Apa Itu Valuta Asing? Pengertian Pasar, Kurs dan Trading Valas

Dalam dunia bisnis atau ekonomi skala global, nama valuta asing (valas) jelas bukan hal aneh.

Seperti yang Anda tahu, ketika perdagangan global terjadi maka dibutuhkan mata uang asing yang diakui dan diterima dalam transaksi internasional. Mata uang asing inilah yang akhirnya dikenal sebagai valas dan biasanya merujuk pada negara dengan kekuatan ekonomi terbesar, Amerika Serikat (AS) misalnya.

Contoh yang termudah dari keberadaan valas adalah ketika Anda hendak berlibur ke luar negeri, tentu harus mengganti Rupiah ke mata uang negara yang bersangkutan bukan? Anggap saja Anda mau travelling ke Jepang, maka Rupiah akan ditukarkan ke Yen sesuai dengan kurs (nilai mata uang suatu negara yang dinyatakan dengan nilai mata uang negara lain) yang tengah berlaku.

Sama seperti mata uang pada umumnya, valuta asing alias foreign exchange (forex) juga punyai nilai kurs resmi yang dicatat dalam bank sentral. Dalam perkembangannya, valas akhirnya menjadi instrumen perdagangan yang cukup menjanjikan hingga akhirnya muncul pasar valas (forex market).

Baca juga: Keuntungan, Syarat dan Cara Beli ST007, Investasi Syariah Menjanjikan

Jadi, Apa itu Valuta Asing?

Secara mudahnya, valas adalah pertukaran atau konversi mata uang suatu negara dengan negara lain. Karena melibatkan antar negara, valas akhirnya mempunyai peran dan kendali besar dalam sistem perekonomian dunia. Supaya lebih memahami soal valas, kami akan membahas informasi mengenai sejarah, fungsi, sistem valas hingga trading forex yang sangat menjanjikan itu.

Sejarah Valuta Asing di Dunia

sejarah valuta asing di dunia
sejarah valuta asing di dunia © Freepik

Lantaran fungsinya yang sangat vital dalam perdagangan global, valas memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sebelum akhirnya muncul dalam ketentuan standar kurs valas seperti ini, perjalanannya menjadi sebuah sistem dalam bisnis dunia membutuhkan waktu berabad-abad lamanya.

Di zaman lampau, peradaban manusia kuno mengenal yang namanya transaksi dengan sistem barter. Misalkan saja Anda membutuhkan kain untuk pakaian, maka akan menawarkan daging sapi kepada pemilik. Proses transaksi tanpa adanya mata uang ini disebut dengan barter.

Sistem barter dianggap mempunyai kelemahan karena kadang barang yang ditawarkan tidak sesuai yang diinginkan. Akhirnya masyarakat kuno mengenal emas dan perak sebagai alat pembayaran sekaligus cikal bakal uang.

Sama seperti barter, emas dan perak dianggap kurang adil pula sebagai alat pembayaran. Apalagi nilai emas mengalami perubahan di era Perang Dunia I, karena masyarakat dunia menganggap nilai emas terlalu tinggi. Momen setelah Perang Dunia I membuat pelaku bisnis sadar bahwa dunia perlu standar ekonomi stabil.

Hingga akhirnya digelar Konferensi Moneter Internasional pada 22 Juli 1944 yang dihadiri 44 negara di dunia. Konferensi itu melahirkan Fixed Exchange Rate System (Sistem Pertukaran Mata Uang Tetap) yang memiliki ketentuan:

  • Tiap-tiap negara peserta (kala itu), menentukan nilai tukar (kurs) mata uang mereka masing-masing terhadap dolar AS
  • Dolar AS menetapkan nilai mereka terhadap emas yakni US$35 per ons
  • Amerika Serikat menjual emas-emas mereka dengan harga tetap kepada negara yang menggunakan Dolar AS
  • Jika terjadi perubahan kurs dalam dolar AS, ketentuannya tidak boleh lebih dari 1% dengan batas maksimal 10%

Segera setelah konferensi itu, perekonomian dunia pun berkembang cukup pesat. Dua tahun berselang, IMF (International Monetary Fund) dan World Bank (WB) dibentuk, sebagai pengawas sistem moneter global.

Ketika perekonomian AS anjlok di tahun 1960, perekonomian dunia mulai limbung karena turunnya kepercayaan negara-negara lain terhadap AS. Hal ini membuat Presiden AS kala itu, Richard Nixon, mengumumkan bahwa dolar AS menggunakan nilai tukar mengambang (floating exhange rate system) pada tahun 1971.

Hal ini akhirnya membuat dolar AS bisa berubah sewaktu-waktu sesuai mekanisme pasar, alih-alih ditentukan oleh jumlahnya. Kondisi ini rupanya membuat negara lain mengikuti jejak AS, yakni menggunakan sistem mata uang mengambang. Peristiwa inilah yang memicu kehadiran valuta asing dan pasar valas yang memiliki perputaran uang sangat besar.

Baca juga: Sukuk Wakaf, Instrumen Investasi Sosial Dari Pemerintah Indonesia

Fungsi-Fungsi Valuta Asing dalam Perekonomian

fungsi valas dalam perekonomian
fungsi valas dalam perekonomian © Freepik

Dalam perkembangannya, valas bukan hanya sekadar sebagai sebuah sistem pertukaran dalam perdagangan dan bisnis global saja. Valas akhirnya memiliki sejumlah fungsi penting yang bermanfaat dalam peradaban manusia modern. Seperti apa saja? Berikut ulasannya satu-persatu:

1. Alat Pembayaran Perdagangan Global

Inilah fungsi utama dari valas, yakni sebagai alat pembayaran dalam kebutuhan perdagangan global. Anda tentu tahu bahwa setiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Rupiah tentu saja tak bisa dibuat untuk berbelanja di Thailand yang menggunakan Baht, begitu juga sebaliknya sehingga keberadaan akhirnya terjadi pertukaran nilai dari Rupiah menuju Baht, yang merupakan sistem valas itu sendiri.

Dalam lingkup bisnis global, biasanya menggunakan dolar AS sebagai sistem valas karena memang mempunyai memang merupakan salah satu mata uang terkuat di dunia. Dengan adanya valas, setiap negara bisa melakukan kegiatan ekspor dan impor menggunakan mata uang yang sudah disepakati.

2. Pengendali Kurs

Semua orang juga tahu bahwa nilai mata uang suatu negara alias kurs bisa menguat dan melemah akibat beberapa faktor. Contohnya seperti saat ternyata masalah politik di sebuah negara, biasanya kurs mata uang mereka akan melemah. Supaya kurs mata uang mereka tidak terlalu terpuruk, valas dibutuhkan untuk mengendalikan kurs tersebut jadi lebih mudah.

Nilai tukar mata uang yang tidak dikendalikan, maka akan terus fluktuatif dan bukan tak mungkin sangat anjlok hingga sangat ekstrim. Kondisi ini bisa saja membuat perekonomian di sebuah negara menjadi resesi atau bahkan depresi. Untuk itulah supaya hedging (risiko naik-turunnya kurs) tidak terjadi, dibutuhkan valas.

3. Memperlancar Transaksi Internasional

Karena berfungsi juga untuk alat pembayaran global yang sah, maka kehadiran valas tentu akan berdampak cukup baik ke kegiatan transaksi internasional. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda tidak akan mungkin beberlanja di Bangkok dengan Rupiah, sehingga harus diganti Baht. Bisa dibayangkan kalau Anda tak melakukan pertukaran valas dan ngotot bayar dengan Rupiah? Masyarakat Bangkok jelas tak akan menerima uang tersebut.

Hal lain juga dialami oleh pelaku bisnis yang harus mengimpor bahan baku atau mengirimkan pesanan klien luar negeri. Rupiah jelas tak bisa digunakan dalam kegiatan pembayaran, sehingga mereka haruslah menukar Rupiah dengan mata uang yang disepakati sesuai ketetapan kurs valas. Jika si pelaku bisnis atau yang sedang travelling di luar negeri tak mau menukar Rupiah, mereka yang bakal merugi karena transaksi internasional tak akan bisa dilakukan.

4. Mempertahankan Daya Beli

Tak ada yang bisa memungkiri kalau pandemi Covid-19 memang benar-benar berdampak buruk pada perekonomian dunia. Bukan hanya negara berkembang, negara maju pun terkena imbasnya hingga resmi memasuki fase resesi. Saat resesi terjadi, daya beli masyarakat memang langsung lesu. Namun dengan adanya valas, daya beli yang anjlok ini bisa sedikit diselamatkan karena masyarakat merasa memiliki ‘aset tambahan’ saat menjual uang-uang asing mereka ke uang yang berlaku di negaranya sendiri.

Berkat valas pula, masyarakat bisa membantu kerabat mereka yang sedang ada di luar negeri lewat cara pengiriman uang. Sehingga bisa cukup mendongkrak daya beli yang berdampak pada semakin positifnya pertumbuhan ekonomi.

5. Instrumen Penting dalam Trading

Nah, inilah fungsi terakhir dari valuta asing yaitu menjadi instrumen penting dalam trading. Anda tentu tahu bahwa kegiatan menukar uang juga bisa memberikan keuntungan. Contohnya Anda memiliki uang US100 pada tahun 2017 (kurs Rp13.500), yang lalu ditukarkan pada tahun 2020 (kurs Rp14.100), maka Anda akan memperoleh uang Rp1,4 juta. Adanya pertambahan nilai inilah yang menjadikan valas sangat menarik sebagai instrumen investasi.

Hanya saja karena perubahan kurs valas sangat cepat bahkan dalam hitungan jam hingga hari, investasi jangka panjang tentu tidak cocok. Valas akhirnya menjadi instrumen penting dalam trading yang dikenal dengan nama trading forex.

Baca juga: Kenapa Harus Pilih Investasi Syariah? Berikut 5 yang Layak Dipilih

Sistem Kurs Valuta Asing di Sektor Bisnis

sistem kurs valas
sistem kurs valas © Freepik

Dengan berbagai fungsi yang ditawarkan itulah, valas tak dipungkiri lagi memiliki peran yang cukup penting dalam sektor bisnis skala global. Karena bisnis skala global seperti ekspor dan impor melibatkan negara antar negara dalam jumlah yang besar, pemerintah di masing-masing negara akhirnya menerapkan sistem kurs valas yang berbeda-beda.

Setidaknya ada tiga jenis sistem kurs valuta asing yang berlaku dan wajib dipahami para pelaku bisnis berikut ini:

1. Sistem Kurs Bebas (Floating)

Seperti namanya, sistem kurs floating ini terjadi saat nilai mata uang yang ditetapkan berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar. Lantaran dibebaskan agar pasar yang menentukan, maka pemerintah tidak akan terlibat dalam menentukan nilai kurs itu sendiri.

Contohnya ketika Anda berbelanja perangkat gawai di sebuah marketplace yang mengharuskan transaksi dengan dolar, sesuai ketentuan mereka. Maka Anda yang memiliki uang Rupiah harus menukarkannya dengan dolar sesuai kurs yang ditentukan oleh marketplace. Penetapan kurs ini menjadi wewenang mutlak marketplace dan bisa naik-turun karena beberapa faktor khusus, tanpa mempedulikan kurs dari bank sentral sebuah negara.

2. Sistem Kurs Tetap

Berbeda dengan sistem pertama, sistem kurs ini terjadi karena campur tangan pemerintah di negara Anda berdomisili. Misalkan saja kurs Rupiah terhadap mata uang asing ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) sebagai bank sentral negeri ini.

Lantaran diatur oleh pemerintah, maka di bank manapun Anda menukarkan Rupiah, nilainya tetap dan sama dengan ketetapan kurs bank sentral. Jika ada bank yang ‘nakal’ dan mengubah kurs sendiri, maka bisa dikenai sanksi oleh pemerintah.

3. Sistem Kurs Terkendali/Terkontrol

Sistem kurs yang terakhir ini bisa dibilang memadukan sistem pertama dan kedua. Dimana pemerintah dan pihak bank sebagai institusi keuangan, mempunyai kekuasaan yang sama dalam menentukan sekaligus menggunakan valas itu sendiri. Sistem kurs terkendali atau terkontrol ini akhirnya membuat pasar valas tetap stabil dan tidak memicu melambungnya inflasi.

Lewat sistem kurs terkendali, pihak bank dan pemerintah dapat memantau ketersediaan valas yang berkaitan dengan kegiatan ekspor impor. Sehingga dengan begitu, perekonomian negara jauh lebih terkontrol.

Perkembangan Pasar Valuta Asing

perkembangan pasar valas
perkembangan pasar valas © Freepik

Dengan berbagai fungsi yang ditawarkan, valas memang akhirnya menjadi instrumen keuangan yang tidak bisa dilepaskan dalam perkembangan perekonomian sebuah negara hingga tingkat global. Hal inilah yang akhirnya memicu kemunculan pasar valas alias forex market. Bahkan dibandingkan dengan pasar saham, perputaran uang di pasar valas jauh lebih besar.

Sekadar informasi, tiga bursa saham terbesar di dunia yakni NYSE (The New York Stock Exchange), LSE (London Stock Exchange) dan TSE (Tokyo Stock Exchange) dalam sehari bisa mencatat volume transaksi mencapai US$300 miliar.

Sangat besar? Sudah pasti!

Namun BIS (Bank International for Settlement) alias bank sentral dunia melakukan survei pada akhir 2004 dan menemukan fakta bahwa nilai transaksi harian pasar valuta asing menembus US$1,4 triliun!

Sebuah angka yang sangat besar, membuat pasar valas sangatlah likuid. Bahkan pergerakan harga yang luar biasa cepat membuat valas menjadi alternatif tinggi peminat. Kenapa begitu? Banyak orang menilai jika ROI (Return of Investment) atau tingkat pengembalian investasi dan keuntungan pada valas, bisa melampaui ratra-rata laba perdagangan pada umumnya.

Hanya saja meskipun begitu, pasar forex yang berisi kegiatan trading valas ini memiliki kesan negatif di Indonesia. Tingginya spekulasi lantaran begitu fluktuatifnya kurs, menjadikan trading forex dianggap sebagai investasi bodong dan mengarah ke perjudian.

Karakteristik Pasar Valuta Asing

Tentu agar tidak salah langkah dalam pasar valuta asing, Anda harus tahu kalau market ini punya karakter yang berbeda dari pasar saham. Berikut ulasan singkatnya:

  • Berbeda dengan pasar saham yang melibatkan tiga pihak dalam transaksi yang terpusat di bursa efek yakni investor, broker dan bursa efek, trading forex tidaklah demikian. Dalam pasar valas, transaksi hanya melibatkan dua pihak yakni OTC (Over the Counter) antara Anda dan broker saja. Hal ini membuat kurs valas bisa berbeda di tiap-tiap broker. Untuk itulah bagi trader pemula, ada baiknya untuk mencari broker yang terpercaya lantaran perannya saat transaksi di pasar valas sangat vital.
  • Saat Anda membeli saham, maka akan mempunyai bukti hak kepemilikan atas perusahaan yang disimpan di bank kustodian. Namun saat trading di pasar valas, tak akan ada yang namanya pertukaran mata uang seperti saat transaksi di money changer saat bepergian ke luar negeri. Satu-satunya yang bisa trader lakukan adalah saat closing posisi, Anda hanya akan membayar atau menerima selisih harga yang mempengaruhi keuntungan dan kerugian Anda.

Baca juga: Inilah 7 Manajer Investasi Reksadana Terbaik dan Produknya

Jenis-Jenis Pasar Valas

Di dalam pasar valas, terjadi transaksi yang melibatkan mata uang sebuah negara terhadap mata uang negara lain atau disebut pasangan mata uang (pair). Dimana transaksi ini melibatkan pasar-pasar uang secara global dan berlangsung selama 24 jam tanpa henti, yang saling sambung-menyambung.

Pasar valas sendiri bermula di Selandia Baru dan Australia pada pukul 05.00-14.00 WIB, lalu ke pasar Asia (Jepang, Singapura, Hongkong) pada pukul 07.00-16.00 WIB. Kemudian terus ke pasar Eropa (Jerman, Inggris) pada pukul 13.00-22.00 WIB dan terakhir di pasar Amerika Serikat pada pukul 20.30-10.30 WIB.

Berikut jenis-jenis pasar valas yang bisa Anda pelajari:

1. Pasar Spot

Secara mudahnya, pasar spot adalah tempat dimana mata uang asing yang disediakan bank serta money changer diperdagangkan. Transaksi penukaran uang asing yang dilakukan masyarakat umum ini seringkali menjadi spekulasi yang diatur oleh trader. Misalkan ketika masa liburan panjang dan banyak orang Indonesia ke Singapura, membuat permintaan dolar Singapura (SG$) meningkat.

2. Pasar Forward

Berbeda dengan pasar spot, pasar forward hanya melayani transaksi forward, alias kontrak pembelian mata uang asing. Dimana dalam transaksi kontrak pembelian ini, terdapat perjanjian awal yang dilakukan di bank-bank besar. Pasar forward lebih sering dimanfaatkan perusahaan supaya bisa mengatasi hedging (perbedaan kurs), yang mana nilai kontraknya dapat menembus jutaan dolar AS.

3. Pasar Futures

Mirip seperti pasar forward, pasar futures juga melakukan transaksi berjangka. Perbedaannya hanyalah perdagangannya dilakukan di pasar bursa komoditi. Dimana kontrak currency futures dapat menetapkan volume standar pada sebuah valas, yang mana bisa ditukarkan saat settlement date, sesuai dengan kontrak. Beberapa bursa yang menawarkan pasar futures seperti TGE (Tokyo Grain Exchange), NGE (Nagoya Grain and Sugar Exchange) dan KAE (Kansai Agricultural Commodities Exchange).

4. Pasar Swap

Pada dasarnya transaksi dalam pasar swap ini adalah gabungan kontrak forex (transaksi spot dan transaksi forward), pada tanggal transaksi sama tapi tanggal jatuh tempo beda. Kenapa transaksi swap valas ini dilakukan? Agar memperoleh kepastian kurs transaksi valas selama periode kontrak swap, sehingga meminimalisir kerugian saat kurs naik-turun.

5. Pasar Opsi

Secara mudahnya, pasar opsi adalah pasar yang memfasilitasi transaksi kontrak currency options. Kontrak currency options bisa dikategorikan sebagai call atau put. Dimana untuk call, trader bisa membeli sebuah valas dalam periode dan harga tertentu (strike price atau exercise price). Biasanya pilihan call ini dipakai untuk meng-hedge hutang valas yang harus dibayar nanti. Sementara untuk put, trader bisa menjual valas dalam periode dan harga tertentu yang berfungsi untuk kebutuhan piutang masa depan.

Para Pemain dalam Pasar Valas

Nah, sebelum masuk ke dalam trading valuta asing, ada baiknya kalau Anda mengetahui siapa-siapa saja pihak yang terlibat di dalamnya. Tidak hanya trader, rupanya ada cukup banyak pihak yang berkepentingan dalam trading forex.

Hanya saja tak seperti bursa saham yang setiap anggota punya akses sama terhadap harga saham, pasar forex punya tingkatan berbeda. Level akses tertinggi adalah PUAB (Pasar Uang Antar Bank) yang berisi perusahaan bank investasi raksasa karena selisih harga penawaran/jual dengan harga permintaan/beli sangatlah tipis, bahkan tidak ada.

Level akses pada pasar forex ini ditentukan oleh ukuran transaksi valas yang dilakukan. Tentunya setiap pihak alias para pemain di pasar valas, mempunyai volume transaksi berbeda, sehingga membuat level akses mereka tidak sama pula. Agar Anda tahu, berikut beberapa pihak yang terlibat di pasar valuta asing:

  • Dealer (market maker): Inilah pihak yang membuat pasar forex ramai transaksi. Dealer biasanya menentukan tingkat persediaan valas dan meraih untung dari selisih harga jual/beli. Bank-bank populer di dunia biasanya bertindak sebagai sang market maker
  • Arbitrator: Sering disebut sebagai spekulan, mereka adalah pihak ketiga yang muncul dalam sebuah diskusi dan meminta kehendak tertentu, agar meraup untung dari selisih harga
  • Pialang: Pihak ini berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli atas harga sebuah mata uang. Biasanya pialang memiliki akses ke market maker
  • Bank Sentral: Inilah pihak yang berperan sebagai pengontrol pasar karena memang mengendalikan mata uang, inflasi, hingga suku bunga. BI termasuk salah satunya karena sering menggelontorkan dolar AS ke pasar agar nilai tukar Rupiah tetap stabil
  • Pemerintah: Jangan keliru, pemerintah justru ikut terlibat dalam transaksi valas meskipun mereka menggunakan instrumen yang bukan Kemenkeu (Kementerian Keuangan). Masuknya pemerintah di pasar valuta asing adalah demi meningkatkan pendapatan nasional, sekaligus membayar hutang luar negeri
  • Perusahaan MI (Manajemen Investasi): Dalam reksadana, dikenal yang namanya MI sebagai pengelola dana para klien untuk dialokasikan dalam instrumen-instrumen investasi. Tak heran kalau mereka terlibat dalam pasar valas, tetapi bukan untuk meraih keuntungan. MI biasanya menggunakan pasar valas untuk transaksi mata uang asing saat hendak membeli insrtumen investasi luar negeri
  • Hedge Funds: Sekadar informasi, hedge funds adalah perusahaan investasi yang menjalankan bisnis transaksi spekulatif agar meraup untung. Salah satu tokoh dalam sektor ini yang terkenal ialah George Soros, sejak dirinya mulai melakukan spekulasi mata uang agresif pada tahun 1990. Soros mampu mengelola dana hingga triliunan dolar AS dan meminjam dalam jumlah besar lagi karena mampu menciptakan intervensi, yang membuat bank sentral tak berkutik

Baca juga: 10 Cara Memilih Investasi Reksadana yang Aman

Memahami Trading Valas Alias Trading Forex

memahami trading forex
memahami trading forex © Freepik

Naik-turunnya nilai tukar mata uang adalah peluang bisnis bagi para trader yang melakukan trading forex. Secara mudahnya, trading forex adalah perdagangan mata uang dari berbagai negara. Dimana para trader memperoleh untung dari selisih harga beli dan harga jual valas itu sendiri.

Supaya bisa melakukan perdagangan valuta asing dengan menguntungkan, Anda tentu harus tahu kalau ada sejumlah faktor yang mempengaruhi kurs mata uang bergejolak. Mulai dari faktor fundamental (ekonomi atau perusahaan), sentimen (isu-isu terkini), faktor domestik hingga faktor global.

Hal inilah yang akhrinya membuat dalam valuta asing ada dua golongan mata uang utama. Yakni Hard Currencies (mata uang yang paling sering diperdagangkan) seperti USD, EUR, GBP, AUD, CAD, JPY, HKD sampai SGD. Lalu ada juga Exotic Currencies yang tidak ditransaksikan secara internasional seperti THP, KRW dan tentunya IDR. Menutup pembahasan kami, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan trading forex yang bisa Anda pertimbangkan:

Kelebihan Trading Forex

  • Transaksi forex bisa dilakukan secara global tanpa batas alias borderless, selama 24 jam secara berkesinambungan. Sehingga tidak terganggu waktu dan wilayah yang membuat di manapun dan kapanpun Anda berada, bisa melakukan trading froex
  • Tak perlu cemas kalau tiba-tiba nilai mata uang mendadak anjlok, karena pada dasarnya tiap-tiap mata uang ini memiliki harga jual stabil
  • Biaya transaksi forex cukup terjangkau bahkan cenderung rendah
  • Jangan selalu menganggap nilai valas yang mendadak anjlok atau mendadak melambung adalah kesialan, karena jika Anda bisa mengambil kesempatan justru bakal untung besar
  • Sekalipun modal yang dimiliki pas-pasan, mayoritas broker saat ini menawarkan opsi leverage yang bisa membuat daya beli makin meningkat

Kekurangan Trading Forex

  • Kelemahan pertama trading forex adalah risiko yang cukup tinggi karena tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti penurunan kurs
  • Untuk bisa menjadi trader forex, jelas dibutuhkan sejumlah modal. Modal ini bisa dibilang cukup besar untuk kalangan menengah ke bawah, sehingga menjadikan tidak semua lapisan masyarakat bisa melakukan trading forex
  • Pemerintah adalah salah satu pihak dalam pasar valuta asing. Sehingga tak bisa dipungkiri jika negara asal tetap memberikan pengaruh sukses tidaknya seorang trader. Karena bagaimanapun juga pemerintah akan terlibat pada mata uang mereka saat perdagangan

Baca juga: Reksadana Syariah adalah, Penjelasan dan Perbedaan dengan Reksadana Biasa

Tentunya sebagai seorang trader pemula, Anda tidak boleh silau begitu saja dengan potensi keuntungan dari trading forex. Ada baiknya Anda harus mempelajari kondisi perekonomian lokal dan global, supaya bisa lebih jeli meraba pasar valas. Barulah kemudian mencari broker yang terpercaya dan sudah berpengalaman. Dengan broker yang sudah legal dan berizin OJK, trading bisa dijalankan tanpa kecemasan

Kesimpulan

Sungguh menarik bukan membahas soal valuta asing ini? Karena ternyata mata uang-mata uang di seluruh dunia berpotensi bisa menjadi sebuah instrumen keuangan yang menjanjikan. Hanya saja karena kisah sukses dalam semalam itu tidak mungkin dalam pasar keuangan, ada baiknya Anda mempelajari seluk beluk valas terlebih dulu sebelum akhirnya resmi menjadi seorang trader. Karena trader yang handal tentu adalah sosok yang sabar, tenang, fokus dan paham akan forex. Selamat mencoba!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar