5 Hal yang Wajib Diperhatikan Dalam Menyusun Rencana Bisnis Bagi Pemula

Salah satu hal yang tidak boleh di lewatkan bagi Anda yang berniat untuk terjun ke dalam dunia bisnis adalah perencanaan bisnis. Sebab, berbisnis tidaklah sama dengan berdagang walaupun banyak orang yang mengawali bisnis dengan berdagang. Jika kita berbisnis maka kita berbicara mengenai sistem dan target yang lebih terukur di semua aspek di banding berdagang yang biasanya cenderung fokus pada produksi.

Setiap pebinis perlu memikirkan perencanaan bisnis yang tepat supaya arah dan kebijakan bisnisnya lebih jelas serta terukur. Apalagi jika Anda merupakan pemula. Tanpa perencanaan bisnis yang benar, maka bisnis akan berjalan tanpa arah, perhitungan, langkah dan juga tanpa ukuran keberhasilan yang jelas. Jika hal ini terjadi, tentu akan membuat bisnis yang Anda jalani akan mudah goyah dan modal yang dikeluarkan kurang efektif dan efisien.

Tetapi biasanya, jika kita berbicara tentang perencanaan bisnis, yang terbayang adalah kerumitan prosedur dan konsep yang harus di lakukan. Bahkan, terdapat sebuah sistem perencanaan bisnis yang form-nya mencapai 200 halaman. Inilah yang terkadang membuat para pemula atau pelaku UKM yang masih awam cukup merasa terbebani apalagi jika status nda masih sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Mungkin Anda tidak cukup kesulitan untuk menyediakan cukup waktu mempersiapkan rencana bisnis Anda.

Sebenarnya perencanaan bisnis itu bisa di tinjau dengan berbagai pendekatan kok! Tidak selalu harus mengikuti prosedur kaku dengan mengisi form yang beratus halaman. Perencanaan bisnis juga tidak selalu hanya berbicara tentang konsep yang kaku yakni product, price, place dan sebagainya. Anda bisa memulai rencana bisnis dengan beragam cara, salah satunya dengan memikirkan 5 hal yang cukup mendasar dalam perencanaan bisnis khususnya pada masa-masa mengawali bisnis.

Apa saja itu? Mari kita bahas bagaimana perencanaan bisnis bagi pemula!

1. Pahami Apa yang Menjadi Masalah Customer

Pahami Apa yang Menjadi Masalah Customer

Hal yang seringkali terlupakan oleh kita yang mengawali bisnis dari hobi atau kemampuan diri adalah kebutuhan customer atau apa yang di pandang sebagai masalah bagi customer. Kita terlalu sibuk mengidentifikasi apa yang kita mampu, apa yang suka dan ingin kita jual pada customer. Hal tersebut bukannya buruk, malah menjadi salah satu hal yang perlu di pertimbangkan dalam membuat produk dan menjalankan sebuah bisnis.

Tetapi bukan berarti kita melupakan apa yang menjadi kebutuhan customer. Justru kebutuhan customer adalah pijakan pembuatan produk dan menjadi fondasi penting suatu bisnis dapat berjalan secara jangka panjang. Tetapi, dari manakah kita bisa mengidentifikasi kebutuhan customer tersebut?

Kebutuhan customer berasal dari masalah yang mereka hadapi. Banyak sekali sumber masalah yang berasal dari kebutuhan kita sebagai manusia. Misalnya kebutuhan ibu-ibu bekerja akan lauk pauk yang sehat tapi tetap enak untuk sarapan keluarga. Bukan hanya itu, tapi juga bisa di dapatkan dengan cara yang lebih praktis tanpa harus ke pergi keluar rumah pagi-pagi.

Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah customer dan merumuskannya menjadi sebuah produk, artinya Anda perlu mengetahui mana customer yang Anda bidik beserta data-data yang terkait dengannya. Lebih jelasnya, mari kita bahas pada poin berikutnya.

2. Miliki Database Pelanggan Secara Spesifik

Miliki Database Pelanggan Secara Spesifik

Supaya produk kita bisa di terima dan mengalami peningkatan permintaan, kita perlu memikirkan siapa customer yang nantinya akan membeli produk kita lebih spesifik. BIasanya kita cenderung memikirkan berapa barang yang sudah terjual, berapa lama bisnis sudah berjalan dan seterusnya. Tapi justru lupa siapa yang kita hadapi, kenapa penjualannya sekian dan jangka waktu sekian yang ternyata masalahnya karena kita tidak tahu siapa yang kita tawarkan.

Masalah lainnya bagi yang sudah menetapkan customer, biasanya segmennya terlalu besar. Misalnya, perempuan usia 17-50 tahun, tinggal di Indonesia. Ini terlalu luas, tertutama jika bisnis Anda baru dimulai. Segmentasi yang luas bisa sangat bagus jika bisnis Anda juga sudah besar. Tapi jika bisnis Anda baru saja dimulai, sebaiknya Anda menyasar segemen pasar yang lebih kecil dan spesifik.

Mulai dari apa yang mereka sukai, warna yang sedang trend di gemari (misalnya untuk produk pakaian) hingga dimana tempat berkumpulnya. Semakin spesifik data pelanggan yang kita miliki, maka kita semakin tahu dengan siapa kita berbicara dan menawarkan produk.

Pencarian data ini tentu saja harus tetap memperhatikan etika, jangan sampai melanggar hak dan privasi pelanggan dan menyebabkan permasalahan baru. Contohnya Anda bisa mulai mengamati masyarakat sekitar Anda atau teman-teman Anda terhadap suatu hal yang di permasalahkan oleh mereka.

Saat ini, database merupakan hal yang sangat berharga mungkin setara dengan harta yang bernilai tinggi lainnya. Karena bisa dikatakan bahwa data base pelanggan adalah aspek terpenting yang membuat sebuah bisnis bisa berjalan dan berkembang. Jika kita semakin memahami pasar secara personal, kita bisa menyiapkan banyak cara untuk membuat calon pelanggan bisa tertarik dengan produk kita dengan tepat. Dengan begitu, potensi pengembangan bisnis akan semakin cepat.

3. Pelajari Digital Marketing Agar Produk/Layanan Bisa di Kenal

Pelajari Digital Marketing Agar Produk/Layanan Bisa di Kenal

Selain hal-hal yang terkait dengan pelanggan, Anda juga perlu memikirkan cara yang paling efektif dan efisien termasuk bagi keuangan bisnis Anda di masa kini untuk mengenalkan bisnis dan produk Anda. Karena sebuah cara sangat tergantung asumsi-asumsi terkait yang melekat pada masyarakatnya. Misalnya era industri 4.0 yang sedang di hadapi masyarakat Indonesia dimana secara umum penggunaan teknologi digital untuk kehidupan sehari-hari mulai tidak asing lagi.

Begitu juga dalam pemasaran, dibanding marketing konvensional digital marketing dapat menjadi solusi bagi tantangan pemasaran produk yang Anda hadapi saat ini. Jika dulu, penyebaran brosur secara random, penempelan pamflet di jalan-jalan masih cukup efektif, tapi saat ini Anda perlu memikirkan berulang kali untuk menggunakannya.

Hal ini karena masyarakat sudah terbiasa mendapatkan berbagai informasi untuk memenuhi kebutuhannya dari internet. Oleh karena itu, proses digital marketing seperti website dengan SEO, digital ads, media social marketing perlu Anda persiapkan.

Anda tidak perlu langsung mempelajari dan menggunakan semuanya sekaligus, minimal Anda mempelajari konsep dasarnya. Sehingga jika suatu hari Anda memiliki tim digital marketing yang profesional, Anda sudah memiliki gambaran mengenai kualifikasi tenaga profesional yang Anda cari.

Untuk mengawali, Anda bisa memilih salah satu media yang paling realistis dan Anda kuasai misalnya facebook dan instagram. Atau, jika dana Anda sudah cukup siap untuk digiital marketing tetapi belum bisa memperkerjakan sebuah tim, Anda bisa mengguanakan jasa digital marketing yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan bisnis Anda.

4. Membuat Wadah Untuk Mengumpulkan Pasar

Bagian terpenting dari sebuah rencana bisnis adalah tentang bagaimana cara aNda mrndatangkan calon pelanggan potensial secara praktikal. Jika sebelumnya Anda sudah mulai mengetahui asumsi mengenai pasar bisnis Anda, maka mulailah membuat sebuah wadah untuk mengumpulkan mereka. Banyak cara untuk mengumpulkan pasar dalam satu tempat dengan memanfatakan media sosial misalnya.

Contohnya, jika profil customer Anda adalah ibu-ibu bekerja yang membutuhkan lauk untuk sarapan bahkan untuk bekal makan siang dan makan malam yang sehat dan enak. Maka Anda bisa mencari orang-orang dengan profil tersebut secra offline maupun online.

Cara offline misalnya Anda bisa memanfaatkan relasi ibu-ibu komplek, ibu-ibu orangtua anak teman Anda di sekolah atau teman-teman kantor Anda dengan membawa sample lauk yang Anda jual, dan mengajak mereka untuk mengunjungi medsos serta melihat-lihat menu.

Selanjutnya jika sudah cukup intens, Anda bisa meng-invite di group whatsapp atau facebook dengan promo jika menjadi bagian dari group bisa mendapatkan berbagai promo misalnya, diskon ongkir, diskon karena meng-invite temannya ke dalam group dll . Group ini bisa menjadi pancingan yang baik untuk mengunci atensi calon customer yang Anda miliki dan memperluas pasar. Jika orang-orang yang punya kebutuhan yang sama telah terkumpul, maka saatnya Anda mempromosikan produk dengan tawaran dan produk menarik.

5. Persiapkan Konsep Pembentukan Tim

Tentu saja Anda tidak mungkin membangun bisnis sendirian selamanya. Anda pasti membutuhkan sebuah tim untuk bekerja bersama mencapai target bisnis, karena pekerjaan untuk membuat sebuah bisnis berjalan dan berkembang tidaklah sedikiit dan cukup rumit.

Dibutuhkan kolaborasi anta setiap anggota tim dengan skill yang tepat. Menggunakan jasa perusahaan yang melayani digital marketing memang bisa menjadi solusi, tapi jika Anda memikirkan secara jangka panjang tentu Anda membutuhkan sebuah tim yang kompeten.

Bukan hanya kompeten, tapi tim juga perlu solid dan loyal. Inilah yang tidak bisa di beli dengan uang, melainkan butuh proses dan waktu untuk membentuknya. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika Anda memikirkan hal ini mulai dari skill dan kepribadian karyawan seperti apa yang di butuhkan dan bagaimana cara mengidentifikasinya.

Misalnya untuk mengembangkan digital marketing bisnis, Anda memerlukan tim yang mengerti konsep digital marketing dan pembuatan kontenya. Maka yang Anda butuhkan adalah digital marketing strategist/ social media marketing strategist, copy writer dan graphic designer.

Belum lagi jika dana Anda masih terbatas, Anda tidak mungkin mempekerjakan orang yang sudah expert di bidangnya. Karena penawan gaji akan perlu disesuai kompetensi dan pengalamannya yang tentu akan cukup tinggi.

Dibanding mempekerjakan seorang yang sudah expert, Anda bisa mempekerjakan freshgraduate yang memiliki skill minimal tetapi kepribadiannya kemungkinan cocok bekerja dengan Anda serta memberikannya pelatihan-pelatihan. Dengan begitu loyalitas lebih cenderung akan terbentuk di masa depan.

Baca juga :

Penutup

Proses perencanaan bisnis memang bukanlah proses yang bisa di selesaikan dalam satu hari saja. Butuh kesabaran dan kecermatan dalam membaca pasar dan merencanakan bagaimana produk bisa dikenal dan juga di beli oleh target pasar. Oleh karena itu di sela-sela waktu kosong yang Anda miliki, bisa di manfaatkan untuk menyusun rencana bisnis yang anda inginkan.

Termasuk pada saat ini, dimana himbauan dan kebijakan pemerintah untuk tetap berada di rumah selama tingginya penyebaran wabah covid-19 ini bisa Anda manfaatkan agar lebih produktif lagi dengan membuat perencanaan bisnis dan memperhatikan 5 hal penting di atas.

Begitupun bagi Anda yang masih berstatus sebagai karyawan tetapi ingin memulai bisnis, kebijakan perusahaan untuk bekerja dari rumah bisa di manfaatkan sebaik mungkin dengan menggunakan waktu yang biasanya digunakan untuk perjalanan kekantor untuk mempelajari perencanaan bisnis yang tepat. Nah, semoga dengan memperhatikan 5 hal diatas perencanaan bisnis kita akan semakin jelas dan terarah.

Bagikan ;