termasuk freelance. Melewatkan proses ini karena ingin segera bekerja sebagai freelancer, bisa berakibat fatal bagi perkembangan karir Anda.

Hal ini karena banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang freelancer tanpa tahu apa bidang yang ingin di tekuninya. Padahal sebelum memutuskan bidang apa yang ingin di jalankan dalam sistem kerja freelance, salah satunya kita perlu menganalisis kekuatan dan kelemahan diri supaya tidak salah menentukan. Dengan mengetahui kelebihan diri kita bisa memutuskan langkah kedepannya serta memahami nilai jual skill yang kita miliki saat ini bagi market.

Memahami kekurangan dan kelebihan diri tidak selalu harus di lakukan sendiri. KIta bisa bertanya pada orang-orang terdekat yang di nilai cukup mengenali kita. Hal itu bisa kita jadikan referensi, untuk melengkapi penilaian kita terhadap diri kita sendiri. Jadi pastikan bahwa kita cukup tahu apa yang kita minati, dan kelebihan serta kelemahan diri sebelum memutuskan bidang yang akan di fokusi.

2. Fokus Pada Bidang yang Dikuasai dan Terus Mengasah Skill

Fokus Pada Bidang yang Dikuasai dan Terus Mengasah Skill

JIka kita sudah tahu bidang apa yang di kuasai dan bisa di andalkan untuk menarik berbagai projek maka fokuslah pada bidang tersebut. Jika kita mudah berpindah-pindah bidang tanpa alasan yang kuat maka waktu yang seharusnya di buat untuk naik kelas secara skill akan habis terbuang. Seandainya hal itu terjadi, kita patut bertanya apakah proses mengenali diri seperti yang di bahas pada poin satu sudah di lewati ataukah belum.

Selain itu, hal yang tidak boleh di lupakan walaupun karir freelancer, jika Anda sudah mulai membuahkan hasil adalah belajar. Di era 4.0, bukanlah jaman dimana kita cukup hanya mengandalkan ijazah untuk mendapatkan penghargaan baik secara materi dan juga imateri.

Tetapi kini sistem mulai bisa menilai semakin tinggi ilmu dan skill yang di miliki seseorang, akan sebanding dengan apa yang di dapatkan. Oleh karena itu, jangan sampai kita berhenti belajar ilmu-ilmu baru yang berkaitan langsung ataupun sebagai penunjang bidang karir kita sebagai freelancer.

3. Belajar Mandiri Dalam Mencari Market

Seperti yang telah di jelaskan pada bagian pembuka, bahwa freelancer iodentik dengan kemandirian. Hal ini termasuk dalam mempelajari dan mencari market/klien.

Jika kita tidak gesit dalam mencari klien, maka akan sulit mendapatkan proyek. Padahal penghasilan freelancer tergantung pada projek yang bisa di kerjakan.Tanpa projek maka seorang freelancer tidak bisa mendapatkan penghasilan.

Anda bisa mulai mengumpulkan berbagai situs freelancer dan menawarkan jasa Anda di sana. Jika Anda sudah memiliki portofolio, akan lebih bagus lagi. Anda juga bisa langsung ,menawarkan diri ke perusahaan yang membuka lowongan freelance. Saat ini banyak sekali perusahaan baik itu perusahaan kecil, berkembang dan perusahaan besar yang membutuhkan freelancer pada bidang tertentu.

4. Membangun Relasi

Biasanya, seorang yang bekerja sebagai freelancer senang bekerja secara mandiri. Ini bukan berarti kita boleh hidup tanpa relasi. Sebaliknya, dalam dunia freelance relasi sangatlah penting.

Jika kita memiliki relasi yang luas dan mereka tahu kemampuan/skill serta karakter kita dalam bekerja sebagai freelance maka penawaran projek sangat mungkin akan berdatangan.

Inilah yang di sebut projek bisa jadi datang dengan sendirinya. Relasi juga kita butuhkan saat kita sudah memiliki rencana menciptakan projek baru secara mandiri dan butuh support dari pihak luar.

Tetapi perlu di ingat bahwa hal ini bisa terjadi hanya jika kita sudah memiliki track record yang baik dalam setiap projek yang kita kerjakan. Tetap saja pada dasarnya kita perlu memiliki mental yang mandiri apalagi untuk tahap-tahap awal menjadi freelancer.

5. Menjaga Integritas

Untuk bisa sukses dalam karir sebagai freelancer, integritas dalam pengerjaan projek juga penting. Karena klienpastinya tidak akan mau lagi bekerjasama dengan freelancer yang kurang bisa di percaya. Oleh karena itu, kita perlu apa adanya dan merinci segala perhitungan biaya, pengerjaan proyek dan juga analisis.

Integritas juga bisa di lihat dari seberapa serius kita dalam mengerjakan projek. Selain tetap menjaga komunikasi dengan memberikan report kepada klien, melatih kefokusan dalam menyelesaikan suatu proyek sangat di perlukan. Dengan begitu, projek bisa di kerjakan secara maksimal dan klien pun semakin percaya dengan kita.

6. Bisa Memanajemen Waktu

Bisa Memanajemen Waktu

Salah satu daya tarik bekerja sebagai freelancer adalah soal fleksibilitas waktu. KIta bisa mengerjakan projek kapan saja tergantung kita sendiri. Ya benar, tsemuanya tergantung kita. Maka dari itu, deadline proyek jangan sampai di lupakan. Karena bekerja sebagai freelance bukan berarti bebas dari deadline.

Deadline tentu saja ada dan hal itu pastinya sudah di sepakati oleh kita dan juga klien. Banyak sekali freelancer malah kebablasan main game, kebablasan nongkrong dan lain sebagainya yang mengakibatkan deadline molor. Belum lagi jika kita kurang sadar untuk mengatur kapasitas diri dan estimasi waktu untuk pengerjaan setiap projek, Sehingga semua projek yang datang di terima. Lalu kira-kira apa yang terjadi?

Tentu semua jadwal menjadi kacau, dan kita tidak bisa menepati janji pada klien. Inilah yang lama-lama akan membuat klien menjauh. Sekali atau dua kali mungkin klien bisa memaklumi, tetapi jika setiap kali proyek yang kita kerjakan tidak tepat waktu klien akan berpiir berulang kali untuk mempercayakannya pada kita.

Itu adalah contoh klien yang bisa memaklumi, tetapi tidak semua klien demikian apalagi jika projeknya cukup besar. Karena tidak ada sistem yang mengikat seperti bekerja di kantor maka dari itu sebagai freelancer kita harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin.

7. Mengasah Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi juga penting bagi freelancer. Karena freelancer perlu berdiskusi dengan klien mulai dari penawaran projek, ratecard, konsep dll. Jika berkomunikasi saja tidak terpahami klien, maka klien akan sulit mempercayakan proyeknya kepada kita. Belum lagi jika terjadi kesalah pahaman saat proses presentasi dan pengerjaan proyek. Hal ini tentu akan menyita waktu berharga kita sebagai freelancer.

Tetapi kemampuan komunikasi yang baik bukanlah hal yang tidak mungkin di pelajari. Banyak freelancer yang awalnya kesulitan dalam berkomunikasi secara lancar dengan klien, tetapi dengan pembelajaran dan jam terbang yang terus bertambah hambatan komunikasi tersebut dapat di atasi.

Jadi jika saat ini kita merasa kurang bisa berkomunikasi secara lancar maka tidak ada salahnya membaca dan mempelajari ilmu-ilmu komunikasi baik itu melalui buku, blog, youtube dll. Sebab kemampuan berkomunikasi akan sangat menunjang karir kita sebagai freelancer.

8. Belajar Memotivasi Diri Sendiri

Mengulik lagi tentang kemandirian dalam dunia freelancer, karena kita tidak memiliki HRD bahkan sistem kerja harus kita ciptakan sendiri maka begitu dalam hal motivasi kerja. Karena sebagai manusia, kita pasti akan mengalami kejenuhan, kegagalan, dan kesulitan lainnya yang bisa berefek pada motivasi kerja.

JIka kita memilih karir sebagai freelancer, itu artinya kita di tuntut untuk memahami cara kerja motivasi dalam diri sendiri. Ini bukan berarti kita tidak boleh meminta bantuan teman, tetapi saat kita bekerja dan fokus pada projek otomatis terdapat tuntutan deadline yang harus di kerjakan. Jika dalam motivasi kerja kita hanya menggantungkan diri pada orang lain, maka pekerjaan akan sulit selesai.

Hal itu karena orang lain tidak selalu bisa memotivasi kita. Maka, kita butuh memahami saat kapan kita beristirahat, berapa lama waktu yang kita perlukan, bagaimana cara kita bisa kembali bangkit dan sebagainya.

9. Mengasah Kemampuan Analitik Dalam Menilai sebuah Projek

Jika sebagian besar yang kita bicarakan di atas adalah tentang penyikapan terhadap diri kita sendiri, maka sebagai seorang freelancer pun harus cerdas dalam menilai sebuah projek. Sebab sama halnya yang terjadi pada freelancer, tidak semua klien benar-benar memahami proyeknya sendiri dan juga bisa di percaya.

Baca juga : 9 Situs Web Terbaik untuk Para Freelance Kreatif Indonesia

Oleh karena itu, kita perlu mengasah kemampuan analitis dalam menilai sebuah proyek. Apakah proyek realistis di kerjakan dan berimbang dengan pembayaran yang di lakukan. Apakah deadline sudah realistis dan seterusnya. Jangan lupa untuk mendokumentasikan segala transaksi maupun perjanjian yang telah di sepakati bersama. Dengan begitu akan meminimalisir dampak kerugian baik dari sisi klien dan kita sebagai freelancer.

Bagaimana dengan persiapan Anda selama ini, apakah ada beberapa poin diatas yang sudah Anda lakukan? Semoga 9 tips ini dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri menjalani dunia freelancer. Sukses selalu untuk Anda!